• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 2 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Pestisida Nabati Mimba: Solusi Ramah Lingkungan untuk Pengelolaan Serangga Hama

Editor
Sabtu, 07 Desember 2024 - 05:42
usaha pertanian lahan sawah

Lahan sawah (ilustrasi/pixabay)

BANDUNG – Pestisida nabati mimba (Azadirachta indica) kini semakin dilirik sebagai solusi efektif dan ramah lingkungan dalam pengelolaan serangga hama. Dengan mekanisme kerja yang unik, pestisida ini mampu mengatasi masalah resistensi hama sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dodin Koswanudin, menjelaskan bahwa mimba, yang dikenal luas sebagai tanaman dengan banyak manfaat, memiliki potensi besar dalam pengendalian hama. Daun, biji, dan kulit kayu mimba mengandung senyawa aktif seperti azadirachtin, yang terbukti efektif sebagai insektisida alami. “Pestisida nabati berbasis mimba sangat potensial, tidak hanya mengendalikan serangga hama, tetapi juga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” ungkap Dodin dalam Sharing Session Applied Zoology Commune Series #10, Selasa (3/12).

RelatedPosts

Bocah Hilang Saat Mencari Belut Di Garut Ditemukan Tewas

Ini Dia Harga Acuan CPO dan Biji Kakao Periode Maret 2026

Lebaran 2026: Mudik Unik Pakai Kereta Panoramik

Dodin menjelaskan bahwa keunggulan pestisida nabati mimba dibandingkan pestisida kimia sintetik terletak pada mekanisme kerjanya yang kompleks, sehingga hama lebih sulit mengembangkan resistensi. “Selain itu, pestisida ini aman bagi musuh alami hama, seperti predator dan parasitoid, yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem pertanian,” jelasnya.

Selain sebagai insektisida, mimba juga memiliki efek antifungal dan antimikroba, yang membantu mengendalikan penyakit tanaman. “Kami menemukan bahwa biji mimba efektif untuk mengendalikan tidak hanya serangga tetapi juga penyakit yang disebabkan oleh jamur,” tambah Dodin.

Meski memiliki banyak manfaat, pengolahan mimba menjadi pestisida nabati memerlukan teknik yang tepat. “Sumber daya ada, namun pengolahan dan formulasi pestisida ini tidak semudah yang dibayangkan,” kata Dodin.

Dodin menjelaskan bahwa pembuatan pestisida nabati berbasis mimba dimulai dengan mencampurkan 50 gram serbuk biji mimba (dari Lombok Timur) dengan 1 liter air dan 1 mililiter alkohol 70 persen. Campuran tersebut dibiarkan selama 12 jam, kemudian disaring dan ditambah 1 mililiter teepol atau perekat. Volume semprot yang digunakan adalah 500 liter per hektar, dengan enam kali aplikasi.

Dalam uji coba yang dilakukan, pestisida nabati berbasis mimba telah diterapkan pada berbagai tanaman hortikultura dan pangan, seperti bawang merah, padi, cabai, edamame, dan kentang. “Pada tanaman bawang merah, mimba terbukti efektif mengurangi populasi hama Thrips dan Liriomyza,” ujar Dodin.

Mimba juga menunjukkan hasil signifikan dalam mengurangi serangan wereng coklat (Nilaparvata lugens) pada tanaman padi setelah tujuh kali aplikasi. “Kami melihat penurunan populasi hama yang nyata dibandingkan dengan kontrol tanpa perlakuan,” katanya.

Namun, ada tantangan dalam penerapan pestisida nabati mimba di lapangan, seperti kesulitan mencampur ekstrak mimba dengan air karena senyawa aktif dalam mimba bersifat hidrofobik. “Kami perlu menambahkan bahan lain untuk memastikan larutan tetap stabil,” jelas Dodin.

Selain itu, biaya formulasi dan waktu yang dibutuhkan untuk pengolahan menjadi hambatan bagi petani, yang cenderung memilih pestisida sintetik karena lebih praktis dan tersedia dalam kemasan kecil. “Inilah yang perlu kita edukasi lebih lanjut kepada petani,” tambahnya.

Dodin menekankan pentingnya kolaborasi antara peneliti, pemerintah, dan petani untuk mengembangkan pestisida nabati seperti mimba. “Kita memiliki kekayaan hayati yang melimpah, namun perlu dukungan dalam penelitian, pengolahan, dan penyuluhan kepada petani,” ujarnya.

Dia juga berharap agar lebih banyak penelitian dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan kepraktisan pestisida nabati. “Pestisida nabati seperti mimba adalah masa depan pertanian yang berkelanjutan. Dengan formulasi dan edukasi yang tepat, kita bisa mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia dan menciptakan pertanian yang lebih ramah lingkungan,” pungkas Dodin.

Tags: hamapestisidaPestisida Nabati Mimba

Related Posts

Ilustrasi korban tenggelam di sungai.(Foto:Istimewa).

Bocah Hilang Saat Mencari Belut Di Garut Ditemukan Tewas

Editor
2 Maret 2026

SATUJABAR, GARUT--Bocah berusia 9 tahun bernama Robi, yang dilaporlkan hilang di Sungai Cikandang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditemukan tewas. Korban...

Harga CPO atau minyak kelapa sawit,Indeks Harga Perdagangan Besar. Ekspor limbah,harga referensi cpo

Ini Dia Harga Acuan CPO dan Biji Kakao Periode Maret 2026

Editor
2 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) untuk penetapan Bea Keluar (BK) dan tarif...

Kereta Priority

Lebaran 2026: Mudik Unik Pakai Kereta Panoramik

Editor
2 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menyiapkan total 30.712 tempat duduk layanan kereta premium selama masa Angkutan...

Proses gerhana bulan.(Image: BMKG)

Warga Bisa Saksikan Gerhana Bulan Total Selasa 3 Maret Mulai Pukul 18.00 WIB

Editor
2 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Sebuah pemandangan menakjubkan akan hadir ke tengah-tengah kita. Masyarakat dapat melihat salah satu fenomena astronomi paling menakjubkan...

Rest Area Travoy KM 207A Ruas Palimanan-Kanci (Palikanci) alami lonjakan pengunjung pada H-5 jelang Hari Raya Idulfitri 1445 H yang jatuh pada Rabu (10/3/2024).

Info Penting Nih! Pengaturan Lalu Lintas serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Balik Angkutan Lebaran 2026

Editor
2 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia...

Pengibaran bendera setengah tiang.(Foto: Setneg)

Try Sutrisno Wafat, Pemerintah Instruksikan Pengibaran Setengah Tiang Selama 3 Hari

Editor
2 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia yang...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.