• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 20 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Nadiem Makarim Diakui Gagal, DPR Segera Evaluasi Sektor Pendidikan

Editor
Selasa, 08 Oktober 2024 - 11:23
FOTO: x.com

FOTO: x.com

SATUJABAR, JAKARTA — Selama kepemimpinan Nadiem Makarim, muncul berbagai masalah di sektor pendidikan, termasuk ketidakoptimalan penyerapan anggaran dan ketidakmerataan SDM serta fasilitas pendidikan di Indonesia.

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meminta dilakukannya evaluasi komprehensif terhadap layanan pendidikan nasional untuk memperbaiki kualitas dan distribusinya.

RelatedPosts

Hampir 7 Ton Ikan Sapu-sapu yang Ditangkap Pemprov DKI

Di Madinah, Ratusan Petugas Haji Langsung Ikuti Bimbingan Teknis

OJK Minta BNI Tuntaskan Penyelesaian Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

Cucun menyoroti fungsi penganggaran yang telah dilakukan DPR periode 2019-2024 yang baru saja menyelesaikan masa baktinya.

Ia pun meminta harus ada evaluasi dari Pemerintah sebagai mitra kerja DPR dalam persoalan anggaran negara.

“Ada beberapa kementerian/lembaga yang ketika meminta persetujuan ke DPR, mereka kemudian jalan sendiri. Karena menggunakan UU yang sudah sedikit diperlebar, pergeseran anggaran,” jelas Cucun.

Cucun menyatakan Banggar Periode 2019-2024 menemukan bahwa dari total anggaran pendidikan APBN 2023 sebesar Rp621,28 triliun, hanya Rp513,38 triliun yang terealisasi.

Dengan demikian, sekitar Rp111 triliun anggaran pendidikan tidak terserap, padahal banyak daerah masih memerlukan bantuan anggaran untuk memperbaiki fasilitas dan mengatasi kesenjangan layanan pendidikan.

Cucun mempertanyakan alokasi anggaran pendidikan yang sangat besar, namun tidak digunakan secara efektif untuk memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Padahal, konstitusi telah mengamanatkan alokasi 20 persen dari APBN untuk sektor pendidikan.

“Uang begitu besar, bukan nggak ada uang lho tapi tidak terserap. Nah ini yang harus dievaluasi ke depan,” kata Cucun menambahkan.

Cucun menyatakan bahwa anggaran yang tidak terserap seharusnya digunakan untuk memperbaiki berbagai masalah yang ada dalam layanan pendidikan nasional.

Ia menegaskan bahwa Indonesia menghadapi darurat guru, di mana banyak guru yang pensiun tetapi jumlah penggantinya belum memadai, sementara aturan pengangkatan guru semakin ketat.(nza)

Tags: anggaran pendidikanNadiem Makarim

Related Posts

Ikan sapu-sapu.(Foto: Pemprov DKI Jakarta)

Hampir 7 Ton Ikan Sapu-sapu yang Ditangkap Pemprov DKI

Editor
19 April 2026

Dengan melibatkan 640 personel, jumlah ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap mencapai sekitar 68.880 ekor dengan total berat 6,98 ton. SATUJABAR,...

(Foto: Dok. Kemenhaj)

Di Madinah, Ratusan Petugas Haji Langsung Ikuti Bimbingan Teknis

Editor
19 April 2026

Keberadaan tenaga pendukung sangat vital dalam mendukung kinerja PPIH secara keseluruhan. SATUJABAR, MADINAH - Tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol

OJK Minta BNI Tuntaskan Penyelesaian Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

Editor
19 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk segera menuntaskan penyelesaian kasus yang dialami...

Unifil.(Foto: Unifil)

Personel UNIFIL Asal Prancis Tewas, Indonesia Sampaikan Dukacita dan Solidaritas

Editor
19 April 2026

Indonesia menyatakan solidaritas bersama Prancis dan negara-negara kontributor pasukan lainnya. SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa dan simpati yang...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan, program Sapu-sapu Bandung bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi upaya membangun kebiasaan baru di lingkungan pemerintahan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ribuan Warga Guyub di Acara Sapu-Sapu Bandung

Editor
19 April 2026

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan, program ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi upaya membangun kebiasaan baru di lingkungan pemerintahan....

Ubi jalar atau singkong.(Image:pexels)

BRIN Genjot Hilirisasi Komoditas Singkong dan Pisang

Editor
19 April 2026

Indonesia merupakan penghasil ubi kayu terbesar kedua di dunia setelah Brazil, dengan produksi mencapai 21 juta ton. Namun, umbi singkong...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.