• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 23 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Salah Paham Orang Belanda Memberi Nama Garut

Editor
Kamis, 24 November 2022 - 02:25
Salah Paham Orang Belanda Memberi Nama Garut

BANDUNG – Garut berasal dari kata kakarut. Ini sebenarnya salah paham orang Belanda saat bertanya kepada seorang warga lokal yang tangannya berdarah saat menemukan mata air di wilayah itu.

Melansir laman resmi Pemkab garut, cerita ini bermula ketika pembubaran Kabupaten Limbangan di tahun 1811 oleh Daendels yang merupakan Gubernur Jendral Belanda. Alasan pembubaran ini karena produksi kopi di daerah Limbangan menurun.

RelatedPosts

Menelisik Gracie Mansion, Kediaman Resmi Wali Kota New York

Batik Sumedang, Bupati: Kuatkan Identitas Daerah

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Pada tahun 1813, Raffles yang merupakan Gubernur Inggris di Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan tentang pembentukan kembali Kabupaten Limbangan dengan ibu kotanya di Suci. Namun, keberadaan Suci untuk sebuah Kota Kabupaten tidak memenuhi persyaratan dikarenakan kawasannya cukup sempit.

Bupati Limbangan pada saat itu, Adipati Adiwijaya membentuk panitia untuk mencari tempat yang cocok bagi Ibu Kota Kabupaten. Setelah melalui pencarian, panitia menemukan tempat ini dengan mencari lokasinya ke arah Barat Suci sekitar 5 km.

Tanahnya yang subur, mata air yang mengalir ke Sungai Cimanuk serta pemandangan indah dengan dikelilingi Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Guntur, Gunung Galunggung, Gunung Talaga Bodas dan Gunung Karacak, cocok untuk menjadi ibu Kota Kabupaten.

Saat menemukan mata air berupa telaga kecil dengan tertutupi semak belukar berduri (Marantha), seorang panitia tangannya tergores sampai berdarah atau istilah dalam bahasa sunda dinamakan “kakarut”.

Rombongan panitia lain, bersamaan dengan seorang Eropa pun melihat kejadian tersebut. Kemudian orang Eropa itu pun bertanya: “Mengapa berdarah?” lalu orang yang tergores tersebut menjawab bahwa tangannya kakarut. Namun, orang Eropa tersebut tidak fasih dalam menirukan kata “kakarut”, sehingga kata “gagarut” lah yang terucap dari mulutnya.

Para pekerja dalam panitia pun memberi nama tanaman berduri itu “Ki Garut” dan telaganya “Ci Garut”. Ketika menemukan Ci Garut ini, masyarakat sekitar mengenalnya dengan nama Garut. Bupati Kabupaten Limbangan, Adipati Adiwijaya menyetujui cetusan nama Garut sebagai Ibu Kota Kabupaten Limbangan.

Tags: belandaeropagarutkakarutpriangansatujabar

Related Posts

Gracie Mansion, kediaman Wali Kota New York.(Foto: Wikipedia)

Menelisik Gracie Mansion, Kediaman Resmi Wali Kota New York

Editor
22 September 2026

Di tengah jajaran pencakar langit Manhattan yang megah dan modern, berdiri sebuah struktur kayu bergaya Federal yang tenang di tepi...

BATIK SUMEDANG: Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di sela penutupan rangkaian kegiatan Sumedang Membatik Tahun 2026 di Pendopo Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu (20/9/2026) seperti dikabarkan Humas Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Batik Sumedang, Bupati: Kuatkan Identitas Daerah

Editor
20 September 2026

SUMEDANG - Batik Kasumedang didorong tidak sekadar menjadi warisan budaya yang dilestarikan, tetapi berkembang menjadi identitas daerah yang memiliki karakter...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dok. Humas Kemenbud)

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Editor
15 September 2026

MOJOKERTO - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa...

Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari ribuan warga yang tumpah ruah ke jalanan, Minggu (13/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Editor
14 September 2026

KUNINGAN – Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan  bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme...

Salah satu area di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Editor
13 September 2026

Jumlah rumah di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja tak pernah bertambah. Jumlahnya selalu 70 rumah, tak kurang dan...

– Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid 5: Sport n’ Ethno Carnaval”, kegiatan ini resmi dibuka pada Kamis (10/9/2026), bertempat di Stadion Rana Diraksa.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Gelar Budaya dan Olahraga Desa Suganangan Membangun Kolaborasi

Editor
11 September 2026

KUNINGAN – Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.