• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 6 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

PT Pertamina Hulu Energi Genjot Pengembangan Lapangan Migas

Editor
Senin, 06 April 2026 - 01:27
Direktur Pengembangan dan Produksi PHE Mery Luciawaty.(Foto: Dok. Pertamina)

Direktur Pengembangan dan Produksi PHE Mery Luciawaty.(Foto: Dok. Pertamina)

SATUJABAR, JAKARTA – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui percepatan pengembangan lapangan minyak dan gas bumi (migas) di tengah dinamika geopolitik global dan volatilitas harga minyak.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Pengembangan dan Produksi PHE, Mery Luciawaty, dalam forum diskusi internasional Offshore Technology Conference (OTC) Asia 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu (1/4/2026), yang mengangkat tema “Accelerating Development for Energy Security: Fast-Tracking Field Strategies in a Volatile World”.

RelatedPosts

Menhaj Jamin Keselamatan Seluruh Jemaah Haji Indonesia 2026

Libur Paskah, 516 Ribu Kendaraan Pelesir Keluar Jakarta

Sambangi Muhammadiyah, Wali Kota Bandung Ajak Sinergi Pendidikan dan Pemberdayaan Umat

Dalam paparannya, Mery menegaskan bahwa percepatan pengembangan lapangan migas menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan produksi migas nasional sekaligus menjawab peningkatan kebutuhan energi domestik.

“Di tengah ketidakpastian global, percepatan pengembangan lapangan migas menjadi langkah strategis untuk memastikan ketahanan energi nasional, sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat dan industri,” ujar Mery melalui keterangan resminya.

“Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE saat ini mengelola 20 basin dengan total produksi mencapai sekitar 1 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD), yang berkontribusi sekitar 65% terhadap produksi minyak nasional dan 36% produksi gas nasional dari 27% wilayah kerja migas domestik.

Dengan pencapaian tersebut, PHE menghadapi beberapa challenge untuk pengembangan lapangan, yaitu decline rate yang cukup tinggi untuk minyak sebesar 24% dan decline rate gas 21% serta asset integrity menjadi major challenge karena 65% asset PHE memiliki usia di atas 30 tahun. Selain itu, challenge lainnya yaitu operational cost PHE cukup tinggi dikarenakan produksi di PHE sudah berada di late stage of development di mana dalam peningkatan produksi PHE melakukan enhanced oil recovery (EOR) yaitu steamflood yang membutuhkan dukungan dari keandalan listrik, serta juga aktivitas chemical oil recovery yang membutuhkan biaya lebih tinggi dibandingkan conventional drilling. Challenge lainnya terkait komersialisasi lapangan gas stranded yang berada di remote area, sehingga diperlukan teknologi seperti GTL atau mini LNG untuk meningkatkan keekonomian dari asset tersebut.

Untuk mendukung peningkatan produksi, PHE menjalankan berbagai strategi utama, antara lain melalui percepatan pematangan proyek (project maturation), salah satu contohnya untuk proyek eksplorasi dengan melibatkan tim pengembangan sejak dini dalam menentukan rencana pengembangan, serta optimalisasi pengembangan lapangan marginal melalui pendekatan terintegrasi dan efisiensi biaya.

PHE juga terus mendorong penerapan inovasi teknologi untuk pengembangan lapangan deepwater, migas nonkonvensional, chemical enhanced oil recovery (CEOR), serta pengembangan ekosistem carbon capture, utilization and storage (CCUS) sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan,” tambahnya.

Di tingkat global, PHE juga memperkuat portofolio internasional melalui anak usaha PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) yang mengelola aset di Aljazair, Irak, dan Malaysia, serta kepemilikan saham mayoritas di Maurel & Prom yang memiliki operasi di Afrika, Amerika, dan Eropa.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, PHE optimistis dapat terus meningkatkan kinerja operasional sekaligus mendukung target swasembada energi nasional.

“Dengan penguatan kapabilitas organisasi, kemitraan strategis, serta dukungan kebijakan fiskal yang kompetitif, PHE berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pengembangan migas nasional guna mendukung ketahanan energi Indonesia,” ujar Mery.

Tags: Direktur Pengembangan dan Produksi PHElapangan migasMery Luciawatypertamina

Related Posts

Ilustrasi Ibadah Haji.(Foto:Istimewa).

Menhaj Jamin Keselamatan Seluruh Jemaah Haji Indonesia 2026

Editor
6 April 2026

SATUJABAR, MAJALENGKA--Pelaksanaan Ibadah Haji 2026 dipastikan berjalan sesuai rencana. Pemerintah berkomitmen, menjamin keselamatan seluruh jemaah Indonesia tahun 2026 di tengah...

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono.(Foto: Istimewa)

Libur Paskah, 516 Ribu Kendaraan Pelesir Keluar Jakarta

Editor
6 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Sebanyak 516.654 kendaraan dilaporkan meninggalkan wilayah Jabotabek pada periode H-1 s.d H+1 libur Wafat Yesus Kristus dan...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menghadiri kegiatan Silaturahmi Ba’da Idulfitri 1447 H/2026 bersama keluarga besar Muhammadiyah di Aula Al Irfani, Komplek Perguruan Muhammadiyah, Jalan Kadipaten Raya, Antapani, Minggu 5 April 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Sambangi Muhammadiyah, Wali Kota Bandung Ajak Sinergi Pendidikan dan Pemberdayaan Umat

Editor
6 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendorong penguatan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, dalam upaya meningkatkan...

Logo Bandung Lautan Api 2026

Logo Bandung Lautan Api 2026 Diluncurkan, Begini Penjelasannya

Editor
6 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Logo Bandung Lautan Api akhirnya diluncurkan oleh Pemerintah Kota Bandung. Pada peringatan ke-80 pada tahun 2026 ini...

(Foto: Dok. Kemenhaj)

Direktur Kemenhaj: Haji Adalah Ibadah Suci, Bukan Wisata Religi

Editor
6 April 2026

SATUJABAR, DEPOK - Direktur Pengawasan Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI, Rudy Ambary haji bukan wisata religi yang tujuan...

Cuaca ekstrem.(Foto:Istimewa).

BMKG Bandung Ingatkan Cuaca Ekstrem Pancaroba Musim Hujan ke Kemarau

Editor
6 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung, mengingatkan masyarakat Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.