• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 21 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Salah Paham Orang Belanda Memberi Nama Garut

Editor
Kamis, 24 November 2022 - 02:25

BANDUNG – Garut berasal dari kata kakarut. Ini sebenarnya salah paham orang Belanda saat bertanya kepada seorang warga lokal yang tangannya berdarah saat menemukan mata air di wilayah itu.

Melansir laman resmi Pemkab garut, cerita ini bermula ketika pembubaran Kabupaten Limbangan di tahun 1811 oleh Daendels yang merupakan Gubernur Jendral Belanda. Alasan pembubaran ini karena produksi kopi di daerah Limbangan menurun.

RelatedPosts

Bupati Kuningan Guyub Warga di Acara Marak Ikan

Ngobeng Ikan di Bawah Jembatan Baru Dibangun

Syukuran Nelayan Ujunggenteng di Mata Bupati Asep Japar

Pada tahun 1813, Raffles yang merupakan Gubernur Inggris di Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan tentang pembentukan kembali Kabupaten Limbangan dengan ibu kotanya di Suci. Namun, keberadaan Suci untuk sebuah Kota Kabupaten tidak memenuhi persyaratan dikarenakan kawasannya cukup sempit.

Bupati Limbangan pada saat itu, Adipati Adiwijaya membentuk panitia untuk mencari tempat yang cocok bagi Ibu Kota Kabupaten. Setelah melalui pencarian, panitia menemukan tempat ini dengan mencari lokasinya ke arah Barat Suci sekitar 5 km.

Tanahnya yang subur, mata air yang mengalir ke Sungai Cimanuk serta pemandangan indah dengan dikelilingi Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Guntur, Gunung Galunggung, Gunung Talaga Bodas dan Gunung Karacak, cocok untuk menjadi ibu Kota Kabupaten.

Saat menemukan mata air berupa telaga kecil dengan tertutupi semak belukar berduri (Marantha), seorang panitia tangannya tergores sampai berdarah atau istilah dalam bahasa sunda dinamakan “kakarut”.

Rombongan panitia lain, bersamaan dengan seorang Eropa pun melihat kejadian tersebut. Kemudian orang Eropa itu pun bertanya: “Mengapa berdarah?” lalu orang yang tergores tersebut menjawab bahwa tangannya kakarut. Namun, orang Eropa tersebut tidak fasih dalam menirukan kata “kakarut”, sehingga kata “gagarut” lah yang terucap dari mulutnya.

Para pekerja dalam panitia pun memberi nama tanaman berduri itu “Ki Garut” dan telaganya “Ci Garut”. Ketika menemukan Ci Garut ini, masyarakat sekitar mengenalnya dengan nama Garut. Bupati Kabupaten Limbangan, Adipati Adiwijaya menyetujui cetusan nama Garut sebagai Ibu Kota Kabupaten Limbangan.

Tags: belandaeropagarutkakarutpriangansatujabar

Related Posts

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menabur ikan ke sungai untuk diburu warga.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Bupati Kuningan Guyub Warga di Acara Marak Ikan

Editor
21 Juni 2026

SATUJABAR, KUNINGAN - Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menghadiri kegiatan Marak Ikan Bersama Bupati yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan...

Ngobeng ikan di Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan0

Ngobeng Ikan di Bawah Jembatan Baru Dibangun

Editor
18 Juni 2026

Suasana berbeda terlihat di bawah Jembatan Tentara Pelajar Batalyon 400 Brigade XVII, Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, Rabu (17/6/2026)....

Bupati Sukabumi Asep Japar menyerahkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan secara simbolis kepada para nelayan.(Foto: Dok. Diskominfo Kab Sukabumi)

Syukuran Nelayan Ujunggenteng di Mata Bupati Asep Japar

Editor
16 Juni 2026

Syukuran Nelayan Ujunggenteng memasuki usia ke-60 membawa kesan mendalam bagi Bupati Sukabumi Asep Japar. Baginya, menghadiri puncak peringatan itu tak...

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya Aceh yang hilang diterjang banjir pada akhir November 2025.(Foto: Dok. Humas Kemenag)

Kisah Madrasah yang Hilang Di Terjang Banjir Aceh

Editor
14 Juni 2026

Bencana yang terjadi pada November 2025 itu sungguh memilukan melanda Kawasan Sumatra di bagian utara antara lain Aceh, Sumatra Utara,...

Suasana pagelaran wayang golek di Jasingan Bogor.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Pagelaran Wayang 4 Dalang di Jasinga Bogor

Editor
12 Juni 2026

Pagelaran Wayang Golek 4 Dalang yang menampilkan para seniman pewayangan ternama, yakni Dadan Sunandar Sunarya, Arie Sunarya, Khanha Ade Kosasih...

Peringatan tsunami

Tsunami Besar di Selatan Jawa 400 Tahun Lalu, Begini Faktanya

Editor
9 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Penelitian paleotsunami yang dilakukan di sepanjang pesisir selatan Jawa hingga Bali mengungkap indikasi kuat bahwa tsunami besar...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.