• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 21 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Partisipasi Pemilih di Pilkada Kota Bandung 2024 ‘Terjun Bebas’, Lebih Anjlok dari Pilpres dan Pileg

Editor
Jumat, 06 Desember 2024 - 09:28
Hari InI KPU Gelar Ralat Pleno, Siapa Pemenang Pilkada Kota Bandung?

Pilkada Kota Bandung 2024 diikuti empat pasangan calon.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG — Tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Kota Bandung, Jawa Barat, ‘terjun bebas’. Bahkan, partisipasi pemilih lebih anjlok dari pelaksanaan Pemilu Presiden dan Legislatif, Februari lalu.

Berdasarkan data yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat (Jabar), tingkat partisipasi masyarakat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Kota Bandung, hanya mencapai 64,78 persen. Partisipasi pemilih ‘terjun bebas’ jika dibandingkan pada Pemilu Presiden dam Legislatif yang mencapai 82,9 persen dari total 1.887.881 daftar pemilih tetap (DPT), Februari lalu.

RelatedPosts

Truk Dalmas Polrestabes Bandung Diserang Massa Perusuh Pakaian Hitam-Hitam

Harga Emas Rabu 21/10/2026 Antam Rp 2.554.000 Per Gram

OJK Optimistis Industri Keuangan Syariah Terus Tumbuh, OJK dan DSN-MUI Gelar Ijtima Sanawi 2026

Ketua KPU Kota Bandung, Khoirul Anam Gumilar Winata, mengatakan, banyak faktor yang mempengaruhi anjloknya partisipasi pemilih di Kota Bandung. Salah satunya, jumlah keberadaan TPS (tempat pemungutan suara) yang berkurang.

“Banyak variabel dan faktor penyebab sehingga angkanya di 64 persen (partisipasi pemilih). Tapi, dari kami, KPU Kota Bandung sudah berupaya maksimal dengan melaksanakan 150 kegiatan di setiap kelurahan meliputi 30 wilayah kecamatan,” ujar Anam, dalam keterangannya, Kamis (05/12/2024).

Anam menyebutkan, jika perbandingannya disamakan dengan Pemilu Presiden Legislatif 2024, misalnya dengan maksimal 300 jadi jumlah sebaran TPS lebih banyak. Sehingga, dari segi jarak tidak jauh sebagai salah satu faktor penyebab.

Anam menjelaskan, turunnya angka partisipasi pemilih terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Anam berjanji, akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait tren penurunan partisipasi pemilih tersebut.

“Banyak variabel dan faktor, yang pastinya akan kami evaluasi secara menyeluruh. Tren penurunan (partisipasi pemilih) juga terjadi secara nasional,” ungkap Anam.

Menurut Pj.Wali Kota Bandung, A Koswara, meski faktanya terjadi penurunan, partisipasi pemilih masyarakat Kota Bandung masih lebih baik dari daerah lain. Kota Bandung masih lebih baik, termasuk dari Ibu Kota Jakarta.

“Kota Bandung masih lebih bagus dibanding daerah lain. Data menyebutkan, kita (Kota Bandung) di 64 persen, di DKI Jakarta hanya 50 persen, juga sama di Kota Bekasi 50 persen, ” ujar Koswara.

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Langlangbuana, Rafih Sri Wulandari, menilai, anjloknya tingkat partisipasi masyarakat di Pilkada Kota Bandung, karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan KPU Kota Bandung.

“Penurunan tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada Kota Bandung, sebetulnya sudah diprediksi. Faktor pertama, masalah trust public kepada penyelenggara Pilkada Serentak 2024, dalam hal ini KPU,” ujar Rafih.

Rafih menyoroti KPU Kota Bandung, yang kurang melakukan sosialisasi kepada masyaraka. Intinya, kurang masif atau gencar dalam melakukan sosialisasi, sehingga masyarakat kurang tersentuh,” sebut Rafih.

Rafih justru melihat, fungsi sosialisasi lebih banyak dilakukan pasangan calon sambil berkampanye. Lebih bahyak oleh pasangan calon, sedangkan KPU sebagai penyelenggara tidak menjalankannya secara maksimal.

“Jadi malah sosialisasi lebih banyak dilakukan pasangan calon calon, karena mereka memiliki kepentingan untuk dipilih. Padahal, kabupaten lain tingkat partisipasi masih cukup tinggi sampai ada di atas 70 persen,” ungkap Rafih.

Selain itu, sempitnya waktu yang diberikan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak setelah Pemilu 2024, Februari lalu. Hal tersebut juga memiliki andil terhadap turunnya antusiasme masyarakat menggunakan hak suara.

“Melihat durasi waktu sangat mepet dan terlalu cepat, sehingga ada kecenderungan menimbulkan kejenuhan di masyarakat. Hal ini bisa ditanyakan mengenani upaya apa saja yang telah dilakukan penyelenggara pemilu untuk meningkatkan partisipasi, dan menjadi catatan penting bagi KPU Kota Bandung dalam penyelenggaraan Pilkada berikutnya,” jelas Rafih.(chd).

Tags: Pilkada BandungPilkada JabarPilkada Kota Bandung

Related Posts

Tangkapan layar massa perusuh melempari truk Dalmas Polrestabes Bandung di Simpang Jalan Dago-Sulanjana.(Foto: Istimewa/Instagram).

Truk Dalmas Polrestabes Bandung Diserang Massa Perusuh Pakaian Hitam-Hitam

Editor
21 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Truk Pengendali Massa (Dalmas) milik Polrestabes Bandung, diserang massa tidak dikenal setelah mengamankan aksi demonstrasi. Massa perusuh tersebut melempari...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Rabu 21/10/2026 Antam Rp 2.554.000 Per Gram

Editor
21 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Rabu 21/10/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.554.000 per gram...

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam sambutan pembuka Pertemuan Tahunan (Ijtima' Sanawi) 2026 yang digelar bersama Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) di Jakarta, Selasa 20 Oktober 2026.(Foto: Humas OJK)

OJK Optimistis Industri Keuangan Syariah Terus Tumbuh, OJK dan DSN-MUI Gelar Ijtima Sanawi 2026

Editor
21 Oktober 2026

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis industri keuangan syariah akan terus bertumbuh sejalan dengan berbagai program dan kebijakan yang...

Menkomdigi Meutya Hafid berfoto dan Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil berfoto bersama dalam rangkaian kegiatan hari kedua Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, Selasa (20/10/2026). Foto: Anhar/Komdigi

Indonesia dan Malaysia Bahas Penguatan Regulasi Pelindungan Anak di Ruang Digital

Editor
21 Oktober 2026

JAKARTA - Indonesia dan Malaysia memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya melindungi anak di ruang digital. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya...

Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho, (Foto: Humas Kemenhaj)

Haji 2027: Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April, Kloter Pertama Terbang 11 April

Editor
21 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah menetapkan rencana perjalanan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi. Melalui keputusan ini, rangkaian perjalanan jemaah...

Kemenpora RI mengajak komunitas anak muda di seluruh Indonesia untuk menunjukkan gagasan kreatif dan inovatif melalui Idea & Booth Competition dalam gelaran Indonesia Youth Summit (IYS) 2026.(dok.Istimewa)

Indonesia Youth Summit 2026 Tampung Gagasan Kreatif & Inovatif

Editor
21 Oktober 2026

JAKARTA- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) mengajak komunitas anak muda di seluruh Indonesia untuk menunjukkan gagasan kreatif dan inovatif...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.