• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 5 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRIN Rancang Strategi Pencapaian Swasembada Pangan

Editor
Kamis, 28 November 2024 - 08:19
Jawa Barat resmi menjadi tuan rumah Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan ke-IX yang berlangsung dari Sabtu hingga Selasa, 27-30 Juli 2024.

Jawa Barat resmi menjadi tuan rumah Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan ke-IX yang berlangsung dari Sabtu hingga Selasa, 27-30 Juli 2024.(FOTO: Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG – Guna mencapai swasembada pangan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sesuai dengan salah satu fokus pemerintahan Kabinet Merah Putih 2024-2029, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan memfasilitasi diskusi nasional dalam menyusun rekomendasi kebijakan terkait. Maka akan berlangsung ”Pareto 2024 Simposium Praktisi dan Periset Ekonomi: Merancang Strategi Tepat dan Efektif untuk Mencapai Swasembada Pangan Indonesia” di Kampus BRIN Kawasan Sains Sarwono Prawirohardjo Jakarta pada Kamis – Jumat,, 28-29 November 2024.

Swasembada pangan bukan sekadar tujuan, melainkan sebuah keharusan untuk memastikan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menekankan bagaimana urgensi swasembada pangan di tengan berbagai tantangan global yang terus berkembang. Maka, kebutuhan untuk memproduksi pangan berkualitas dan berkelanjutan menjadi semakin mendesak.

RelatedPosts

Menkomdigi Tegaskan Penundaan Akses Anak ke Media Sosial Berisiko Tinggi

Menuju Industri Berkelanjutan, Kemenperin Fasilitasi Sertifikat Industri Hijau

Fitch Pertahankan Rating Indonesia di BBB, Ini Respon Bank Indonesia

Menurutnya, swasembada pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan 56% produksi pangan guna memenuhi kebutuhan 10 miliar penduduk di tahun 2050, melainkan mulai bergeser ke arah produk pangan yang tidak hanya berkualitas. Itupun yang memenuhi kriteria tertentu seperti aman, sehat, memiliki fungsi dan standar tertentu, serta terjangkau oleh masyarakat. Isu ramah lingkungan dan pangan fungsional juga menjadi orientasi konsumen tersendiri, khususnya untuk kelas ekonomi tertentu.

Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat BRIN Agus Eko Nugroho mengatakan, sebagai salah satu negara kepulauan terbesar, Indonesia menghadapi tantangan unik dalam mencapai ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Terlebih Indonesia sebagai negara agraris, di mana produksi pertanian sangat penting untuk mata pencaharian dan stabilitas ekonomi.

”Isu – isu ketahanan pangan di Indonesia seperti kekurangan gizi, fluktuasi harga pangan, dan dampak perubahan iklim masih menjadi tantangan yang harus dihadapi,” katanya melalui keterangan resmi.

Lebih dari 30% penduduk mengalami kerawanan pangan, terutama di daerah pedesaan. Lantas lagi, walaupun perekonomian Indonesia telah menunjukkan ketahanan dengan fokus pada diversifikasi di luar sumber daya alam, namun kesenjangan pertumbuhan tetap ada. Daerah pedesaan sering tertinggal dari pusat kota dalam pembangunan.

”Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, strategi pencapaian swasembada pangan harus difokuskan pada beberapa titik kunci utama,” imbuh Agus. Kunci utama tersebut yaitu peningkatan keterampilan tenaga kerja di sektor pertanian, terutama dalam penggunaan teknologi modern sebagai kunci untuk mengoptimalkan produktivitas dan pencapaian swasembada pangan serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan; penguatan pembiayaan dan model bisnis yang berkelanjutan, terutama peningkatan aksesibilitas keuangan yang lebih baik bagi petani dan pelaku industri pangan; serta penguatan tata kelola kelembagaan ekonomi serta penerapan teknologi menuju ketahanan pangan, terutama pada sektor produksi dan distribusi, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem pangan nasional.

Maka Pareto 2024 akan memfasilitasi interaksi yang intensif antara periset, akademisi, pemerintah, dan sektor swasta untuk membahas isu-isu pembangunan ekonomi Indonesia di tahun 2025. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kolaborasi pentahelix (akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media) guna merumuskan langkah-langkah strategis dan tepat dalam mencapai swasembada pangan Indonesia.

Hasil simposium ini rencananya akan menjadi rekomendasi startegis yang akan dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan implementasi kebijakan menuju swasembada pangan melalui fokus peningkatan tenaga kerja terampil, penguatan skema pembiayaan, serta penguatan kelembagaan ekonomi berbasis teknologi digital.

Dengan memanfaatkan pendekatan kolaboratif, pemangku kepentingan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang menguntungkan semua segmen masyarakat, terutama populasi yang rentan. Integrasi sektor-sektor ini bukan hanya kebutuhan, namun pada peluang untuk transformasi dalam lanskap ekonomi Indonesia.

Kegiatan ini akan dihadiri oleh Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya dan Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono.

Tags: BRINswasembada pangan

Related Posts

Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan paparan dalam Rapat Tingkat Menteri Sinkronisasi Koordinasi dan Pengendalian (SKP) Pencegahan dan Penanganan Masalah Kesehatan Jiwa pada Anak dan Remaja di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (05/03/2026). Foto: Ardi W/Komdigi

Menkomdigi Tegaskan Penundaan Akses Anak ke Media Sosial Berisiko Tinggi

Editor
5 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah menegaskan kebijakan perlindungan anak di ruang digital tidak bertujuan melarang anak menggunakan internet, melainkan menunda akses...

(Foto: Dok. Kemenperin)

Menuju Industri Berkelanjutan, Kemenperin Fasilitasi Sertifikat Industri Hijau

Editor
5 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus memperkuat transformasi sektor manufaktur menuju industri yang berkelanjutan melalui penerapan konsep industri hijau. Salah...

Fitch Ratings

Fitch Pertahankan Rating Indonesia di BBB, Ini Respon Bank Indonesia

Editor
5 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada BBB dan melakukan penyesuaian outlook...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol

OJK Geledah Kantor PT MASI di Jakarta, Terkait Dugaan Tindak Pidana Pasar Modal

Editor
5 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penggeledahan di kantor PT MASI yang berlokasi di kawasan Sudirman Central Business...

Personel keamanan di Lawang Sewu.(Foto: Humas KAI Wisata)

KAI Wisata Siagakan 3.556 Personel Saat Masa Angkutan Lebaran 2026

Editor
5 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menyiapkan sebanyak 3.556 personel untuk memastikan kelancaran operasional selama masa Angkutan...

Menteri Agama Nasaruddin Umar.(Foto: Istimewa)

Di Bali, Lebaran Mungkin Bersamaan dengan Nyepi, Ini Kata Menteri Agama

Editor
5 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif terkait potensi beririsan antara malam takbiran...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.