• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 17 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Bunuh Diri di Usia Produktif: Fenomena Kompleks yang Perlu Diketahui

Editor
Sabtu, 27 Juli 2024 - 03:58
Mayat pria mati meninggal jenazah spbu cangkuang

(Ilustrasi mayat/pixabay)

BANDUNG – Bunuh diri merupakan fenomena kompleks yang belum sepenuhnya dipahami, dengan berbagai faktor penyebab yang sulit ditentukan secara spesifik.

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yurika Fauzia Wardhani, mengungkapkan bahwa menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka bunuh diri mencapai lebih dari 800 ribu kasus per tahun, dengan puncaknya terjadi di usia muda.

RelatedPosts

Nikmati Elegansi Prancis, Jiwa Indonesia di Swiss-Belresort Dago Heritage

Merdeka dalam Setiap Gerakan: Swiss-Belresort Dago Heritage Rayakan Hari Kemerdekaan melalui Wellness & Semangat Kebersamaan

Makin Mendunia, Menbud Dukung Akulturasi Pokemon dan Wayang

Data box menunjukkan 921 kasus, juga didominasi oleh kelompok usia muda atau produktif.

Dalam webinar bertajuk “Fenomena Banyaknya Kasus Bunuh Diri pada Usia Produktif, Apa yang Terjadi?”, Yurika menjelaskan selama pandemi pihaknya mencatat lonjakan kasus bunuh diri yang muncul di media sosial.

“Data dari 2012 hingga 2023 menunjukkan bahwa angka tertinggi kasus bunuh diri berada di kalangan remaja dan dewasa muda,” katanya seperti dikutip laman BRIN.

Menurut Yurika, pada usia remaja, faktor-faktor seperti tekanan akademis, harapan tinggi untuk berprestasi, perubahan hormon, emosi, masalah keluarga, serta perundungan dan cyberbullying berkontribusi pada meningkatnya kasus bunuh diri.

Faktor-faktor ini juga relevan bagi usia dewasa, meskipun penyebabnya sering kali serupa.

Selain itu, Yurika juga menyoroti tingginya angka bunuh diri di kalangan lansia dan manula, meskipun kelompok ini sering kali kurang mendapatkan perhatian.

“Pada usia lansia, faktor-faktor seperti kesehatan mental yang menurun, rasa kesepian, penyakit kronis, dan akses yang terbatas untuk mendapatkan pertolongan dapat mendorong seseorang untuk melakukan bunuh diri,” jelasnya.

Dalam hal jenis kelamin, Yurika mencatat bahwa pria memiliki angka bunuh diri yang lebih tinggi. Hal ini dikaitkan dengan norma sosial patriarki yang menekankan bahwa pria harus “lebih tegar” dan kurang terbuka dalam berbagi masalah.

Metode bunuh diri yang umum digunakan termasuk minum racun, menembak diri, melompat dari ketinggian, dan gantung diri.

Solusi

Yurika mengusulkan beberapa solusi untuk mencegah bunuh diri, antara lain: meningkatkan kesadaran dan pendidikan, menyediakan pelayanan kesehatan mental yang lebih baik, memberikan pelatihan dan dukungan kepada keluarga serta komunitas, serta bekerja sama dengan instansi terkait untuk merancang program pencegahan bunuh diri. Dia juga menekankan pentingnya pencatatan dan penelitian yang akurat untuk mendukung upaya pencegahan.

Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN NLP, Indi Dharmayanti, menambahkan bahwa bunuh diri tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga mempengaruhi keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat luas.

“Kehilangan seseorang di usia produktif berarti kehilangan potensi dan kontribusi bagi pembangunan bangsa. Pencegahan bunuh diri adalah tanggung jawab bersama,” tegas Indi.

Menurut Indi, memahami faktor penyebab bunuh diri, termasuk tekanan ekonomi, masalah kesehatan mental, dan kurangnya dukungan sosial, adalah kunci untuk mengembangkan strategi pencegahan yang efektif. “Pendekatan holistik yang melibatkan intervensi medis, psikologis, pendidikan, kampanye kesadaran, dan kebijakan pendukung kesehatan mental sangat penting untuk mengatasi masalah ini,” tandasnya.

Tags: BRINbunuh diri

Related Posts

Swiss-Belresort Dago Heritage

Nikmati Elegansi Prancis, Jiwa Indonesia di Swiss-Belresort Dago Heritage

Editor
17 September 2026

Swiss-Belresort Dago Heritage hadirkan pengalaman kuliner spesial September dan paket kamar khusus dalam rangka Celebrating 39 Years of “Global Vision...

Merdeka dalam Setiap Gerakan: Swiss-Belresort Dago Heritage Rayakan Hari Kemerdekaan melalui Wellness & Semangat Kebersamaan

Merdeka dalam Setiap Gerakan: Swiss-Belresort Dago Heritage Rayakan Hari Kemerdekaan melalui Wellness & Semangat Kebersamaan

Editor
16 September 2026

Dari sesi Pilates yang penuh energi hingga permainan seru bersama karyawan, Swiss-Belresort Dago Heritage merayakan kemerdekaan melalui gerakan, kebersamaan, dan...

Kementerian Kebudayaan mendukung kolaborasi antara budaya Indonesia dan Pokemon, sebagai bentuk akulturasi yang mempertemukan warisan budaya Indonesia dengan budaya populer global. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan The Pokemon Company di Indonesia, yang disampaikan pada acara “Pokemon Press Conference: Future Plans for Indonesia 2026-2027,” di The St. Regis, Jakarta.(Foto: Dok. Humas Kemenbud)

Makin Mendunia, Menbud Dukung Akulturasi Pokemon dan Wayang

Editor
15 September 2026

JAKARTA - Kementerian Kebudayaan mendukung kolaborasi antara budaya Indonesia dan Pokemon, sebagai bentuk akulturasi yang mempertemukan warisan budaya Indonesia dengan...

Festival Ratu dan Raja Buah Kabupaten Bogor 2026.(Foto: Diskominfo Kab Bogor)

Festival Ratu dan Raja Buah Dorong Komoditas Bogor Mendunia

Editor
13 September 2026

CIBINONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong penguatan sektor pertanian, khususnya hortikultura, sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan. Upaya...

Virtual Run, konsep booth Pocari Sweat di Indonesia Sports Summit 2026. (Dok.Suci/Kemenpora)

Indonesia Sports Summit 2026: Virtual Run Beri Wawasan Baru Cara Olah Raga

Editor
13 September 2026

JAKARTA - Perkembangan teknologi turut membawa perubahan dalam cara masyarakat berolahraga. Salah satunya melalui virtual run, konsep lomba lari yang...

Menpora RI Erick Thohir mengunjungi booth TikTok dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu (12/9). (foto:Herry/kemenpora.go.id)

89 Persen Pengguna TikTok Suka Olahraga

Editor
12 September 2026

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menerima pemaparan mengejutkan dari platform media sosial TikTok...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.