Berita

Viral! Tidak Bisa Bayar Ambulans Bapak di Sukabumi Bawa Anak Kejang Dirujuk ke Rumah Sakit Pakai Sepeda Motor

SATUJABAR, SUKABUMI–Video seorang bapak membawa anak balitanya sakit panas menggunakan sepeda motor menembus hujan, dirujuk dari puskesmas ke rumah sakit di Sukabumi, Jawa Barat, viral di media sosial (medsos). Tindakan terpaksa menyelamatkan anaknya yang sedang kejang tersebut, setelah tidak memiliki uang untuk bisa membayar ambulans.

Video viral di media sosial (medsos), bapak membawa anak balitanya sakit menggunakan sepeda motor menembus hujan, dirujuk dari puskesmas ke rumah sakit, terjadi di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi. Kejadiannya, Jum’at (23/05/2025), sekitar pukul 09.00 WIB.

Balita perempuan berusia 21 bulan, dibawa menggunakan sepeda motor dengan digendong ibunya. Bapaknya yang diketahui bernama Jatnika alias Abah Ajat, mengendarai sepeda motor dari Puskemas Cibitung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, berjarak sekitar 10 kilometer.

Dalam pengakuannya, Abah Ajat terpaksa membawa anak balitanya yang sedanh sakit dengan sepeda motor dari Puskesmas Cibitung, yang harus dirujuk ke RSUD Jampang Kulon. Abah Ajat tidak memiliki uang untuk bisa bayar biaya ambulans.

“Dari puskesmas, harus dibawa ke Rumah Sakit Jampang Kulon. Saya pulang dulu mengambil persyaratan, dan kembali lagi ke puskesmas harus bayar pendaftaran Rp.25 ribu, dan administrasi ambulans Rp.200 ribu,” ujar Abah Ajat, Jum’at (23/05/2025).

Dari rumahnya di Kampung Babakan Baru, Desa Banyumurni, Kecamatan Cibitung, ke puskesmas, berjarak 2,5 kilometer. Abah Ajat kemudian memutuskan membawa anak balitanya yang sedang kejang menggunakan sepeda motor menembus hujan, karena alasan tidak memiliki uang buat bayar.

Puskesmas Cibitung membenarkan, kedatangan pasien balita denga keluhan sakit panas. Penanganan awal dilakukan kemudian disarankan dirujuk ke rumah sakit.

“Benar ada pasien balita datang dengan keluhan panas dan kejang, dan dilakukan penanganan awal. Setelah di-assessment disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit. Saat diminta administrasi untuk dibuat rujukan, orangtuany tidak membawa indentitas kartu keluarga dan E-KTP,” ujar Kepala Puskesman Cibitung, dr. Deddy Agus Syahputra.

Orangtua balita juga tidak memiliki kartu jaminan sosial, sehingga berobat dengan kategori pasien umum. Pasien umum dikenakan biaya untuk bisa menggunakan ambulans sesuai jarak yang ditempuh.

Biaya menggunakan ambulans sesuai dengan Perda (Peraturan Daerah) yang berlaku, biaya tarif dasarnya Rp.150 ribu, ditambah Rp.11 ribu jarak per kilometer.

Jarak dari puskesmas ke RSUD Jampang Kulon lima kilometer, sehingga keluar angka Rp 200 ribu. Setelah dijelaskan, pihak keluarga memilih memutuskan membawa sendiri anak balitanya,

tanpa ada rasa keberatan masalah biaya dan protes.(chd).

Editor

Recent Posts

Nirmal Purja, Pendaki Legenda Bintang Netflix, Gugur Diterjang Longsoran Salju

Nirmal Purja, Pendaki Legenda Bintang Netflix, Gugur Diterjang Longsoran Salju di area Broad Peak pada…

17 menit ago

Konservasi: Kemenhut Telusuri Koridor Gajah di Benakat Sumsel

SATUJABAR, BOGOR - Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan (P2HB) Kementerian Kehutanan bersama Balai Konservasi Sumber Daya…

6 jam ago

Terminal LPG Tanjung Sekong Pasok 40 Persen LPG Nasional

SATUJABAR, CILEGON – Terminal LPG Tanjung Sekong menjadi salah satu infrastruktur strategis Pertamina dalam menjaga…

7 jam ago

BNPB Latih Para Relawan lewat KEMBARA di Ciamis

SATUJABAR, CIAMIS – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten…

7 jam ago

Kemenhaj Pastikan Sanksi Tegas Travel Penelantar Jemaah

SATUJABAR, JAKARTA – Kemenhaj atau Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk…

7 jam ago

Zikir dan Doa Kebangsaan 2026: 100.000 Orang Hadiri Padati Monas

SATUJABAR, JAKARTA - Suasana khidmat menyelimuti kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta,, saat pemerintah menggelar Zikir…

7 jam ago

This website uses cookies.