SATUJABAR, BANDUNG–Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan permohonan maaf atas polemik bonus Persib Bandung, yang tidak maksimal jauh dari target yang disampaikan. Sumbangan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tersebut, merupakan amanah yang harus diberikan, dirinya bertanggungjawab itu hasil sukarela ASN.
Bonus buat Tim Persib Bandung yang telah menjuarai Liga I Indonesia 2024/2025, hasil patungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, ditolak dan dikembalikan ‘Bos Persib’ yang menjabat Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar. Penolakan tersebut ditanggapi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, dengan menyampaikan permintaan maaf kepada Persib Bandung.
“Itu kan amanah dari teman-teman ASN, dan sudah kami serahkan ke perwakilan manajemen (Persib). Insya Allah tidak ada yang dari kedinasan, bahkan kami membuat pakta integritas dari awal, itu harus sukarela, harus ikhlas, sebagai bentuk ASN ada rasa memiliki terhadap Persib Bandung,” ujar Herman, saat dimintai tanggapan soal bonus Persib yang ditolak oleh Komisaris PT PBB, Umuh Muchtar, Selasa (01/07/2025).
Herman mengakui, bonus yang diberikan jauh dari yang ditargetkan di awal senilai Rp.1 miliar. Saat menyerahkannya langsung ke manajemen Persib (PT PBB), awal Juni 2025, bonus yang diberikan hanya berjumlah Rp.356 juta, dan Herman memohonan maaf jika hasinya tidak sampai maksimal.
“Kami sudah berikhtiar semaksimal mungkin, dan itu bentuk kesukarelaan. Kalaupun ada hal kurang berkenan, ada keterbatasan, saya memohon maaf, dan sebagai perwakilan dari teman-teman ASN, Insya Allah kami bertanggung jawab,” kata Herman.
Terkait bonus yang telah dikembalikan oleh manajemen Persib, Herman mengaku belum mengetahui keberadaannya. Herman belum mengeceknya, setelah uang tersebut sudah diserahkan secara simbolis kepada manajemen Persib Bandung.
“Ini harus dicek, saya belum cek. Yang jelas kami sudah serahkan secara simbolis ke perwakilan manajemen Persib. Saya juga share di media sosial. Jadi mohon maaf, apabila patungan dari teman-teman (ASN), gotong royong dari teman-teman, dirasa kurang optimal,” ungkap Herman.
Herman menegaskan, bonus tersebut hasil daru sukarela ASN, karena dari awal Gubernur, Dedi Mulyadi, sudah mengingatkan tidak boleh menggunakan uang kedinasan, tidak boleh berhubungan dengan kedinasan, harus betul-betul dari kantong pribadi ASN yang berniat menyumbang buat Persib.
Herman mengungkapkan, meski sudah diserahkan langsung, penggalangan bonus dari ASN untuk Persib Bandung masih dibuka. Bahkan, jika ditotal dengan bonus yang telah diserahkan jumlahnya sudah menyentuh angka Rp.400 juta.
“Sampai sekarang (penggalangan) masih dibuka, makanya berkembang informasi dari bendahara, totalnya sudah di angka Rp.400 juta. Alhamdulillah, artinya ASN ini luar biasa. Jadi, sekali lagi, saya pribadi mohon maaf, mungkin ada hal yang kurang berkenan, ada hal kurang tepat, tak ada gading yang tak retak,” tutup Herman.(chd).