UMKM

Wamendag Roro: Waralaba Jadi Akselerator Pengembangan UMKM

SATUJABAR, PALEMBANG – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menilai, waralaba merupakan sektor strategis untuk mempercepat pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan menciptakan perekonomian yang tangguh. Hal tersebut dituturkan Wamendag Roro dalam sambutannya pada Pembukaan Info Franchise and Business Concept (IFBC) 2026 di Palembang, Sumatra Selatan, pada Jumat (17/4).

Wamendag Roro memaparkan, Provinsi Sumatra Selatan mencatat pertumbuhan sebesar 5,35 persen, tertinggi kedua di pulau Sumatra setelah Kepulauan Riau. Hal ini mencerminkan gelombang positif dari aktivitas ekonomi masyarakat yang ditopang oleh sektor pertambangan, industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Ia juga menekankan signifikansi sektor UMKM dalam struktur ekonomi nasional yang tidak dapat dipandang sebelah mata.

“UMKM telah memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dengan angka lebih dari 60 persen. Maka dari itu, untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi ini, dukungan terhadap kewirausahaan perlu terus kita tingkatkan. Perluasan kesempatan berusaha menjadi agenda penting dan waralaba hadir sebagai model bisnis yang efektif. Sifat kemitraan waralaba yang terstandardisasi dan mudah direplikasi sangat potensial bagi UMKM kita,” jelas Wamendag Roro.

Lebih lanjut, angka pertumbuhan ekonomi yang positif tersebut diharapkan tidak menjadi statistik semata, tetapi mampu memberikan dampak nyata dalam menopang ekonomi daerah dan berkontribusi signifikan terhadap ketahanan ekonomi nasional. Untuk mencapainya, diperlukan kolaborasi antarpelaku usaha, pemerintah, dan asosiasi.“ Seluruh pihak harus bertekad untuk bergandengan tangan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Sinergi ini diharapkan menjadi komitmen jangka panjang,” tambah Wamendag Roro.

Apresiasi diberikan Wamendag Roro atas terselenggaranya roadshow IFBC di Palembang, Yogyakarta, dan Jakarta. Ia menilai Pameran IFBC ini tepat sejalan dengan semangat Kementerian Perdagangan yang terus berupaya mewadahi dan mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor. Dengan menghadirkan ruang diskusi yang produktif antarapemilik waralaba (franchisor), calon investor, serta penyedia jasa penunjang seperti logistik dan perbankan, Wamendag Roro optimistis kegiatan tersebut dapat turut mendongkrak pertumbuhan UMKM di wilayah Sumatra Selatan.

Adapun Ketua Asosiasi Franchise Indonesia, Anang Sukandar menyambut baik kehadiran Wamendag Roro sebagai wujud dukungan pemerintah. Ia lantas menjelaskan makna “Grow Beyond Boundaries” yang diangkat sebagai tema sentral pelaksanaan tahun ini. “Kami berharap pameran ini menjadi momentum pemantik bagi masyarakat untuk berani memulai usaha, melampaui tantangan dan berbagai keterbatasan,” tegas Anang.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru menilai, Pameran IFBC menjadi kesempatan yang berharga untuk melakukan komunikasi bisnis dan berbagai penjajakan kemitraan.“Melalui IFBC 2026 ini, warga Palembang mendapatkan keleluasaan memilih mitra bisnisnya. Di sini ada minimarket sebagai ritel modern, kuliner, kecantikan, laundry, hingga jasa pendidikan. Seluruhnya siap bermitra dengan warga Sumatra Selatan dan akhirnya turut mendukung visi 100.000 Sultan Sumatra Selatan yang kami usung,” ujar Herman.

Berdasarkan data yang diolah Kementerian Perdagangan hingga Februari 2026, telah diterbitkan sebanyak 165 Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) untuk pemberi waralaba dalam negeri serta 162 STPW untuk pemberi waralaba luar negeri. “Angka ini mencerminkan tingginya minat investasi di sektor waralaba dan komitmen pemerintah dalam mempermudah tata kelola perizinan bagi pelaku usaha yang ingin melakukan ekspansi,” tandas Wamendag Roro.

Dalam upaya perluasan pasar, Kemendag secara rutin menyelenggarakan Trade Expo Indonesia (TEI) setiap tahunnya sebagai panggung promosi produk unggulan ke pasar internasional. Wamendag menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan yang secara konsisten berpartisipasi dalam ajang tersebut. Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai fasilitasi yang disediakan oleh Kemendag, dari kemitraan dengan ritel modern hingga ekspansi ke pasar global.

Menanggapi hal tersebut, pengusaha muda penggagas Yummy Coin, Bryan Djon menyatakan ketertarikannya untuk ikut serta pada TEI 2026 dan menantikan berbagai kolaborasi dengan Kemendag nantinya. Selain itu, Bryan Djon menyebutkan target Yummy Coin untuk ekspansi di Palembang. Baginya, kesempatan IFBC 2026 di Palembang sangat tepat untuk memfasilitasi tim Yummy Coin menyasar perluasan pasar di luar Jabodetabek.

 

Editor

Recent Posts

Menteri Ekraf Apresiasi Kontribusi MS Glow di Ekosistem Kreatif

SATUJABAR, MALANG - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan…

4 jam ago

Festival Literasi Pages and Plates, Kolaborasi Pemkot Bandung dan Big Bad Wolf

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkolaborasi dengan Big Bad Wolf Books Indonesia dengan…

4 jam ago

Desa Hantu Cicadas Kota Bandung: Warga Kreatif, Dongkrak UMKM

Suasana berbeda tampak di RT 05 RW 06, Kelurahan Cicadas, Kecamatan Cibeunying Kidul. Kawasan permukiman…

4 jam ago

Buntut Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Wali Kota Bakal Seret ke Meja Hijau

SATUJABAR, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengambil sikap tegas terhadap dugaan penebangan liar…

5 jam ago

Piala Presiden 2026: Tembakan Kanon Balsa Sekulic Menangkan Persib 1-0

SATUJABAR, JAKARTA - Piala Presiden 2026 berlangsung dari tanggal 25 Juli hingga 6 Agustus 2026.…

5 jam ago

Piala AFF 2026: Indonesia Kalahkan Timor Leste 3-0

SATUJABAR, BANDUNG - Piala AFF 2026 atau Asean Hyundai Cup 2026 digelar 24 Juli –…

16 jam ago

This website uses cookies.