• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 5 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Wayang Golek: Cerita Singkat & Arti Katanya

Editor
Selasa, 12 Maret 2024 - 10:19
Wayang golek cepot

Wayang golek (pexels)

Wayang golek merupakan salah satu aliran dari kesenian wayang. Umumnya wayang ini dipentaskan di wilayah Parahyangan, Jawa Barat dengan menggunakan Bahasa Sunda.

Namun wayang ini juga dipentaskan di luar wilayah tersebut seperti di Brebes dan Cilacap di Jawa Tengah.

RelatedPosts

Kepada Menbud, Sultan Cirebon Ungkapkan Kondisi Keraton

Meriahnya Cepot Ngabuburit di Geoteater Rancakalong Sumedang

Energi ‘Sunda’ di Hari Jadi Garut Ke-213

Lakon yang dimainkan dalam wayang Golek Purwa adalah kisah Mahabharata dan Ramayana.

Aliran wayang golek ini diperkirakan mulai berkembang di Jawa Barat sejak abad ke-19 M, dipelopori oleh Bupati Bandung Wiranatakusumah III.

Pagelarannya di waktu itu dikhususkan untuk kaum menak (bangsawan), sebelum akhirnya menyebar luas di kalangan masyarakat Sunda.

Pertunjukan seni wayang golek merupakan seni pertunjukan teater rakyat yang banyak dipagelarkan. Selain berfungsi sebagai pelengkap upacara selamatan atau ruwatan, pertunjukan seni wayang golek juga menjadi tontonan dan hiburan dalam perhelatan tertentu.

Sejak 1920-an, selama pertunjukan wayang golek diiringi oleh sinden.

Popularitas sinden pada masa-masa itu sangat tinggi sehingga mengalahkan popularitas dalang wayang golek itu sendiri, terutama ketika zamannya Upit Sarimanah dan Titim Patimah sekitar tahun 1960-an.

 

Etimologi

Wayang adalah bentuk teater rakyat yang sangat populer, terutama di pulau Jawa dan Bali.

Berdasarkan sebuah Naskah Jawa Kuno – yang kemudian diterbitkan Pradnya Paramita pada tahun 1981 – mengatakan bahwa wayang bermula dari khayalan ataupun gagasan tentang bayangan manusia yang dapat ditonton.

Wayang sendiri berasal dari kata wayangan yang artinya adalah bayangan yang memiliki maksud mempertontonkan sebuah lakon lewat bayangan.

Pada mulanya, wayang hanya merupakan hasil khayalan ataupun gagasan yang dilukiskan dalam sebuah daun Tal (ron Tal) yang kemudian mempertontonkan hasil lukisan tersebut lewat bayangan. Mempertontonkan lewat bayangan dilakukan dengan memantulkan lukisan tersebut di atas kain putih dan hanya diterangi lampu. Hal ini membuat orang lain dapat melihat lukisan tersebut dalam bentuk bayangan.

Di Jawa Barat, selain dikenal wayang kulit, yang paling populer adalah Wayang golek . Istilah golek dapat merujuk kepada dua makna, sebagai kata kerja kata golek bermakna ‘mencari’, sebagai kata benda golek bermakna boneka kayu.

Berkenaan dengan wayang golek, ada dua macam di antaranya wayang golek papak (cepak) dan wayang golek purwa yang ada di daerah Sunda.

Kecuali wayang orang yang merupakan bentuk seni tari drama yang ditarikan manusia, kebanyakan bentuk kesenian wayang dimainkan oleh seorang dalang sebagai pemimpin pertunjukan yang sekaligus menyanyikan suluk, menyuarakan antawagu dan lain-lain.

Related Posts

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dan Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon, Luqman Zulkaedin.(Foto: Humas Kemenbud)

Kepada Menbud, Sultan Cirebon Ungkapkan Kondisi Keraton

Editor
4 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima kunjungan Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon, Luqman Zulkaedin, di kantor...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Cepot Ngabuburit Geoteater Rancakalong Sumedang Sabtu (21/2/2026).(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Meriahnya Cepot Ngabuburit di Geoteater Rancakalong Sumedang

Editor
23 Februari 2026

SATUJABAR, SUMEDANG – Ada kegiatan menarik di Geoteater Rancakalong Sumedang pada Sabtu sore (21/2/2026). Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar acara Ngabuburit...

‎(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/ Diskominfo Kab. Garut)

Energi ‘Sunda’ di Hari Jadi Garut Ke-213

Editor
19 Februari 2026

SATUJABAR, GARUT KOTA – Energi ‘Sunda’ itu terasa menyeruak di area Pusat Kota Garut bersamaan dengan Hari Jadi Garut Ke-213....

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, Tanggal 2 dan 14 Februari 2026

Editor
19 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Komite Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumumkan hasil keputusannya atas apa yang terjadi pada laga...

(Foto: Dok. Kemenbud)

Kolaborasi Kemenbud & JKPI Untuk Penguatan Perlindungan Warisan Budaya

Editor
19 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Kolaborasi Kementerian Kebudayaan dan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) terus diperkuat untuk  pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan...

Gaya Lesehan Pimpinan Kota Bogor Serap Aspirasi dari Bogor Leumpunk Club’s.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Gaya Lesehan Pimpinan Kota Bogor Serap Aspirasi dari Bogor Leumpunk Club’s

Editor
17 Februari 2026

Ada yang menarik yang dilakukan oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, dan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.