Berita

Setelah Indramayu Barat, Pembentukan Provinsi Cirebon Kembali Bergema

Jumlah penduduk di Provinsi Jawa Barat yang mencapai 49,86 juta jiwa pada tahun 2023, merupakan alasan kuat pemekaran wilayah.

SATUJABAR, INDRAMAYU — Isu pemekaran wilayah di Provinsi Jawa Barat, terus bergema. Setelah Kabupaten Indramayu Barat yang menunggu waktu disahkan, kini wacana pembentukan Provinsi Cirebon pun kembali bergema.

Salah satu alasan pembentukan daerah otonom baru (DOB) Provinsi Cirebon adalah jumlah penduduk. Jumlah penduduk di Provinsi Jawa Barat yang mencapai 49,86 juta jiwa pada tahun 2023, merupakan alasan kuat.

Kemudian faktor luas wilayah dan daerah yang dimungkinkan menjadi bagian dari Provinsi Cirebon Raya. Jumlah penduduk Provinsi Jawa Barat saat ini,  setara dengan hampir 20 persen dari total penduduk Indonesia.

Sehingga, memunculkan urgensi pemekaran wilayah di provinsi ini. Hal itu pun demi pembangunan dan pemerataan kesejahteraan yang lebih baik.

Anggota DPR RI Herman Khaeron setuju dan kembali mengusulkan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Cirebon tersebut  “Pemekaran Provinsi Jabar sudah menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan pemerataan pembangunan,” katanya.

Dikatakannya, salah satu wilayah yang dinilai memiliki potensi besar untuk dimekarkan adalah Cirebon. Menurut Herman, sebelumnya telah dilakukan studi independen yang mendukung pembentukan Provinsi Cirebon sebagai salah satu DOB di wilayah Jawa Barat.

“Bukan hal yang tabu untuk kembali mendiskusikan pembentukan DOB Provinsi Cirebon. Ini adalah salah satu upaya strategis untuk mensejahterakan masyarakat, khususnya di wilayah pantai utara (Pantura) Jawa Barat, termasuk Cirebon dan kabupaten-kabupaten sekitarnya,” ucapnya.

Dia menyebutkan, gagasan tersebut tidak hanya bertujuan untuk membagi beban administratif Jawa Barat yang kini menjadi provinsi dengan penduduk terbesar di Indonesia. Selain itu juga untuk mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah yang selama ini dinilai memiliki potensi besar namun belum maksimal digarap.

Dengan status sebagai provinsi baru, pria yang akrab disapa Kang Hero ini mengatakan, Cirebon diharapkan dapat mengelola sumber daya yang ada secara lebih mandiri untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Namun, ucap dia, wacana ini juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan masyarakat Cirebon sendiri.

“Diskusi intensif dan kajian yang komprehensif diperlukan untuk memastikan kelayakan pembentukan Provinsi Cirebon sebagai DOB, baik dari segi ekonomi, infrastruktur, maupun sosial budaya,” katanya.

Dirinya berharap, pembahasan mengenai DOB Provinsi Cirebon bisa segera direalisasikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong pemerataan pembangunan di wilayah Jawa Barat. (yul)

Editor

Recent Posts

Pesan Menkomdigi Kepada Jurnalis: Jaga Kebenaran di Tengah Pusaran Arus Informasi Digital

Insan pers dituntut untuk tetap menjaga nilai dan manfaat berita bagi publik di tengah tekanan…

3 jam ago

Final Piala Uber 2026: Korea Kalahkan Juara Bertahan China, Indonesia Ketiga

SATUJABAR, BANDUNG – Tim Uber Korea Selatan mampu mengalahkan juara bertahan China pada final yang…

4 jam ago

Kabar Baik! BRIN–PT Cosmax Kembangkan Kosmetik Alami Berbasis Mangga dan Temulawak

Buah mangga (Mangifera indica L) sebagai bahan aktif pencerah kulit, serta temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb)…

6 jam ago

Haji 2026: Sebanyak 74.652 Jemaah Telah Diberangkatkan Per 2 Mei 2026

Dari sisi layanan kesehatan, sebanyak 6.823 jemaah jalani rawat jalan. 117 dirujuk ke Klinik Kesehatan…

6 jam ago

Peran 6 Tersangka Pelajar dalam Aksi Rusuh di Tamansari Bandung

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat mengungkap peran enam tersangka dalam aksi rusuh merusak dan membakar fasilitas…

7 jam ago

Seleksi Pengelola Kebun Binatang Bandung Akan Diperpanjang

Pemkot Bandung telah mengundang 85 lembaga atau pihak potensial untuk mengikuti proses seleksi tersebut. Namun,…

9 jam ago

This website uses cookies.