• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 3 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Surplus Perdagangan RI Februari 2026 Tembus USD 1,27 Miliar

Editor
Jumat, 03 April 2026 - 07:44
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso secara resmi melepas ekspor perdana 8.872 pasang alas kaki buatan CV Rumah Jeddiah, sebuah UMKM asal Surabaya, ke Kuwait.(Foto: Dok. Kemendag)

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso secara resmi melepas ekspor perdana 8.872 pasang alas kaki buatan CV Rumah Jeddiah, sebuah UMKM asal Surabaya, ke Kuwait.(Foto: Dok. Kemendag)

SATUJABAR, JAKARTA – Kinerja perdagangan Indonesia kembali mencatatkan capaian positif. Neraca perdagangan pada Februari 2026 membukukan surplus sebesar USD 1,27 miliar, meningkat USD 0,32 miliar dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar USD 0,95 miliar. Surplus Februari 2026 ditopang kinerja sektor nonmigas yang mencatatkan surplus USD 2,19 miliar, sementara sektor migas defisit USD 0,92 miliar.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, konsistensi surplus neraca perdagangan Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah dinamika global. Capaian ini sekaligus memperpanjang tren surplus perdagangan Indonesia menjadi 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

RelatedPosts

Konflik Timur Tengah Ganggu Pasok Aspal Ke Indonesia

OJK Lantik Pejabat OJK Pusat dan Daerah

Gempa Sulut-Malut: Layanan Telekomunikasi Sudah Pulih 98,2 Persen

“Capaian surplus selama 70 bulan berturut-turut mencerminkan fundamental perdagangan Indonesia yang tetap kuat. Kinerja ini terutama ditopang oleh ekspor nonmigas yang terus menjadi motor penggerak utama surplus neraca perdagangan kita,” ujar Mendag Busan melalui keterangan resminya.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari–Februari 2026 mencatatkan surplus sebesar USD 2,23 miliar. Surplus tersebut berasal dari surplus nonmigas sebesar USD 5,42 miliar yang mampu menutup defisit migas sebesar USD 3,19 miliar.

Dari sisi mitra dagang, surplus terbesar selama dua bulan pertama 2026 diperoleh dari Amerika Serikat (AS) sebesar USD 3,11 miliar, diikuti India USD 2,29 miliar, dan Filipina USD 1,54 miliar. Sementara itu, defisit terdalam terjadi dengan Tiongkok sebesar USD 4,99 miliar, disusul Australia USD 1,69 miliar, dan Singapura USD 1,48 miliar.

 

Ekspor Ditopang Industri, Komoditas Strategis Melonjak

Untuk periode Februari 2026, kinerja ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 22,17 miliar atau tumbuh tipis 0,05 persen dibandingkan Januari 2026 (MtM) dan meningkat 1,01 persen dibandingkan Februari tahun lalu (YoY). Pertumbuhan ini didorong ekspor nonmigas yang naik 1,30 persen di tengah penurunan ekspor migas sebesar 4,25 persen (YoY).

Kemudian, secara kumulatif Januari–Februari 2026, total ekspor mencapai USD 44,32 miliar atau tumbuh 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (CtC). Kinerja tersebut ditopang ekspor nonmigas yang meningkat 2,82 persen menjadi USD 42,35 miliar, sementara ekspor migas turun 9,75 persen menjadi USD 1,97 miliar.

Struktur ekspor Indonesia secara kumulatif masih didominasi sektor industri pengolahan dengan kontribusi mencapai 83,61 persen terhadap total ekspor. Sementara itu, sektor pertambangan dan lainnya menyumbang 10,08 persen, sektor migas 4,45 persen, serta pertanian 1,86 persen.

Pertumbuhan ekspor nonmigas pada Januari–Februari 2026 didorong ekspor sektor industri pengolahan sebesar 6,69 persen (CtC). Sebaliknya, ekspor sektor pertanian turun 25,99 persen serta sektor pertambangan dan lainnya turun 16,34 persen (CtC).

Di sisi lain, komoditas nonmigas yang mencatatkan pertumbuhan ekspor tertinggi, antara lain, timah dan barang daripadanya (HS 80) yang melonjak 89,01 persen, nikel dan barang daripadanya (HS 75) naik 55,97 persen, serta lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) yang tumbuh 28,79 persen (CtC).

“Peningkatan ekspor sejumlah komoditas utama tidak terlepas dari faktor harga di pasar global. Harga timah tercatat melonjak 59,87 persen dan nikel naik 13,88 persen selama Januari–Februari 2026. Peningkatan harga ini mendorong kenaikan nilai ekspor kedua komoditas tersebut,” terang Mendag Busan.

Sementara itu, peningkatan ekspor lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) lebih didorong oleh permintaan global. Di tengah penurunan harga minyak kelapa sawit (palm oil) sebesar 4,27 persen (CtC) (World Bank Commodity Price Data (The Pink Sheet), 3 Maret 2026), volume ekspornya justru meningkat signifikan sebesar 34,46 persen (CtC).

Dari sisi pasar ekspornya, Tiongkok, AS, dan India masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan total nilai mencapai USD 18,57 miliar atau 43,85 persen dari total ekspor nonmigas nasional. Namun demikian, pertumbuhan ekspor tertinggi justru terjadi di pasar nontradisional. Uni Emirat Arab mencatatkan kenaikan sebesar 68,62 persen, diikuti Spanyol 54,63 persen, dan Mesir 38,77 persen (CtC). Secara kawasannya, ekspor ke Asia Tengah lainnya yang meliputi Uzbekistan, Tajikistan, dan Turkmenistan melonjak paling tinggi hingga 146,11 persen, disusul Kawasan Karibia sebesar 22,26 persen, dan Afrika Utara 22,14 persen.

 

Impor Barang Modal Melonjak, Indikator Perbaikan Industri

Kinerja impor Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar USD 20,89 miliar. Secara bulanan, nilai tersebut terkontraksi 1,45 persen dibandingkan Januari 2026 (MtM), namun masih tumbuh 10,85 persen dibandingkan Februari 2025 (YoY). Peningkatan impor secara tahunan terutama didorong impor nonmigas yang tumbuh 18,24 persen (YoY) di tengah penurunan impor migas sebesar 30,36 persen (YoY).

Selanjutnya, secara kumulatif Januari–Februari 2026, total impor mencapai USD 42,09 miliar atau naik 14,44 persen dari Janurari—Februari 2025 (CtC). Kenaikan tersebut ditopang impor nonmigas sebesar 17,49 persen, sementara impor migas terkoreksi sebesar 3,50 persen (CtC).

Sementara itu, dilihat dari golongan penggunaan barangnya (BEC), seluruh komponen impor mencatatkan pertumbuhan. Impor barang modal meningkat paling tinggi sebesar 34,44 persen, diikuti barang konsumsi 15,60 persen, dan bahan baku atau penolong 9,27 persen (CtC).

Mendag Busan menyatakan, kenaikan impor barang modal dan bahan baku atau penolong pada Januari–Februari 2026 merupakan indikator positif bagi industri nasional. “Hal ini selaras dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur S&P Global Indonesia yang meningkat ke level 53,8 pada Februari 2026, tertinggi sejak Maret 2024, memberikan sinyal positif bagi kinerja perdagangan Indonesia di kemudian hari,” ujar Mendag Busan.

Dari sisi komoditasnya, lonjakan impor nonmigas tertinggi terjadi pada kendaraan udara dan bagiannya (HS 88) yang meningkat signifikan sebesar 869,38 persen. Selain itu, impor logam mulia, perhiasan, dan permata (HS 71) naik 91,85 persen, serta garam, belerang, batu, dan semen (HS 25) tumbuh 63,62 persen (CtC).

Berdasarkan negara asalnya, impor nonmigas Indonesia masih didominasi oleh Tiongkok, Australia, dan Singapura dengan kontribusi gabungan mencapai 53,47 persen. Di sisi lain, negara asal impor nonmigas dengan pertumbuhan tertinggi, antara lain, Prancis yang naik 258,88 persen, Uni Emirat Arab 138,26 persen, serta Singapura 102,75 persen (CtC).

Tags: budi santosomendagMenteri PerdaganganSurplus Perdagangan RI

Related Posts

Perbaikan jalan di Kota Bandung.

Konflik Timur Tengah Ganggu Pasok Aspal Ke Indonesia

Editor
3 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, termasuk dinamika di kawasan Timur Tengah yang memicu ketidakpastian terhadap suplai...

(Foto: Dok. OJK)

OJK Lantik Pejabat OJK Pusat dan Daerah

Editor
3 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi melantik dan mengambil sumpah jabatan sejumlah pejabat OJK di Jakarta,...

transformasi digital

Gempa Sulut-Malut: Layanan Telekomunikasi Sudah Pulih 98,2 Persen

Editor
3 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara tetap terjaga dan pulih dengan cepat...

(Foto: Diskominfo Kota Bogor)

Warga Kota Bogor Jalani Vaksinasi HPV

Editor
3 April 2026

SATUJABAR, BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) yang digelar Balai Pengawas...

Bupati Bogor, Rudy Susmanto (baju hitam) bersama jajaran jalani tes urine.(Foto: Diskominfo Kab Bogor)

Bupati Bogor: ASN Jalani Tes Urine Narkoba Secara Acak

Editor
3 April 2026

SATUJABAR, CIBINONG - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memerangi penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang....

Patung Kuda Kuningan.(Web)

Ini Dia Indikator Makro Pembangunan Kabupaten Kuningan Tahun 2025

Editor
3 April 2026

SATUJABAR, KUNINGAN - Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan menyampaikan Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (RLPPD) Tahun 2025 sebagai bentuk keterbukaan informasi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.