Ilustrasi penyitaan rumah produksi obat keras. (foto: istimewa)
Tiap bulan para pelaku dapat membuat satu juta obat-obatan keras yang tak berizin.
SATUJABAR, BANDUNG — Rumah industri yang memproduksi obat keras daftar G tanpa izin di Tasikmalaya Kota, digerebek jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Barat. Ratusan ribu pil disita, termasuk beberapa orang ditangkap di lokasi.
Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Pol Johannes R Manalu bersama Wadirres Narkoba AKBP Herry Afandi terjun langsung melakukan penggerebakan home industri tersebut. Mereka pun mengamankan tiga orang berinisial S, I, dan A yang diduga pekerja home industri itu.
“Kita duga ini merupakan home industri pembuatan obat keras,” ucap Manalu, belum lama ini.
Dia mengatakan, home industri tersebut sudah beroperasi empat bulan. Selain itu, dapat memproduksi ribuan obat keras. “Beroperasi di pertengahan tahun 2024,” kata dia.
Manalu mengatakan, tiap bulan para pelaku dapat membuat satu juta obat-obatan keras yang tak berizin. Mereka pun mendapatkan miliaran hasil keuntungan memproduksi obat keras tersebut.
”Home industri berada di bangunan lantai dua. Terdapat sejumlah peralatan yang digunakan untuk memproduksi obat-obatan keras,” ujarnya.
Selain itu, didapati ratusan ribu pil yang siap edar. Dia menuturkan, terdapat beberapa bahan baku yang belum digunakan. Manalu menyebut seluruh peralatan dan para tersangka diamankan untuk dilanjutkan pemeriksaan. (yul)
SATUJABAR, BANDUNG – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan…
SATUJABAR, BANDUNG – Penebangan pohon di Cirejah Kota bandung dilakukan tanpa izin menuai reaksi Pemerintah…
Komite Olimpiade Indonesia menggelar RALB Tahun 2026 sebagai langkah nyata mewujudkan prestasi olahraga yang lebih…
Festival Rakyat Bola Gembira menyedot perhatian warga dengan kehadiran sekitar 14 ribu warga yang memadati…
Infrastruktur ini menjadi fondasi fisik bagi koridor digital baru, yang memperkuat salah satu koneksi digital…
SATUJABAR, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan keprihatinannya setelah wilayah Bojongloa Kaler masuk…
This website uses cookies.