• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 22 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BRIN Tekankan Sinergi Riset dalam Upaya Eliminasi HIV/AIDS pada 2030

Editor
Minggu, 08 Desember 2024 - 05:26
HIV AIDS

(Ilustrasi/Pexels)

BANDUNG – Hari AIDS Sedunia 2024 menjadi momentum penting untuk menggalang upaya bersama dalam mengakhiri stigma, diskriminasi, dan ketidaksetaraan dalam penanganan HIV/AIDS di Indonesia. Peringatan ini juga menjadi pengingat untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mencapai target global untuk mengakhiri epidemi AIDS pada 2030.

Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi (PR-KMG) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mirna Widiyanti, menjelaskan dalam diskusi publik BRIN Insight Every Friday (BRIEF) edisi ke-144, bahwa ada tiga tujuan utama dalam upaya mengakhiri AIDS: mengurangi infeksi baru, menurunkan angka kematian akibat AIDS, dan menghilangkan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Diskusi yang digelar daring ini bertema “Hari AIDS Sedunia – Bersatu untuk Generasi Bebas HIV” pada Jumat (6/12) dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube BRIN Indonesia.

RelatedPosts

Praperadilan Ditolak PN Sukabumi, Ibu Tiri Nizam Tetap Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Terhadap Anak

BEI Sesuaikan Kriteria Evaluasi Indeks IDX30, LQ45, dan IDX80

Menhaj Lepas Rombongan Perdana Jemaah Embarkasi Jakarta-Pondok Gede 

Mirna mengungkapkan bahwa pada 2023, Indonesia mencatatkan 515.455 kasus kumulatif HIV/AIDS dengan prevalensi HIV pada usia di atas 15 tahun sebesar 0,26%. Provinsi-provinsi dengan epidemi HIV yang meluas antara lain DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Papua, dengan Papua mencatatkan prevalensi tertinggi sebesar 2,3%.

Meskipun terjadi penurunan infeksi baru HIV sebesar 43% pada dekade 2010–2020, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mencapai target pengurangan infeksi baru di bawah 5.000 kasus per tahun pada 2030.

 

Strategi Pengendalian HIV/AIDS

Mirna menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia telah menerapkan empat strategi utama dalam pengendalian HIV/AIDS, di antaranya pencegahan melalui edukasi penggunaan kondom, pemberian alat suntik steril, terapi metadon, serta pemberian profilaksis pra- dan pasca-pajanan (PrEP dan PEP). Program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak juga terus berjalan melalui program PPIA.

Pemerintah juga melaksanakan surveilans dan pengujian, dengan tes HIV tersedia di lebih dari 12.000 fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. Selain itu, terapi ARV (Antiretroviral Therapy) untuk penanganan HIV dan pengobatan infeksi menular seksual (IMS) yang sering menjadi pintu masuk HIV, seperti sifilis dan gonore, juga menjadi prioritas.

 

Stigma Terhadap ODHA

Mirna menyoroti masalah stigma terhadap ODHA yang masih tinggi di Indonesia. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai cara penularan HIV, yang seringkali disalahartikan, menjadi salah satu penyebab berlanjutnya stigma tersebut. Hal ini, menurutnya, memperlambat upaya pengurangan stigma.

“Salah paham masyarakat tentang cara penularan HIV, seperti melalui hubungan seksual atau penggunaan jarum suntik yang tidak steril, sering menyebabkan stigma yang sulit dihilangkan,” ujarnya dikutip situs resmi BRIN. Mirna menekankan pentingnya edukasi yang benar mengenai HIV melalui tenaga kesehatan dan media massa untuk mengurangi stigma tersebut.

 

Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Untuk mencapai target eliminasi HIV pada 2030, Mirna menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi non-pemerintah (LSM), dan berbagai pihak terkait. “Kementerian Kesehatan telah bekerja sama dengan banyak LSM dan komunitas untuk mendukung kampanye melawan HIV/AIDS,” katanya.

LSM juga memainkan peran penting dalam mendekati ODHA dan mendukung mereka dalam terlibat dalam kampanye ini. Sinergi antara lembaga pemerintah dan LSM sangat penting untuk mencapai target eliminasi HIV pada 2030, yang mencakup tiga sasaran utama: nol infeksi baru, nol kematian akibat HIV, dan nol diskriminasi terhadap ODHA.

Mirna menutup diskusi dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kerja sama nasional dan internasional, termasuk dengan organisasi seperti UNAIDS dan WHO, untuk memastikan kebijakan ARV sesuai dengan standar global.

“Kita harus bekerja bersama-sama untuk memastikan bahwa target eliminasi HIV pada 2030 dapat tercapai,” pungkasnya.

Tags: aidsHari Aids SeduniaPengobatan Aids

Related Posts

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian.(Foto:Istimewa).

Praperadilan Ditolak PN Sukabumi, Ibu Tiri Nizam Tetap Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Terhadap Anak

Editor
22 April 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Praperadilan yang diajukan ibu tiri Nizam, Teni Ridha, dalam kasus dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak, ditolak Pengadilan Negeri...

rekomendasi saham,kinerja pasar modal,pasar saham,investor saham indonesia

BEI Sesuaikan Kriteria Evaluasi Indeks IDX30, LQ45, dan IDX80

Editor
22 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penyesuaian terhadap kriteria universe (semesta) Indeks IDX30, LQ45, dan IDX80 sebagaimana...

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Menhaj Lepas Rombongan Perdana Jemaah Embarkasi Jakarta-Pondok Gede 

Editor
22 April 2026

Sebanyak 391 jemaah asal Jakarta Timur yang tergabung dalam kloter JKG-01 menjalani prosedur awal memasuki asrama haji dan secara bertahap...

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani.(Foto: Setneg)

BKPM: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun, 100,36 Persen

Editor
22 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Realisasi investasi pada kuartal pertama 2026 mencapai Rp498,79 triliun atau 100,36 persen dari target Rp497 triliun. Ungkap...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Batangan Antam Rabu 22/4/2026 Rp 2.830.000 Per Gram

Editor
22 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas batangan Antam Rabu 22/4/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.830.000 per gram sebelum...

Pergerakan tanah di Bogor.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Gerakan Tanah di Babakan Madang Bogor, Pemkab Siapkan Langkah Mitigasi

Editor
22 April 2026

Sebanyak 9 kepala keluarga atau 28 jiwa kini telah direlokasi ke rumah kontrakan yang lebih aman. SATUJABAR, BABAKAN MADANG -...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.