Para pelaku juga mengisi sarungnya dengan benda-benda yang bisa melukai lawan mereka, seperti batu dan besi.
SATUJABAR, INDRAMAYU — Fenomena perang sarung yang kerap terjadi di bulan suci Ramadhan, menjadi perhatian tersendiri jajaran Polres Indramayu. Pasalnya, perang sarung ini kerap mengganggu keamanan dan kenyamanan umat Islam dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.
Karena itu, jajaran Polres Indramayu meningkatkan patroli mencegah terjadinya gangguan keamanan di bulan suci Ramadhan itu. Salah satu fokus utamanya adalah mencegah terjadinya perang sarung tersebut.
Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan Wibowo menjelaskan, dari deteksi dini yang telah dilakukan, diketahui perang sarung menjadi fenomena yang kerap terjadi di bulan Ramadhan. Bahkan, tak sekedar sarung biasa, para pelaku juga mengisi sarungnya dengan benda-benda yang bisa melukai lawan mereka, seperti batu dan besi.
“Ini harus kita antisipasi dan diberikan edukasi,” katanya.
Ari pun mengajak keterlibatan semua pihak untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas. Dengan demikian, masyarakat bisa menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan penuh ketenangan.
“Jangan sampai bulan Ramadhan yang seharusnya penuh keberkahan malah terjadi hal-hal mudharat yang akan merugikan diri sendiri dan orang lain,” ujar dia.
Di bulan Ramadhan nanti, Polres Indramayu juga sudah menjalin kerja sama dengan Kemenag. Polisi bersama dengan para penyuluh agama akan menyamankan persepsi untuk mengedukasi masyarakat. (yul)