SATUJABAR, BANDUNG–Sebanyak 16 anggota kepolisian mengalami luka-luka saat truk Pengendali Massa (Dalmas) milik Polrestabes Bandung, diserang massa perusuh. Aksi penyerangan dengan melempari batu, kembang api, petasan, hingga bom molotov, dilakukan sekelompok orang berpakaian hitam-hitam di simpang Jalan Ir. H. Juanda, atau Dago-Jalan Sulanjana, Kota Bandung.
Sebanyak 16 anggota kepolisian mengalami luka-luka terkena lemparan batu, saat berada di dalam truk Pengendali Massa (Dalmas). Truk Dalmas yang diserang massa perusuh dengan dilempari batu, kembang api, petasan, hingga bom molotov, di simpang Jalan Ir. H. Djuanda, atau Dago-Jalan Sulanjana, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) malam, membawa anggota kepolisian yang baru selesai mengamankan aksi demonstrasi di kawasan Gedung Sate.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Dedi Supriyadi, memastikan, situasi di lokasi pasca kejadian penyerangan, sudah kondusif. Meski begitu, anggotanya tetap bersiaga di lokasi untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Situasi sudah kondusif. Namun, kami tetap menempatkan anggota di lapangan, untuk memastikan Kamtibmas tetap terjaga,” ujar Dedi, dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).
Dedi mengungkapkan, buntut aksi penyerangan sekelompok orang tidak dikenal berpakaian hitam-hitam, sebanyak 16 anggota kepolisian mengalami luka-luka. Mereka mayoritas terkena lembaran batu dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Dari 16 korban anggota Polrestabes Bandung, empat orang diantaranya mengalami luka serius, dengan dislokasi hingga luka sobek, yakni Bripda E, Aipda YS, Bripda YIM, serta Bripka AH. Sementara 12 korban lainnya mengalami luka ringan, yakni Bripka RA, Bripka IA, Aipda FA, Aipda AR, Bripka AG, Bripda F, Bripda AF, Bripda RF, Bripda AF, Bripda FA, Bripda AA, dan Bripda EF.
“Jadi, total ada 16 anggota kita (Polrestabes Bandung) yang terluka. Mereka mengalami ringan dan luka berat, sudah dibawa ke rumah sakit dan ditangani tim medis,” ungkap Dedi.
Dedi menjelaskan, sebelum terjadi aksi penyerangan, truk Dalmas tengah berpatroli menuju kawasan Dago, Cikapayang. setelah selesai melakukan pengamanan aksi demonstrasi. Setibanya di TKP, truk yang membawa anggota kepolisian tiba-tiba diserang, dengan dilempari batu, kembang api, petasan, hingga bom molotov.
Kasus peyerangan oleh massa perusuh berpakaian hitam-hitam, masih didalami Tim Satreskrim Polrestabes Bandung. Namun, berdasarkan rekaman kamera pengawas, CCTV di lokasi, ada kemiripan para pelaku dan pola yang dilakukan dengan kelompok pernah melakukan aksi anarkis sebelumnya.







