• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 1 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Peningkatan Curah Hujan di Indonesia Dipengaruhi Fenomena Atmosfer

Editor
Selasa, 09 Juli 2024 - 09:35
Peningkatan Curah Hujan di Indonesia

Peningkatan Curah Hujan di Indonesia.(IMAGE: Humas BMKG)

BANDUNG – Peningkatan curah hujan di Indonesia dipengaruhi fenomena atmosfer, ungkap Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati.

Dia mengungkapkan bahwa peningkatan signifikan curah hujan belakangan ini terutama di wilayah barat Indonesia.

RelatedPosts

Harga BBM Pertamina Per 1 Agustus 2026 Area Jawa Barat

Harga Emas Sabtu 1/8/2026 Antam Rp 2.603.000 Per Gram

Menteri Ekraf Apresiasi Kontribusi MS Glow di Ekosistem Kreatif

Fenomena atmosfer itu seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Equatorial menjadi faktor utama yang mempengaruhi kondisi cuaca di Indonesia.

Dalam konferensi pers berjudul “Hujan Lebat pada Musim Kemarau” pada hari Senin (8/7), Dwikorita menjelaskan bahwa fenomena MJO yang sedang aktif saat ini telah menggerakkan kumpulan awan hujan dari Samudra Hindia menuju Samudra Pasifik melalui wilayah Indonesia. Meskipun saat ini sudah masuk musim kemarau, BMKG memperkirakan bahwa potensi hujan lebat masih akan terjadi dalam sepekan ke depan.

Pengaruh gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Equatorial juga turut berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.

Faktor Permukaan Laut

Selain faktor atmosfer, suhu permukaan laut yang hangat di sekitar perairan Indonesia juga memainkan peran penting dalam menciptakan kondisi yang mendukung pembentukan awan hujan di wilayah tersebut.

Menurut BMKG, peringatan dini cuaca telah dikeluarkan untuk wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat petir dan angin kencang, mulai dari tanggal 8 hingga 14 Juli. Wilayah yang terdampak meliputi sebagian besar Sumatra, sebagian Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Namun, untuk pulau Jawa, diprediksikan akan mengalami penurunan potensi hujan mulai tanggal 11 Juli.

Dwikorita juga menjelaskan bahwa fenomena hujan pada musim kemarau di Indonesia tidak terlepas dari letak geografisnya yang strategis, di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta bersinggungan dengan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

“Gangguan cuaca seperti MJO dan gelombang atmosfer lainnya tetap berpotensi mempengaruhi pola cuaca di Indonesia, meskipun sudah masuk musim kemarau,” tambahnya melalui rilis.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menambahkan bahwa dampak dari gangguan fenomena atmosfer ini umumnya hanya berlangsung singkat, yaitu 1-3 hari di setiap wilayah.

Saat ini, kondisi cuaca di Jakarta dan Banten, yang sebelumnya diguyur hujan lebat, sudah mulai membaik dan cerah kembali.

“Kami memprediksi bahwa wilayah Jawa, Banten, Bali, dan Nusa Tenggara akan kembali ke kondisi musim kemarau yang normal dalam waktu dekat,” tutup Guswanto.

Tags: bmkgcuaca saat iniPrakiraan Cuaca

Related Posts

Terminal BBM Pertamina.(Foto: Istimewa)

Harga BBM Pertamina Per 1 Agustus 2026 Area Jawa Barat

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga BBM atau bahan bakar minyak Pertamina area Jawa Barat per Sabtu 1 Agustus 2026 dikutip dari...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Sabtu 1/8/2026 Antam Rp 2.603.000 Per Gram

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 1/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.603.000 per gram...

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya (kanan), berbincang dengan pendiri MS Glow, Gilang Widya Pramana (kiri) dan Shandy Purnamasari (tengah), saat kunjungan kerja ke kantor MS Glow, Malang, Jawa Timur, Kamis (30/07/2026).(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif)

Menteri Ekraf Apresiasi Kontribusi MS Glow di Ekosistem Kreatif

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, MALANG - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan kerja ke kantor MS Glow...

Lokasi penebangan pohon di Jalan Riau Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Buntut Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Wali Kota Bakal Seret ke Meja Hijau

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengambil sikap tegas terhadap dugaan penebangan liar 10 pohon yang terjadi di...

Ilustrasi kebakaran.(Foto:Istimewa).

Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Enam Bulan Tewas Terbakar

Editor
31 Juli 2026

SATUJABAR, CIREBON--Peristiwa kebakaran memilukan melanda bangunan rumah di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Selain menghanguskan bangunan rumah, kebakaran juga merenggut nyawa...

Kekeringan akibat musim kemarau panjang el nino godzilla.(Foto:Istimewa).

El Nino 2026: Hari Tanpa Hujan Terlama di Purworejo Jateng

Editor
31 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Niño akan bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat