• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 6 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

RW 19 Antapani Tengah Raih Penghargaan dalam Pengelolaan Sampah Mandiri, Tidak Ada Sampah Organik Tersisa

Editor
Selasa, 15 Oktober 2024 - 04:58
Pengelolaan Sampah Mandiri

Pengelolaan Sampah Mandiri.(FOTO: Humas Pemkot Bandung)

BANDUNG – RW 19 Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, terus menunjukkan keberhasilan dalam program pengelolaan sampah mandiri yang telah berjalan sejak 2014. Melalui inisiatif Jasmine Integrated Farming, warga aktif melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah, yang berkontribusi pada kebersihan lingkungan dan meraih penghargaan sebagai juara Program Kampung Iklim (Proklim) tingkat madya.

Yanti, salah satu pengurus Jasmine Integrated Farming, menyebutkan bahwa bank sampah di wilayah tersebut menerima sekitar 350 kg sampah yang sudah dipilah setiap minggu. “Sebagian sampah kami sumbangkan ke pemulung, sebagian dikelola di bank sampah, dan ada yang disedekahkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

RelatedPosts

Realisasi Penerimaan PBB Kota Bandung Tembus Rp307 Miliar

Gini Ratio Jawa Barat Maret 2026 Capai 0,413

Penduduk Miskin Jawa Barat Maret 2026 Sebanyak 6,54 Persen

Dengan jumlah penduduk sekitar 900 jiwa dari 301 KK, RW 19 menghasilkan sekitar 450 kg sampah per hari, dengan timbulan sampah organik mencapai 800-1 ton per pekan. Menjelang puasa, jumlah ini bisa meningkat hingga 1,5 ton. Pemilahan sampah dilakukan dalam beberapa kategori, seperti organik, residu, dan limbah khusus.

Sampah organik diolah menjadi kompos, pakan magot, serta pupuk cair mikroorganisme lokal (MOL), sehingga tidak ada yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Residu seperti popok dan limbah berbahaya lainnya disalurkan ke Dropbox khusus. Selain itu, bank sampah juga menerima minyak jelantah untuk dimanfaatkan lebih lanjut.

Ketua RW 19, Dodi, menjelaskan bahwa edukasi warga dilakukan dengan pendekatan dari rumah ke rumah, di mana mereka juga membagikan ember dan menyediakan troli di setiap RT. “Kami memberikan edukasi secara berkelanjutan agar masyarakat memahami pentingnya pemilahan sampah,” jelasnya.

Petugas pengangkut sampah, termasuk “mamang gerobak,” dilatih untuk memastikan pemisahan sampah saat diangkut. Lurah Antapani Tengah, Teguh Haris Pathon, menegaskan bahwa setiap RT ditargetkan untuk mengumpulkan sekitar 130 kg sampah terpilah per minggu. Saat ini, 60 persen dari 24 RW di wilayah tersebut telah aktif dalam pemilahan sampah.

Sampah organik yang terkumpul diproses menggunakan metode open windrow atau bata tetawang, dengan panen kompos dilakukan setiap 40 hari sekali. Program ini telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk kunjungan dari daerah lain dan kalangan akademisi.

Keberhasilan program pengelolaan sampah di RW 19 Antapani Tengah tidak hanya meningkatkan kebersihan lingkungan, tetapi juga mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir, menjadikannya contoh nyata pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang sukses.

Sumber: Humas Pemkot Bandung/bandung.go.id

Tags: kota bandungOrganiksampah

Related Posts

Perumahan.

Realisasi Penerimaan PBB Kota Bandung Tembus Rp307 Miliar

Editor
5 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Program diskon pokok piutang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendapat sambutan...

Uang Rupiah

Gini Ratio Jawa Barat Maret 2026 Capai 0,413

Editor
5 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pada Maret 2026, Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Jawa Barat yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,413....

penduduk miskin

Penduduk Miskin Jawa Barat Maret 2026 Sebanyak 6,54 Persen

Editor
5 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Penduduk miskin Jawa Barat pada Maret 2026 sebesar 6,54 persen, menurun 0,24 persen poin terhadap September 2025...

Bursa kerja

Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Barat Mei 2026 Sebesar 6,61 Persen

Editor
5 Agustus 2026

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Mei 2026 sebesar 6,61 persen, turun sebesar 0,03 poin dibandingkan dengan Februari 2026 yang sebesar 6,64...

Pelayanan peti kemas di Pelabuhan Patimban Subang Jawa Barat.(Foto: Istimewa)

Ekonomi Jawa Barat Triwulan II-2026 Tumbuh 5,73 Persen Y-On-Y

Editor
5 Agustus 2026

Ekonomi Jawa Barat triwulan II-2026 terhadap triwulan II-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,73 persen (y-on-y) SATUJABAR, BANDUNG - Perekonomian Jawa Barat...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol,POJK,perbankan

OJK Terbitkan POJK Nomor 8 Tahun 2026, Atur Pelaporan dan Permintaan Data Transaksi Industri Pindar

Editor
5 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pelaporan dan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat