• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 10 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Puluhan Paus Pemandu Terdampar di Alor: Tanda Gangguan Ekosistem?

Editor
Kamis, 26 September 2024 - 06:02
Ikan Paus

Ikan Paus (Ilustrasi/pexels)

BANDUNG – Beberapa pekan lalu, puluhan paus pemandu sirip pendek terdampar di pesisir Kecamatan Pureman, Kabupaten Alor, NTT. Kejadian ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Indonesia, namun menimbulkan kekhawatiran akan adanya gangguan terhadap ekosistem.

Peneliti dari James Cook University, Australia, Putu Liza Kusuma Mustika, yang akrab disapa Icha, menjelaskan bahwa terdamparnya paus dapat disebabkan oleh faktor alami maupun antropogenik. Paus, sebagai mamalia laut yang sensitif terhadap perubahan lingkungan, dapat terganggu oleh penggunaan sonar, pencemaran air, dan kontaminasi sampah laut.

RelatedPosts

HUT RI ke-81: Koleksi Emas Karapan Sapi, Perak Bromo

Harga Emas Senin 10/8/2026 Antam Rp 2.690.000 Per Gram

Taman Nasional Gunung Rinjani: Kebakaran Berhasil Dipadamkan

“Penggunaan sonar di bawah laut dan pencemaran dapat mengganggu sistem navigasi paus yang menggunakan sonar,” ujar Icha melalui keterangan resmi BRIN.

Ia juga menyoroti dampak buruk sampah laut, terutama plastik, yang dapat membunuh paus yang tidak sengaja menelannya. Selain itu, badai matahari dapat menyebabkan gangguan elektromagnetik yang mempengaruhi navigasi paus.

Icha menambahkan bahwa faktor alami, seperti penyakit atau usia tua, juga membuat paus lebih rentan terdampar. “Paus yang sakit atau tua sering terpisah dari kawanan, sehingga lebih mungkin terdampar di pantai,” katanya.

Kejadian ini memerlukan perhatian serius karena paus adalah spesies yang dilindungi. Jejaring penanganan mamalia laut terdampar di Indonesia, yang melibatkan pegiat lingkungan, pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat, terus bekerja sama untuk menangani kasus ini.

Upaya termasuk mengembalikan paus yang masih hidup ke laut dan menguburkan yang sudah mati. Penyelidikan lebih lanjut juga diperlukan melalui nekropsi untuk memahami penyebab spesifik terdamparnya paus.

Riset

Achmad Sahri, Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Oseanografi BRIN, menjelaskan bahwa mereka tengah melakukan riset bersama Icha dan peneliti dari Amerika Serikat untuk memahami pola distribusi kejadian terdamparnya paus di Indonesia. Riset ini mencakup data terdampar selama 26 tahun, dari 1995 hingga 2021.

“Selama periode tersebut, ada 26 spesies paus dan lumba-lumba yang terdampar di perairan Indonesia, dengan paus pemandu sirip pendek menjadi salah satu yang paling sering terdampar,” ungkap Sahri. Dengan memahami pola sebaran kejadian ini, diharapkan upaya penyelamatan biota laut dapat lebih efektif.

Kedua peneliti mengimbau masyarakat di sekitar pesisir untuk melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwenang dan tidak mengganggu paus yang terdampar. Penanganan yang tepat sangat penting untuk keselamatan hewan tersebut.

Melihat meningkatnya frekuensi terdamparnya paus, BRIN dan berbagai pihak akan terus melakukan penelitian untuk mencari solusi pencegahan yang lebih efektif dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem laut.

Tags: BRIN

Related Posts

Koleksi Antam sambut HUT RI ke-81.(Image: logammulia.com)

HUT RI ke-81: Koleksi Emas Karapan Sapi, Perak Bromo

Editor
10 Agustus 2026

HUT RI ke-81 ini, ANTAM hadirkan desain bertema kebudayaan dan keindahan alam Indonesia, seperti varian Emas Karapan Sapi (17 Gram)...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Senin 10/8/2026 Antam Rp 2.690.000 Per Gram

Editor
10 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Senin 10/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.690.000 per gram...

Kebakaran di Taman Nasional Gunung Rinjani.(Foto: Humas Kemenhut)

Taman Nasional Gunung Rinjani: Kebakaran Berhasil Dipadamkan

Editor
10 Agustus 2026

Taman Nasional Gunung Rinjani mengalami kebakaran di Kabupaten Sembalun Kab. Lombok Timur dengan areal terbakar mencapai seluas 30 hektare. LOMBOK...

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Muspida Jatim meninjau langsung penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, Minggu (9/8).(Foto: Humas Kementerian Kehutanan)

Kebakaran Bromo: Menhut dan Muspida Jatim Pantau Kebakaran

Editor
10 Agustus 2026

Kebakaran Bromo membuat kawasan wisata ditutup sementara sebagai langkah untuk memastikan seluruh unsur dapat memusatkan perhatian pada upaya pemadaman kebakaran....

Bendera merah putih sepanjang 500 meter di Festival Merah Putih Kota Bogor.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Bendera 500 Meter di Festival Merah Putih Kota Bogor

Editor
9 Agustus 2026

SATUJABAR, BOGOR – Bendera merah putih dengan panjang 500 meter serta ribuan warga Kota Bogor yang tumpah ruah, menyemarakkan rangkaian...

sumber bahan pangan jagung.(Image: Pixabay)

BRIN Ungkap Ribuan Jenis Bahan Pangan Lokal

Editor
9 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Ekologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Wawan Sujarwo mengungkapkan bahwa...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat