• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 15 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Pengelolaan Sampah di Kuningan Punya Nilai Ekonomis & Berkelanjutan

Editor
Kamis, 11 Juli 2024 - 04:01
Pj Bupati Kuningan Iip Hidajat berkunjung ke Desa Kertayasa Kecamatan Sindangagung guna meninjau pelaksanaan Program Bank Sampah Yuni Sarah (Yuk nikmati sampah jadi rupiah) sebagai bentuk terobosan penanggulangan sampah bernilai ekonomis, Kamis (11/07/2024).

Pj Bupati Kuningan Iip Hidajat berkunjung ke Desa Kertayasa Kecamatan Sindangagung guna meninjau pelaksanaan Program Bank Sampah Yuni Sarah (Yuk nikmati sampah jadi rupiah) sebagai bentuk terobosan penanggulangan sampah bernilai ekonomis, Kamis (11/07/2024).

BANDUNG – Pengelolaan sampah di Kuningan harus punya nilai ekonomis dan berkelanjutan, kata Penjabat Bupati Kuningan Raden Iip Hidajat.

Pj Bupati berkunjung ke Desa Kertayasa Kecamatan Sindangagung guna meninjau pelaksanaan Program Bank Sampah Yuni Sarah (Yuk nikmati sampah jadi rupiah) sebagai bentuk terobosan penanggulangan sampah bernilai ekonomis, Kamis (11/07/2024).

RelatedPosts

TPA Pasir Bajing Garut Kembali Dibuka Usai Kebakaran

Grand Opening Bogor Great Mall Dorong Kinerja Investasi Kota Bogor

DPRD Kota Bandung Sahkan Perda Bank Perekonomian Rakyat

Diketahui bahwa TPA (tempat pembuangan akhir) sampah di Kabupaten Kuningan berada di Desa Ciniru Kecamatan Jalaksana yang telah beroperasi dari tahun 2001 dalam waktu dekat akan mengalami over load.

Dengan luasan 5,5 hektar, TPA Ciniru diperkirakan hanya bisa menampung sampah sekitar satu tahun setengah lagi. Dengan estimasi total sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Kabupaten Kuningan setiap harinya adalah 480 ton.

Menurut Iip, Pemerintah Kabupaten Kuningan ingin memulai pengelolaan sampah yang dapat bernilai ekonomi dan berbasis swadaya masyarakat.

“Karenanya kami sangat mengapresiasi kepada Desa Kertayasa yang telah memulai pengolahan sampah bernilai ekonomis ini. Kendatipun ini masih belum sempurna, tetapi ini telah dimulai. Ke depan kami ingin ada standarisasi pengelolaan sampah dimana harapannya hanya 10 persen sampah yang benar-benar tidak berguna lagi yang di buang ke TPA,” katanya dilansir situs Pemkab Kuningan.

Kajian & Studi Tiru

Iip menyebutkan bahwa dalam upaya penanggulangan sampah ini pihaknya telah membuat berbagai kajian, baik akademis maupun kajian lapangan. Salah satunya adalah studi tiru ke Kabupaten Banyumas.

“Kabupaten Banyumas merupakan Kabupaten terbaik dalam pengelolaan sampah. Kenapa engga kita atm saja? (amati,tiru,modifikasi-red). Karenanya kami akan memulai program ini dengan mengedukasi masyarakat terlebih dahulu. Keluarga harus bisa memilah sampah, mana organik mana non organik. Kedepan program di Desa Kertayasa ini harus menjadi contoh atau pilot project yang tujuannya menanggulangi sampah tapi memiliki nilai ekonomis.”

Peninjauan ke Desa Kertayasa untuk melihat pelaksanaan Program Bank Sampah Yuni Sarah (Yuk nikmati sampah jadi rupiah) ini sebagai tindak lanjut Pj Bupati Kuningan saat bertolak ke Kabupaten Banyumas pada hari Rabu kemarin saat meninjau pengolahan sampah terpadu di dua TPST (tempat pengelolaan sampah terpadu) hasil Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang diakomodir oleh Dinas LH disana.

Dipilihnya Kabupaten Banyumas menjadi kunjungan kerja dan studi tiru adalah  karena Kabupaten Banyumas berhasil menjadi daerah terbaik dalam hal pengelolaan sampah di Indonesia dan juga di ASEAN. Kabupaten Banyumas merupakan kabupaten terbaik dalam pengelolaan sampah dengan prosentase sampah yang dibuang ke TPA hanya 9%.

Dengan penerapan Zero Waste to Landfill, Pemerintah Kabupaten Banyumas tidak lagi bergantung sepenuhnya pada keberadaan TPA, tetapi mengandalkan 29 TPST yang tersebar di berbagai daerah untuk mengelola sampah sehari-harinya.

Di TPST tersebut, sampah yang terkumpul nantinya akan diolah sesuai dengan jenisnya (organik, anorganik, dan residu) untuk memaksimalkan pengelolaan sampah yang dipilah, diolah dan menghasilkan produk seperti paving, atap, bata, pupuk kompos serta biji plastik yang memiliki nilai ekonomi, sehingga menghasilkan penghasilan bagi para Kelompok Sadaya Masyarakat.

Bahkan inovasi sampah Banyumas juga dibawa ke Bangkok, Thailand untuk pembelajaran PBB dalam pengelolaan sampah.

Karenanya Iip Hidajat ingin ke depan kabupaten Kuningan melakukan hal serupa. Selain meringankan bebas TPA tetapi juga memberikan penghasilan kepada masyarakat.

Tags: Kuningansampah

Related Posts

TPA Pasir Bajing Garut Kembali Dibuka Usai Kebakaran

Editor
15 Oktober 2026

GARUT - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memastikan penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing hampir sepenuhnya tuntas....

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menghadiri Grand Opening Bogor Great Mall di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (14/10/2026).(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Grand Opening Bogor Great Mall Dorong Kinerja Investasi Kota Bogor

Editor
15 Oktober 2026

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkomitmen mendukung iklim investasi yang kondusif bagi para pengusaha yang ingin menanamkan modalnya di...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dan pimpinan DPRD Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

DPRD Kota Bandung Sahkan Perda Bank Perekonomian Rakyat

Editor
15 Oktober 2026

BANDUNG - DPRD Kota Bandung Raperda tentang Perusahaan Perseroan Daerah Bank Perekonomian Rakyat Kota Bandung menjadi Peraturan Daerah (Perda). Hal...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Kamis 15/10/2026 Antam Rp 2.561.000 Per Gram

Editor
15 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Kamis 15/10/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.561.000 per gram...

Ilustrasi tempat kejadian perkara (TKP).(Foto:Istimewa).

Penemuan Mayat dalam Karung di Cianjur, Diduga Anak Perempuan Berusia 10 Tahun

Editor
14 Oktober 2026

SATUJABAR, CIANJUR--Polisi mengungkap fakta baru terkait penemuan mayat dalam karung di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Mayat yang ditemukan sudah mulai...

Ilustrasi wanita korban kekerasan seksual.(Foto:Istimewa).

Mahasiswi Diduga Dicabuli Oknum Dosen Unpas Bandung, BEM Minta Ditindak Tegas

Editor
14 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Geger dugaan pencabulan kembali terjadi di lingkungan kampus. Seorang mahasiswi dilaporkan diduga dicabuli oknum dosen Universitas Pasundan (Unpas) Bandung,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.