• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 8 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Keunggulan Susu Ikan, Mudah Diserap Oleh Tubuh, Efektif Untuk Program Stunting

Editor
Jumat, 11 Oktober 2024 - 06:38
Susu murni

Susu murni.(pexels)

BANDUNG – CEO & Co-Founder Berikan Protein Initiative, Maqbulatin Nuha menyoroti potensi besar kekayaan laut Indonesia yang melimpah sebagai sumber protein, namun ironisnya masih banyak anak Indonesia yang mengalami stunting. Hal itu disampaikan dalam acara Media Lounge Discussion (Melodi) yang diadakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Rabu (9/10).

Nuha mengungkapkan hasil survei Berikan Protein pada tahun 2022, yang melibatkan 65 ribu responden dari 300 kota/kabupaten di Indonesia. Survei tersebut menemukan bahwa 81% orang Indonesia kekurangan protein dengan asupan harian hanya 40 gram per orang, jauh di bawah rekomendasi Kementerian Kesehatan yang menetapkan 57 gram per hari. Temuan ini menjadi dasar inisiatif Berikan Protein untuk mendorong inovasi dalam meningkatkan asupan protein, terutama protein hewani yang penting bagi pertumbuhan anak-anak.

RelatedPosts

Harga Emas Rabu 8/7/2026 Antam Rp 2.641.000 Per Gram

Komdigi Umumkan Tahapan Lanjutan Lelang Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz

Judi Online, Farhan Ancam Pecat PNS Terlibat

Dikatakan Nuha, edukasi serta pengembangan produk terus dilakukan agar masyarakat memahami pentingnya protein dalam pola makan mereka. “Dengan expertise kami di bidang teknologi pangan dan gizi, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk mengatasi masalah kekurangan protein ini. Kami mengembangkan berbagai produk inovatif, termasuk fokus pada protein ikan, yang merupakan sumber protein yang sangat melimpah di Indonesia,” jelas Wanita lulusan Universitas Padjadjaran tersebut.

Berikan Protein juga menyoroti upaya pengolahan ikan yang belum optimal, yang menyebabkan banyaknya hasil tangkapan yang terbuang. Menurut data dari KKP, hanya satu dari tiga ikan yang ditangkap yang sampai ke piring masyarakat Indonesia, sisanya terbuang. “Ini menunjukkan potensi food waste yang besar akibat kurangnya pengolahan ikan tersebut. Melalui program ini, ikan-ikan dengan nilai ekonomi rendah diolah menjadi produk bernilai tinggi untuk membantu mengatasi stunting,” ujarnya.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Bioindustri Laut dan Perairan Darat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ekowati Chasanah menjelaskan bahwa teknologi HPI yang menghasilkan “Susu Ikan” ini juga menjanjikan dalam menghadapi masalah stunting pada anak-anak. Dengan kandungan asam amino esensial yang tinggi, bubuk ikan hidrolisat mampu memenuhi kebutuhan protein dan mempercepat pertumbuhan. Uji coba terhadap hewan menunjukkan bahwa bubuk ikan hidrolisat dapat meningkatkan hormon pertumbuhan lebih baik dibandingkan dengan bubuk ikan non-hidrolisat.

“Hidrolisat memang memiliki banyak keunggulan dibandingkan bentuk protein lainnya, terutama karena protein yang sudah terhidrolisis menjadi lebih pendek sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh, dan memiliki berbagai manfaat kesehatan seperti anti-hipertensi dan sifat fungsional lainnya. HPI juga memiliki potensi sebagai produk untuk mengatasi masalah gizi seperti stunting dan kebutuhan protein tinggi untuk pemulihan kesehatan,” jelasnya.

Riset menunjukkan bahwa pemberian protein ikan terhidrolisis (HPI) pada hewan dapat memberikan peningkatan signifikan pada hormon pertumbuhan dan panjang badan dibandingkan dengan protein ikan yang tidak terhidrolisis. Penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan hormon IGF-1 dan GF pada kelompok yang diberikan HPI (P1) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok non-HPI (P2). Selain itu, panjang tubuh tikus pada kelompok P1 tercatat lebih panjang dibandingkan P2, menunjukkan potensi HPI untuk mendukung pertumbuhan.

Lebih jauh, Chasanah juga menekankan pentingnya menggunakan ikan segar dalam proses produksi agar kualitas tetap terjaga. Selain itu, pemilihan enzim yang tepat sangat penting, karena jika salah, dapat menghasilkan rasa pahit. “Kami memanfaatkan enzim dari mikroba untuk memastikan rasa yang lebih baik dan tidak pahit,” tambahnya.

Proses ini menghasilkan bubuk ikan yang serbaguna dan dapat digunakan untuk berbagai produk pangan, seperti minuman dan biskuit. Teknologi hidrolisat ini menawarkan solusi bagi daerah dengan akses terbatas. “Dengan dikeringkan menjadi bubuk, produk ini lebih mudah dikirim dan disimpan dalam waktu lama,” tuturnya.

Chasanah juga menyebutkan bahwa produk hidrolisat ini memiliki potensi besar di pasar global, seperti produk sejenis yang banyak digunakan untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus atau orang dewasa yang membutuhkan asupan protein tinggi. Dengan berbagai manfaat kesehatan yang ditawarkan, hidrolisat protein ikan diharapkan dapat menjadi solusi pangan yang inovatif dan mendukung peningkatan kesehatan masyarakat.

Sumber: BRIN

Tags: Makan Bergizi GratisSusu Ikan

Related Posts

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Rabu 8/7/2026 Antam Rp 2.641.000 Per Gram

Editor
8 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Rabu 8/7/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.641.000 per gram...

Layanan telekomunikasi.(Foto: Kementerian Komdigi)

Komdigi Umumkan Tahapan Lanjutan Lelang Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz

Editor
8 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Tim Seleksi secara resmi mengumumkan kelanjutan tahapan Seleksi Pengguna Pita Frekuensi...

Ilustrasi judi online.(Foto:Istimewa).

Judi Online, Farhan Ancam Pecat PNS Terlibat

Editor
8 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Judi online masih menjadi momok bagi masyarakat tak terkecuali jajaran aparatur sipil negara (ASN). Oleh karena itu,...

Bandara Husein Sastranegara.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bandara Husein Akan Layani Lagi Rute Singapura dan Malaysia

Editor
8 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Bandara Husein Sastranegara menurut rencana akan diaktivasi lagi pada 17 September 2026. Seiring dengan rencana itu, terbuka...

Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri (PM) Modi yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (07/07/2026).(Foto: BPMI Setpres)

Indonesia-India Komitmen Jaga Perdamaian Dunia

Editor
7 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dan India untuk terus memperkuat kerja sama dalam menjaga perdamaian dan...

Modus penipuan catut nama Wakil Bupati Kuningan.(Image: Diskominfo Kab. Kuningan)

Waspada Penipuan Catut Nama Wabup Kuningan

Editor
7 Juli 2026

SATUJABAR, KUNINGAN - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat