• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 7 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Saripohatji, Bedak Asal Ciamis yang Bisa Bertahan

Editor
Sabtu, 24 Februari 2024 - 08:06
Saripohatji

Saripohatji

SATUJABAR, BANDUNG – Saripohatji, bedak kecantikan yang melegenda dari Ciamis Jawa Barat.

Di tengah gempuran berbagai jenis bedak kecantikan modern, Saripohatji tetap konsisten bertahan dengan ramuan nenek moyang.

RelatedPosts

Perhatian! Pemkot Bandung Mulai Bangun Halte BRT di 232 Titik

Pemerintah Terbitkan Permen Komdigi Terkait PP TUNAS

All England 2026: Sedih! Wakil Indonesia Berguguran di Babak Perempatfinal

Baik itu komposisi bahan baku alami, cara pembuatan secara tradisional, kemasan, maupun namanya hingga sekarang belum banyak berubah.

Hal tersebut disampaikan Ninawati Syahrul, Peneliti Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan (PR MLTL) Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR Arbastra) dalam Webinar MLTL Seri ke-15 dengan tema Perawatan Kecantikan Perempuan Indonesia dalam Pendekatan Tradisi dan Sains, di Jakarta, Kamis (22/02).

Ia menyampaikan paparannya berjudul Saripohatji: Kebertahanan Kosmetik Tradisional Perempuan Sunda di Ciamis, Jawa Barat.

Menurutnya, Saripohatji merupakan ikon sejarah kosmetik dari Ciamis, yang bermula dari kebiasaan seorang perempuan cantik asli Ciamis bernama Siti Marijah.

Ninawati mengungkapkan alasan mengapa kosmetik tersebut banyak diminati, bahkan sejak 1927.

”Dia merawat wajah dan tubuhnya dengan kosmetik bahan-bahan alami, yang membuatnya kian hari kian glowing. Kosmetik tersebut menarik minat para tetangganya, hingga perempuan Belanda,” tuturnya.

Semenjak peristiwa tersebut, jelasnya, Siti Marijah terinspirasi untuk mendirikan usaha industri rumahan.

ASAL USUL

Asal usul nama Saripohatji berasal dari nama Dewi Beras Saripohatji yang ditemukan dalam legenda Sunda.

Salah satunya yaitu Nyai Pohaci Sanghiyang Asri seorang bidadari atau dewi cantik perlambang kesuburan.

Pada  1960 sampai 1980 usahanya berkembang pesat, sebagai masa kejayaannya. Saripohatji menjadi primadona, khususnya di daerah Ciamis.

Dari keuntungan usahanya tersebut, ia mendirikan Masjid Jami Sifaul Qulub yang berdiri hingga sekarang, dan digunakan oleh masyarakat.

Ia pun diganjar penghargaan oleh Bupati Ciamis karena sudah mengharumkan nama Ciamis, bahkan produk tersebut sudah sampai ke luar negeri.

Menurutnya, pada 2007, produk Saripohatji berhenti sementara karena harus bersaing dengan produk lain. Pada 2011 kembali aktif berproduksi untuk memenuhi permintaan pasar sampai saat ini, dan Nina pun menjelaskan rahasianya.

“Pertama, konsisten dengan komposisi bahan alami, seperti temulawak, temu kuning, tomat, jeruk nipis, dan berbagai ekstrak atau saripati daun, seperti daun pandan, daun jambu, maupun daun asem. Semua bahan alami tersebut diparut, dan diambil ekstraknya. Kemudian, ekstrak tersebut dicampur dengan tepung atau kapur batu alam, serta batu bintang yang didatangkan dari Bangka Belitung,” urainya.

Kedua, terang dia, konsisten pada proses produksi secara tradisional yaitu beras sebagai bahan utama, sedangkan bahan herbal sebagai bahan pendukung yang direndam selama dua hari.

“Kemudian bahan-bahan tersebut ditumbuk, diendapkan, diambil ekstraknya, dicampur dengan tepung beras dan tepung batu alam. Hasilnya dibentuk menjadi kapsul bedak, atau pintilan oleh tangan trampil para pekerja. Agar produk awet, bedak dikeringkan dengan dijemur di bawah sinar matahari,” rincinya.

Ketiga, konsisten dengan orisinalitas kemasan dan nama (brand). Nama Saripohatji yang masih menggunakan ejaan Van Ophuijsen sengaja dipertahankan, agar konsumen tetap mengenali produk dan tidak menghilangkan kharismanya.

Peneliti berikutnya Atisah dari PR MLTL BRIN menyampaikan manfaat Saripohatji yaitu mencegah penuaan dini, menyegarkan, dan mencerahkan wajah.

Menyamarkan flek dan bekas jerawat, mengurangi minyak yang berlebih mengecilkan pori-pori wajah,  mencegah timbulnya jerawat, dan membantu menghilangkan beruntusan.

Ia juga menjelaskan mengenai sistem pewarisan Saripohatji yang bertahan sampai generasi ketiga, mulai 1959 hingga 1971 usaha ini dilanjutkan oleh suaminya, Pak Harjo.

“Setelah Pak Harjo wafat, perusahaan dikelola oleh Ocoh Setiawati sebagai istri kedua, dan Neneng Fatimah istri ketiga sampai 1985. Sepeninggal Neneng Fatimah, usaha dilanjutkan oleh Ocoh Setiawati dan anak-anaknya sampai sekarang,” bebernya.

Popularitas Saripohatji saat ini juga terdongkrak lewat banyaknya konten youtube, dan para vlogger kecantikan yang mengulas efektivitas bedak Saripohatji hingga kini.

Saripohatji mudah dicari, tidak hanya dijual di warung tradisional, juga banyak tersedia dalam penjualan online.

 

Sumber: brin.go.id

Tags: Saripohatji

Related Posts

BRT Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Perhatian! Pemkot Bandung Mulai Bangun Halte BRT di 232 Titik

Editor
7 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan mulai membangun halte Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah titik. Menurut...

Menkomdigi Meutya Hafid menandatangani Peraturan Menkomdigi No. 9 Tahun 2026 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Jumat (06/03/2026). Foto: Ardi W/Komdigi

Pemerintah Terbitkan Permen Komdigi Terkait PP TUNAS

Editor
6 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksanaan dari Peraturan...

Alwi Farhan.(Foto: Dok. PBSI)

All England 2026: Sedih! Wakil Indonesia Berguguran di Babak Perempatfinal

Editor
6 Maret 2026

SATUJABAR, BIRMINGHAM – Sedih memang melihat wakil Indonesia berguguran. Tetapi, ingatlah kata pepatah orang boleh terjatuh tapi jangan sampai kehilangan...

(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Ketika Babah Alun Ngabuburit Bareng Bupati di Alun-Alun Sumedang

Editor
6 Maret 2026

Sore hari di Alun-Alun Sumedang nampak lebih semarak di pertengahan Bulan Ramadan 2026 saat pengusaha yang kerap dijuluki "Raja Jalan...

Putri Kusuma Wardani.(Foto: Dok. PBSI)

All England 2026: Saatnya Putri Tumbangkan An Se-young di Babak 8 Besar

Editor
6 Maret 2026

SATUJABAR, BIRMINGHAM – Satu-satunya andalan tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani harus menjalani laga berat saat harus menghadapi pemain Korea...

(Foto: Humas BMKG

Perhatian! Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncak Kemarau di Agustus

Editor
5 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Musim kemarau 2026 diprediksikan datang lebih awal, ungkap Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurut BMKG, sebagian...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.