• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 5 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Nadiem Makarim Diakui Gagal, DPR Segera Evaluasi Sektor Pendidikan

Editor
Selasa, 08 Oktober 2024 - 11:23
FOTO: x.com

FOTO: x.com

SATUJABAR, JAKARTA — Selama kepemimpinan Nadiem Makarim, muncul berbagai masalah di sektor pendidikan, termasuk ketidakoptimalan penyerapan anggaran dan ketidakmerataan SDM serta fasilitas pendidikan di Indonesia.

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meminta dilakukannya evaluasi komprehensif terhadap layanan pendidikan nasional untuk memperbaiki kualitas dan distribusinya.

RelatedPosts

BMKG: Dentuman di Bandung Bukan dari Gempa Bumi

Harga Emas Sabtu 5/9/2026 Antam Rp 2.640.000 Per Gram

Pemkot Bandung Hadirkan Infrastrurkur Ramah Pesepeda hingga Disabilitas

Cucun menyoroti fungsi penganggaran yang telah dilakukan DPR periode 2019-2024 yang baru saja menyelesaikan masa baktinya.

Ia pun meminta harus ada evaluasi dari Pemerintah sebagai mitra kerja DPR dalam persoalan anggaran negara.

“Ada beberapa kementerian/lembaga yang ketika meminta persetujuan ke DPR, mereka kemudian jalan sendiri. Karena menggunakan UU yang sudah sedikit diperlebar, pergeseran anggaran,” jelas Cucun.

Cucun menyatakan Banggar Periode 2019-2024 menemukan bahwa dari total anggaran pendidikan APBN 2023 sebesar Rp621,28 triliun, hanya Rp513,38 triliun yang terealisasi.

Dengan demikian, sekitar Rp111 triliun anggaran pendidikan tidak terserap, padahal banyak daerah masih memerlukan bantuan anggaran untuk memperbaiki fasilitas dan mengatasi kesenjangan layanan pendidikan.

Cucun mempertanyakan alokasi anggaran pendidikan yang sangat besar, namun tidak digunakan secara efektif untuk memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Padahal, konstitusi telah mengamanatkan alokasi 20 persen dari APBN untuk sektor pendidikan.

“Uang begitu besar, bukan nggak ada uang lho tapi tidak terserap. Nah ini yang harus dievaluasi ke depan,” kata Cucun menambahkan.

Cucun menyatakan bahwa anggaran yang tidak terserap seharusnya digunakan untuk memperbaiki berbagai masalah yang ada dalam layanan pendidikan nasional.

Ia menegaskan bahwa Indonesia menghadapi darurat guru, di mana banyak guru yang pensiun tetapi jumlah penggantinya belum memadai, sementara aturan pengangkatan guru semakin ketat.(nza)

Tags: anggaran pendidikanNadiem Makarim

Related Posts

BMKG

BMKG: Dentuman di Bandung Bukan dari Gempa Bumi

Editor
5 September 2026

BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Bandung memastikan bahwa fenomena suara dentuman yang terdengar di...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Sabtu 5/9/2026 Antam Rp 2.640.000 Per Gram

Editor
5 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 5/9/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.640.000 per gram...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan hadiri kegiatan Gerakan Nyapedah Nyakola di Balai Kota Bandung, Sabtu 5 September 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pemkot Bandung Hadirkan Infrastrurkur Ramah Pesepeda hingga Disabilitas

Editor
5 September 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong terciptanya lingkungan jalan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan, termasuk...

Koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.(Foto: Kemenhut)

Karhutla Kalimantan, Peluang Hujan Turun 4-8 September 2026

Editor
5 September 2026

PONTIANAK - Pemerintah memaksimalkan potensi awan hujan pada 4-8 September 2026 untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Barat....

Orangutan di habitat hutan Kalimantan.(Foto: Kemenhut)

Orangutan Terdampak Karhutla, Kemenhut Perkuat Call Center

Editor
5 September 2026

PALANGKA RAYA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat jalur pelaporan penyelamatan satwa liar untuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dipimpin Jaksa Agung ST Burhanuddin di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat (04/09/2026).(Foto: Setneg)

Presiden Prabowo Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan Dilakukan Tegas, Transparan, dan Akuntabel

Editor
5 September 2026

BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menerima Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dipimpin Jaksa Agung ST Burhanuddin di...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.