SATUJABAR, PATUMWAN THAILAND – Ganda campuran Indonesia. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah berhasil mengalahkan pemain China Zhu Yi Jun/Li Qian 19-21, 21-9, 21-14 pada babak 32 besar Thailand Masters 2026 yang berlangsung Rabu (28/1/2026).
Kepada Humas PBSI, Amri Syahnawi mengakui pertandingan berlangsung ketat namun bersyukur bisa memenangkan laga.
“Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan dan tanpa cedera. Game pertama lawan bagus dalam permainan cepatnya dan kami malah meladeni, di akhir game kami kurang tenang jadi kalah. Game kedua dan ketiga kami lebih pegang kendali, atur bolanya dulu baru melakukan finishing dengan baik.
“Secara keseluruhan permainan kami sudah balik dan kami makin dapat lagi kepercayaan dirinya tadi. Jadi Lebih tenang dan yang kita persiapkan saat latihan bisa keluar.”
Sementara itu Nita Violina Marwah mengemukakan sempat mengalami gangguan focus saat bermain. Akan tetapi, akhirnya bisa diatasi.
“Tadi pemain pria (Zhu Yi Jun) pegangan raketnya pakai tangan kiri, karena keseringan melawan pemain tangan kanan, kadang kami jadi lupa. Secara keunggulan lawan, pemain prianya punya variasi pukulan yang banyak dan powernya kencang. Untuk pemain wanitanya permainan depannya cepat dan ada bola tidak terduga dan kami kira dia tidak dapat, tapi dia masih dapat.”
Sementara itu, pasangan Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindiya Wardana kalah dari pasangan Jepang Akira Koga/Natsu Saito 11-21, 14-21.
Dejan Ferdinansyah mengakui pasangan lawan bermain sangat solid. Pertahanan mereka sulit ditembus.
“Di sini bolanya berat jadi dengan mereka yang bermain kuat dan tahan, ini jadi keuntungan buat mereka. Kami sudah mencoba segala cara buat nyepetin ataupun ngelambatin tapi pertahanan mereka susah dimatikan, malahan saat kami yang diserang kami yang kurang solid, banyak bola tanggung dan banyak bola balik yang kurang bagus.”
“Kami baru pertama kali bertemu lawan dengan pola main seperti tadi dan keadaan bola juga berat dan disitu kami jadi bingung sendiri saat menyerang tapi tidak tembus. Jadi untuk ke depannya saat kami tidak bisa mematikan musuh, kami harus perbanyak lagi variasi untuk menyerang.”
Sementara itu, Bernadine Anindiya Wardana juga mengatakan keunggulan lawan terlihat dari pertahanan.
“Pemain Jepang terkenal awet dan ulet dan tadi mereka main apa aja udah enak, jadi kami sudah tertekan duluan. Kedepannya kami harus memperbaiki chemistry dan terus meningkatkan pola permainan.”





