• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 7 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Puluhan Paus Pemandu Terdampar di Alor: Tanda Gangguan Ekosistem?

Editor
Kamis, 26 September 2024 - 06:02
Ikan Paus

Ikan Paus (Ilustrasi/pexels)

BANDUNG – Beberapa pekan lalu, puluhan paus pemandu sirip pendek terdampar di pesisir Kecamatan Pureman, Kabupaten Alor, NTT. Kejadian ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Indonesia, namun menimbulkan kekhawatiran akan adanya gangguan terhadap ekosistem.

Peneliti dari James Cook University, Australia, Putu Liza Kusuma Mustika, yang akrab disapa Icha, menjelaskan bahwa terdamparnya paus dapat disebabkan oleh faktor alami maupun antropogenik. Paus, sebagai mamalia laut yang sensitif terhadap perubahan lingkungan, dapat terganggu oleh penggunaan sonar, pencemaran air, dan kontaminasi sampah laut.

RelatedPosts

Perhatian! Pemkot Bandung Mulai Bangun Halte BRT di 232 Titik

Harga Emas Terbaru! Harga Emas Batangan Sabtu 7/3/2026 Rp 3.059.000 Per Gram

Pemerintah Terbitkan Permen Komdigi Terkait PP TUNAS

“Penggunaan sonar di bawah laut dan pencemaran dapat mengganggu sistem navigasi paus yang menggunakan sonar,” ujar Icha melalui keterangan resmi BRIN.

Ia juga menyoroti dampak buruk sampah laut, terutama plastik, yang dapat membunuh paus yang tidak sengaja menelannya. Selain itu, badai matahari dapat menyebabkan gangguan elektromagnetik yang mempengaruhi navigasi paus.

Icha menambahkan bahwa faktor alami, seperti penyakit atau usia tua, juga membuat paus lebih rentan terdampar. “Paus yang sakit atau tua sering terpisah dari kawanan, sehingga lebih mungkin terdampar di pantai,” katanya.

Kejadian ini memerlukan perhatian serius karena paus adalah spesies yang dilindungi. Jejaring penanganan mamalia laut terdampar di Indonesia, yang melibatkan pegiat lingkungan, pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat, terus bekerja sama untuk menangani kasus ini.

Upaya termasuk mengembalikan paus yang masih hidup ke laut dan menguburkan yang sudah mati. Penyelidikan lebih lanjut juga diperlukan melalui nekropsi untuk memahami penyebab spesifik terdamparnya paus.

Riset

Achmad Sahri, Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Oseanografi BRIN, menjelaskan bahwa mereka tengah melakukan riset bersama Icha dan peneliti dari Amerika Serikat untuk memahami pola distribusi kejadian terdamparnya paus di Indonesia. Riset ini mencakup data terdampar selama 26 tahun, dari 1995 hingga 2021.

“Selama periode tersebut, ada 26 spesies paus dan lumba-lumba yang terdampar di perairan Indonesia, dengan paus pemandu sirip pendek menjadi salah satu yang paling sering terdampar,” ungkap Sahri. Dengan memahami pola sebaran kejadian ini, diharapkan upaya penyelamatan biota laut dapat lebih efektif.

Kedua peneliti mengimbau masyarakat di sekitar pesisir untuk melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwenang dan tidak mengganggu paus yang terdampar. Penanganan yang tepat sangat penting untuk keselamatan hewan tersebut.

Melihat meningkatnya frekuensi terdamparnya paus, BRIN dan berbagai pihak akan terus melakukan penelitian untuk mencari solusi pencegahan yang lebih efektif dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem laut.

Tags: BRIN

Related Posts

BRT Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Perhatian! Pemkot Bandung Mulai Bangun Halte BRT di 232 Titik

Editor
7 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan mulai membangun halte Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah titik. Menurut...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi

Harga Emas Terbaru! Harga Emas Batangan Sabtu 7/3/2026 Rp 3.059.000 Per Gram

Editor
7 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Batangan Antam Sabtu 7/3/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 3.059.000 per gram sebelum...

Menkomdigi Meutya Hafid menandatangani Peraturan Menkomdigi No. 9 Tahun 2026 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Jumat (06/03/2026). Foto: Ardi W/Komdigi

Pemerintah Terbitkan Permen Komdigi Terkait PP TUNAS

Editor
6 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksanaan dari Peraturan...

bank bjb. (Foto: Istimewa)

Sustainability Bond Tahap II bank bjb Dapat Respons Positif, Perkuat Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan

Editor
6 Maret 2026

BANDUNG – Komitmen bank bjb dalam memperkuat pembiayaan berkelanjutan kembali mendapat respons positif dari pasar. Hal ini tercermin dari tingginya...

(Foto: Istimewa)

bank bjb Perluas Akses Pembiayaan Produktif bagi Nelayan di Kabupaten Cirebon

Editor
6 Maret 2026

CIREBON - bank bjb memperluas literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat pesisir melalui partisipasi aktif dalam kegiatan edukasi keuangan bertajuk...

Kecelakaan beruntun di KM 93-B Tol Cipularang mengakibatkan 2 orang tewas.(Foto:Istimewa).

Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang 2 Orang Tewas, Sopir Truk Kontainer Jadi Tersangka

Editor
6 Maret 2026

SATUJABAR, PURWAKARTA--Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Tol Cipularang, setelah sembilan kendaraan terlibat tabrakan beruntun. Tabrakan beruntun yang dipicu truk...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.