• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 15 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Indeks Kepercayaan Industri Manufaktur November 2024 Naik, Didorong Permintaan Domestik yang Tinggi

Editor
Jumat, 29 November 2024 - 06:28
kinerja Ekonomi jawa barat,indeks harga perdagangan besar,bps

Kawasan industri (bappeda Jabar)

BANDUNG – Kinerja industri manufaktur Indonesia menunjukkan tren positif meskipun di tengah ketidakstabilan kondisi global. Berdasarkan hasil analisis Tim Analis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Kementerian Perindustrian, pada bulan November 2024, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) tercatat mencapai 52,95, yang menunjukkan ekspansi. Angka ini meningkat 0,20 poin dibandingkan dengan Oktober 2024 dan 0,52 poin dibandingkan dengan November 2023.

“Peningkatan IKI bulan November ini ditopang oleh ekspansi 21 subsektor yang menyumbang 99,3% terhadap PDB Industri Manufaktur Nonmigas pada Triwulan II 2024,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (28/11).

RelatedPosts

4 Pelaku Penganiayaan Petugas Jaga Perlintasan KA di Garut Ditangkap

AMSI Sesalkan Gugatan Perdata terhadap Empat Media di Bali, Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan Tidak Dapat Diterima

Pengguna Face Recognition Tembus 5,5 Juta Pada Semester I 2026

Peningkatan ini juga didorong oleh sejumlah faktor, antara lain kenaikan ekspansi indeks pesanan baru sebesar 2,58 poin menjadi 54,2, meskipun indeks persediaan sedikit menurun 1,18 poin menjadi 54,68 dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, sektor produksi menunjukkan kontraksi dengan penurunan 2,84 poin menjadi 49,72 akibat penguatan nilai tukar dolar AS yang menyebabkan kenaikan harga bahan baku impor.

Menurut Febri, meskipun sektor industri berorientasi ekspor menghadapi tantangan berupa penurunan permintaan global, sektor yang berfokus pada pasar domestik mencatatkan kinerja yang lebih baik. “Industri yang berorientasi pasar domestik masih menunjukkan performa yang baik berkat berbagai program pemerintah, seperti hilirisasi industri dan pemberian makan bergizi gratis,” jelasnya.

Indeks IKI bulan November juga menunjukkan kinerja yang baik pada tiga subsektor utama, yaitu Industri Peralatan Listrik, Industri Minuman, dan Industri Pencetakan dan Media Reproduksi. Kinerja subsektor Industri Peralatan Listrik, misalnya, dipengaruhi oleh penyelesaian proyek PLN dan peningkatan permintaan peralatan pengisi daya baterai untuk kendaraan listrik umum (SPKLU). Sementara itu, Industri Minuman didorong oleh persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serta persiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Namun, terdapat dua subsektor yang mengalami kontraksi, yaitu Industri Pengolahan Lainnya dan Reparasi serta Pemasangan Mesin dan Peralatan. Industri Pengolahan Lainnya yang lebih berorientasi ekspor, seperti produk perhiasan dan alat musik, menghadapi penurunan ekspor akibat pelambatan ekonomi negara tujuan ekspor. Sementara itu, subsektor Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan mengalami kontraksi karena penurunan permintaan domestik.

Lebih lanjut, analisis berdasarkan orientasi pasar menunjukkan bahwa IKI untuk industri yang berorientasi pasar domestik lebih tinggi dibandingkan dengan yang berorientasi ekspor. IKI untuk industri domestik tercatat 53,33, sementara IKI untuk industri ekspor berada di angka 52,39. Sebanyak 20 subsektor industri domestik mengalami ekspansi, sementara subsektor yang mengalami kontraksi terutama di sektor pengolahan tembakau dan pengolahan lainnya, yang terdampak penurunan permintaan.

Febri juga menyoroti bahwa IKI yang meningkat ini menunjukkan tingginya permintaan domestik yang didorong oleh keyakinan masyarakat terhadap pemerintahan baru. “Peningkatan keyakinan ini tercermin dalam kegiatan usaha yang lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya, dengan proporsi 30,8% pelaku industri melaporkan kondisi usaha membaik,” tambahnya.

Namun demikian, meskipun pasar domestik menunjukkan optimisme, Febri mengingatkan bahwa perlambatan ekonomi domestik juga dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik global dan ketidakpastian terkait pemilihan presiden di Amerika Serikat. Hal ini menambah tantangan bagi industri manufaktur dalam menjaga stabilitas produksi dan nilai tukar Rupiah.

Sebagai langkah tindak lanjut, Kemenperin menegaskan pentingnya kebijakan pro-industri yang mendukung pasar domestik, termasuk kebijakan pembatasan impor produk jadi, yang akan memperkuat pasar domestik dan mendongkrak nilai IKI industri manufaktur Indonesia.

Tags: industrikemenperinmanufaktur

Related Posts

Ilustrasi aksi pengeroyokan.(Foto:Istimewa).

4 Pelaku Penganiayaan Petugas Jaga Perlintasan KA di Garut Ditangkap

Editor
15 Juli 2026

SATUJABAR, GARUT--Empat pelaku penganiayaan terhadap petugas jaga perlintasan kereta api di Kabupaten Garut, Jawa Barat, berhasil ditangkap polisi. Keempat pelaku...

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI)

AMSI Sesalkan Gugatan Perdata terhadap Empat Media di Bali, Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan Tidak Dapat Diterima

Editor
15 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyesalkan gugatan perdata terhadap empat perusahaan media di Bali yang didaftarkan di...

Face Recognition di Stasiun Kereta Api.(Foto: Humas KAI)

Pengguna Face Recognition Tembus 5,5 Juta Pada Semester I 2026

Editor
15 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 5.555.034 pelanggan KA Jarak Jauh menggunakan fasilitas Face Recognition Boarding...

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Emir Qatar periode 1995–2013, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Presiden mengisi dan menandatangani Book of Condolence di Kedubes Qatar, Jakarta, pada Rabu (15/07/2026).(Foto: Dok. Setneg)

Sambangi Kedubes Qatar, Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa

Editor
15 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Emir Qatar periode 1995–2013, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani....

Jalan Tol Prosiwangi Jasa Marga.(Foto: Dok. Jasa Marga)

Selaras Arah Transformasi Danantara, Jasa Marga Kokohkan Penciptaan Nilai Berkelanjutan

Editor
15 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat transformasi bisnis untuk menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan....

Ilustrasi debt collector mengadang pengendara sepeda motor.(Foto:Istimewa).

Viral! Begal Sepeda Motor Modus Jadi Debt Collector di Bandung, 3 Pelaku Ditangkap

Editor
15 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Viral di media sosial, seorang warga di Kota Bandung, Jawa Barat, menjadi korban aksi begal berpura-pura sebagai penagih utang,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat