• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 11 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Upacara Seren Taun 22 Rayagung Saka Sunda

Editor
Minggu, 30 Juni 2024 - 09:08
Ribuan masyarakat dari dalam maupun luar Kabupaten Kuningan tumpah ruah menyaksikan Puncak Upacara adat seren taun 22 rayagung 1957 Saka Sunda yang digelar oleh Yayasan Tri Panca Tunggal Cigugur, Sabtu (29/06/2024).

Ribuan masyarakat dari dalam maupun luar Kabupaten Kuningan tumpah ruah menyaksikan Puncak Upacara adat seren taun 22 rayagung 1957 Saka Sunda yang digelar oleh Yayasan Tri Panca Tunggal Cigugur, Sabtu (29/06/2024).(FOTO: Humas Kabupaten Kuningan)

Ribuan masyarakat dari dalam maupun luar Kabupaten Kuningan tumpah ruah menyaksikan Puncak Upacara adat seren taun 22 rayagung 1957 Saka Sunda yang digelar oleh Yayasan Tri Panca Tunggal Cigugur, Sabtu (29/06/2024).

Seren taun 1957 Saka Sunda telah dimulai sejak sepekan lalu dengan berbagai sajian pertunjukan sarat makna yang menggambarkan wujud rasa syukur atas limpahan berkah dan karunia yang telah diberikan dalam satu tahun, terutama dibidang pertanian.

RelatedPosts

Batik Sumedang, Kini Sedang Dirintis

Jalan Santai Bersama Kang Dedie, Olahraga Sekaligus Berbagi

Pahlawan Wanita: Segudang Pelajaran di Museum RA Kartini

Rangkaian Acara

Puncak upacara adat seren taun dimulai dengan penampilan tari Jamparing Apsari, memiliki makna sebagai pengetuk hati nurani, pemanah cinta kasih yang diarahkan ke jantung hati. Jamparing berarti busur, dan anak panahnya memiliki istilah berbeda.

Yakni pada satu sisi merupakan senjata yang digunakan untuk membidik dalam konteks berburu dan pada sisi lain memiliki fungsi sebaliknya, yaitu “panah asmara” yang dimaksudkan mengetuk hati nurani manusia.

Alih-alih memanah rasa kesombongan dan amarah, Jamparing Apsari melambangkan panah yang menunjukan rasa welas asih kepada manusia dan Bumi. Apsari sendiri memiliki arti sosok Bidadari.

Dilanjutkan dengan pertunjukan tari Puragabaya Gebang yang memiliki pemahaman akan kesadaran kodrat sebagai manusia.

Selepas itu ada tari maung lugay yang bermakna filosofis  kelincahan dan keperkasaan harimau dalam menjaga lingkungan. Maung lugay juga bermakna bahwa masyarakat sunda haruslah menjadi “maung” manusia unggul dari berbagai bidang.

Selanjutnya pertunjukan Angklung Kanekes, yang diyakini berasal dari masyarakat Kanekes (Baduy), di daerah Banten. Tradisi Angklung Kanekes biasa dilakukan untuk mengiringi ritual bercocok-tanam padi.

Setelah itu pertunjukan Angklung Buncis. Merupakan pertunjukan angklung khas dari Kecamatan Cigugur. Kesenian ini merupakan kreasi sesepuh adat Pangeran Djatikusumah pada tahun 1969, yang memperoleh inspirasi dari keseharian masyarakat Cigugur.

Pertunjukan Tari Buyung yang terkenal, ditampilkan kemudian, memiliki makna menginjak kendi sambil membawa buyung di kepala (nyuhun) yang erat hubungannya dengan ungkapan ‘di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung’.

Selepas itu terdapar helaran memeron, merupakan pagelaran patung-patung simbolik yang diarak dengan beberapa binatang yang dijadikan simbol seperti burung garuda, harimau, naga, kuda dan ikan dewa.

Setiap binatang yang dijadikan memeron memiliki makna-makna tersendiri yang sudah menjadi kepercayaan masyarakat turun-temurun.

Puncak Acara

Di tutup dengan prosesi Ngajayak, merupakan upacara dimana masyarakat melakukan arak-arakan dari berbagai sudut jalan menuju ke gedung cagar budaya Paseban Tri Panca Tunggal sambil membawa hasil panen berupa padi, biji-bijian, buah-buahan dan hasil pertanian lainnya.

Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Kuningan, Iip Hidajat mengapresiasi Yayasan Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur yang tidak pernah mengenal lelah dalam mewujudkan ajeg nya marwah kebudayaan yang berbasis kearifan lokal.

“Ikhtiar melalui seren taun ini merupakan bentuk nyata dalam upaya mengembangkan, melestarikan, dan memanfaatkan obyek-obyek pemajuan kebudayaan,” ujar Iip dikutip situs Pemkab Kuningan.

Iip menyebutkan bahwa Upacara adat seren taun merupakan ikon penting yang berkonstribusi nyata meningkatkan kewibawaan budaya di Kabupaten Kuningan.

“Kita tahu, bahwa seren taun merupakan upacara adat tahunan yang telah memiliki pengakuan baik secara nasional maupun internasional. Hal ini terbukti dengan telah ditetapkannya Upacara adat seren tahun sebagai warisan budaya tak benda (wbtb) tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujar Iip bangga.

Ditataran Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, seren taun juga masuk dalam calender of event 2024. Hal ini, menurut Iip, adalah upaya dalam melestarikan kebudayaan dan  meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke kabupaten kuningan.

Apresiasi

Mewakili Penjabat Gubernur Jawa Barat, Benny Bachtiar selaku Kadisparbud Jawa Barat mengapresasi penyelenggaraan seren taun sebagai upaya penguatan akar kebudayaan sunda.

“Akar budaya sunda selalu berkurang dari tahun ke tahun. Kita berharap, semoga seren taun ini sebagai bukti bahwa Kabupaten Kuningan melalui Cigugur dapat terus menjaga akar budaya sunda melalui kearifan lokal” Ujar Benny.

Selanjutnya, Benny Bachtiar akan terus berupaya mendorong

lebih kuat lagi agar pelestarian kebudayaan melalui seren taun ini dapat dikenal lebih luas lagi baik secara nasional maupun internasional.

Rangkaian puncak upacara seren taun di tutup dengan prosesi penumbukan padi yang dilakukan oleh seluruh tamu undangan dan segenap masyarakat menggunakan halu melalui lesung untuk memisahkan kulit gabah dari beras.

Untuk diketahui, bahwa keseluruhan penampil pertunjukan bukan saja dari Kabupaten Kuningan, tetapi juga berasal dari Kabupaten/ Kota lain di Jawa Barat, sebagai bukti bahwa masyarakat sunda Jawa Barat hadir di Kuningan pada puncak adat seren taun.

Sumber: kuningankab.go.id

Tags: Kuninganrayagungseren tauntahun sunda

Related Posts

Lomba desan batik sumedang.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Batik Sumedang, Kini Sedang Dirintis

Editor
10 Agustus 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang mendorong lahirnya motif batik khas Sumedang yang mampu merepresentasikan sejarah, alam, budaya, dan kearifan...

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Jalan Santai Bersama Kang Dedie, Olahraga Sekaligus Berbagi

Editor
9 Agustus 2026

SATUJABAR, BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mendukung kegiatan peduli antarsesama yang dikemas melalui aktivitas olahraga, Sabtu (8/8/2026)....

Pahlawan Nasional Wanita Indonesia - Museum RA Kartini.(Foto: Dok. Humas Kemenpar)

Pahlawan Wanita: Segudang Pelajaran di Museum RA Kartini

Editor
7 Agustus 2026

JAKARTA – Pahlawan wanita di Indonesia tentu sangatlah banyak di antara sederet nama yang ‘diakui’ pemerintah. Salah satunya adalah Raden...

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya ziarah ke makam Cut Nyak Dien.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Saat Menteri Ekraf Ziarah ke Makam Cut Nyak Dien

Editor
5 Agustus 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Suasa khidmat mewarnai kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya ke Makam Cut Nyak Dien di...

Pemerintah Kota Bandung menghadirkan konsep baru dalam pengembangan literasi dengan menggelar Big Bad Wolf Books 2026 yang dipadukan dengan festival Pages and Plates. Kegiatan yang berlangsung di Bikasoga pada 3–9 Agustus 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Big Bad Wolf, Mendorong Literasi Lewat Event

Editor
4 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Big Bad Wolf (BBW) X-Treme Sale 2026 resmi hadir di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung, Senin, 3...

Helatan Budaya Nyanet Festival 2026 yang diselenggarakan di Lapangan Situgede, Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Kamis (30/7/2026) malam.(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/Diskominfo Kab. Garut)

Bikin Bangga! Nyanet Festival di Garut Masuk Karisma Event Nusantara

Editor
31 Juli 2026

Nyanet Festival 2026, sebuah gelaran budaya daerah diselenggarakan di Lapangan Situgede, Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Kamis (30/7/2026) malam....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat