Berita

Terancam Ambruk, Fondasi Jembatan Cipager Tergerus Banjir Cirebon

Petugas Satlantas Polresta Cirebon bersama Dishub Kabupaten Cirebon mengambil langkah antisipasi dengan mengalihkan arus lalu lintas.

SATUJABAR, CIREBON – Banjir menerjang delapan desa di lima kecamatan di Kabupaten Cirebon, akhir pekan kemarin. Tak hanya merendam permukiman, banjir dengan arus deras itu juga membuat fondasi Jembatan Cipager di Kecamatan Sumber menjadi tergerus.

Kondisi jembatan penghubung Cirebon – Majalengka itupun menimbulkan kekhawatiran warga. Dari rekaman video yang viral di media sosial, kondisi fondasi jembatan terlihat sudah terkikis akibat arus deras Sungai Cipager dan dikhawatirkan membuat jembatan terancam ambruk.

Petugas Satlantas Polresta Cirebon bersama Dishub Kabupaten Cirebon pun  mengambil langkah antisipasi dengan mengalihkan arus lalu lintas pada Sabtu (18/1/2025). Hal itu khusus untuk kendaraan berat untuk mengurangi tekanan pada struktur jembatan tersebut.

Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat juga bergerak cepat menangani kondisi tersebut. Sebagai angkah awal, saat ini telah dilakukan penutupan sementara jembatan kecil yang biasa digunakan kendaraan roda dua demi keamanan.

“Kami tutup sementara jembatan kecil untuk kendaraan roda dua. Sedangkan untuk jembatan besar, setelah dilakukan penilaian, fondasi dasar (abutment) dan tanah di sekitarnya masih dalam kondisi kuat,” ujar Kepala DBMPR Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono, dalam siaran persnya, Ahad (19/1/2025).

Sebagai bagian dari penanganan darurat, DBMPR Jawa Barat juga segera melakukan pemasangan bronjong di sekitar fondasi. Hal itu untuk memperkuat struktur serta mengurangi risiko erosi yang diakibatkan oleh aliran sungai.

“Kami pastikan pemasangan bronjong berjalan cepat untuk menjaga stabilitas fondasi jembatan dan mencegah kerusakan lebih lanjut,” kata Bambang.

Bambang menjelaskan, pihaknya melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan VI DBMPR Jawa Barat, juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatur lalu lintas di sekitar lokasi.

“Kami bekerja sama dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Cirebon untuk memastikan pengaturan dan pembatasan kendaraan sementara berjalan lancar,” ujarnya.

Banjir bandang yang melanda Sungai Cipager tidak hanya merusak fondasi Jembatan Cipager, tetapi juga menyebabkan pemukiman di sekitar sungai terendam air. Jembatan Cipager selama ini memiliki peran strategis sebagai penghubung utama antara Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Majalengka.

DBMPR Jawa Barat memastikan bahwa penanganan darurat itu akan diikuti dengan evaluasi lebih lanjut untuk menjamin keamanan dan fungsi jembatan dalam jangka panjang. Pemda Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk menangani infrastruktur yang terdampak bencana secara cepat dan efektif demi keamanan serta kenyamanan masyarakat.(yul)

Kiriman video warga

Editor

Recent Posts

AirAsia HYROX Jakarta Digelar 27-28 Juni 2026

AirAsia HYROX Jakarta yang akan berlangsung pada 27–28 Juni 2026 di Nusantara International Convention Center,…

8 menit ago

Indonesia Siap Cetak Generasi Emas Renang

SATUJABAR, JAKARTA - Indonesia Short Course Emerging Series 2026 secara resmi dibuka pada Kamis 4…

12 menit ago

Pesta Dadung, Merawat Akar Budaya Kuningan

Pesta Dadung menjadi simbol harmonisasi hubungan manusia dengan alam. Tradisi ini mengajarkan bahwa seluruh makhluk…

2 jam ago

Industri Keramik Didorong Masuk Empat Besar Produsen Dunia

SATUJABAR, JAKARTA - Industri keramik nasional terus menunjukkan prospek yang menjanjikan dan menjadi salah satu…

2 jam ago

Mendag Tanda Tangani Revisi Permendag 31/2023 Terkait PMSE

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso hari Kamis, (4/6) telah menandatangani Rancangan Peraturan Menteri…

2 jam ago

Harga Minyakita Disepakati Naik, Ini Alasannya

SATUJABAR, JAKARTA – Harga Minyakita disepakati naik dalam dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Tingkat Menteri…

2 jam ago

This website uses cookies.