Tutur

Pojok Carita di Kiara Artha Park, Penguatan Ekosistem Seni dan Budaya

Pojok Carita menjadi bukti bahwa Kota Bandung konsisten menjaga identitasnya sebagai kota kreatif yang memberikan ruang ekspresi seni.

SATUJABAR, BANDUNG – Kota Bandung kini memiliki galeri yang bisa dimanfaatkan para seniman memamerkan karya-karyanya.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyepatkan diri untuk hadir di pameran tersebut pada Minggu, 31 Mei 2026.

Farhan menyampaikan apresiasi kepada manajemen Kiara Artha Park yang telah menyediakan ruang bagi para seniman untuk berekspresi dan berinteraksi dengan masyarakat.

“Sebagai ruang terbuka publik, Kiara Artha Park memang harus menampilkan banyak hal. Tidak hanya memiliki nilai ekonomi yang tinggi, tetapi juga menjadi tempat untuk menyampaikan ekspresi seni bagi masyarakat, tidak hanya warga Bandung tetapi juga seluruh Indonesia,” ujar Farhan melalui keterangan resmi Humas Pemkot Bandung.

Menurutnya, kehadiran Pojok Carita menjadi bukti bahwa Kota Bandung tetap konsisten menjaga identitasnya sebagai kota kreatif yang memberikan ruang bagi tumbuh dan berkembangnya berbagai bentuk ekspresi seni.

Farhan menuturkan, Bandung memiliki modal besar sebagai kota seni karena didukung oleh berbagai perguruan tinggi yang memiliki program studi seni, baik seni murni maupun seni terapan.

Dari Bandung pula lahir banyak seniman yang karya-karyanya telah dikenal hingga tingkat nasional dan internasional.

“Bandung sebagai kota kreatif tidak boleh berhenti dari kegiatan-kegiatan yang sifatnya nyeni. Bandung harus terus bergerak dan memberikan ruang bagi kreativitas masyarakat,” katanya.

Ia menilai tema “Ti Alam, Jadi Carita” sangat relevan karena mengangkat inspirasi dari alam yang kemudian diterjemahkan menjadi karya seni yang sarat makna dan cerita.

“Melalui seni, masyarakat dapat mengekspresikan perasaan, meningkatkan literasi budaya, sekaligus membangun dialog. Karena itu, ruang seperti Pojok Carita harus terus hidup dan berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Manajemen Kiara Artha Park, Arif Sutyanegara menyampaikan kebanggaannya karena Pojok Carita lahir di kawasan Kiara Artha Park.

Ia berharap galeri tersebut menjadi ruang kolaboratif yang mampu menghubungkan seniman, masyarakat, dan dunia pendidikan.

“Kami berharap Pojok Carita menjadi wadah bagi para seniman Kota Bandung, Jawa Barat, maupun Nusantara untuk berkarya, berkolaborasi, sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa seni merupakan bagian penting dari kehidupan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, seniman dan jurnalis Tian Bahtiar mengapresiasi hadirnya Pojok Carita karena memberikan ruang pamer yang ramah bagi para seniman tanpa membebani mereka dengan biaya penyelenggaraan.

“Sebagai pekerja seni, kami membutuhkan ruang untuk menampilkan karya. Di era industri seperti sekarang, kesempatan untuk berpameran tidak selalu mudah. Karena itu kami sangat mengapresiasi hadirnya Pojok Carita,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun dunia digital berkembang pesat, ruang seni fisik tetap memiliki peran penting. Karya seni membutuhkan interaksi langsung antara karya dengan masyarakat yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh media digital.

Selain menghadirkan karya bertema satwa dan lingkungan, Tian juga memperkenalkan berbagai program edukatif bagi anak-anak seperti summer camp, kelas berkebun, melukis gerabah, dan kelas memasak yang bertujuan menanamkan kecintaan terhadap lingkungan dan kreativitas sejak dini.

Seniman dan akademisi lainnya, Warli Haryana menyebut kehadiran galeri seni di ruang publik merupakan cita-cita yang telah lama dinantikannya sejak menetap di Bandung pada awal 1990-an.

Menurutnya, keberadaan ruang seni yang terbuka dan inklusif sangat penting untuk mendorong lahirnya generasi kreatif baru. Baginya, seni bukan hanya soal memamerkan karya, tetapi juga menjadi sarana ekspresi diri, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi kreatif.

“Galeri ini jangan hanya menjadi tempat pameran, tetapi juga ruang kolaborasi, edukasi, rekreasi, dan pengembangan industri kreatif. Dengan begitu manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak,” ujarnya.

Warli juga berharap Pojok Carita dapat menjadi titik temu para seniman dari Bandung, Indonesia, bahkan mancanegara untuk saling bertukar gagasan dan pengalaman.

Editor

Recent Posts

Wisman ke Jawa Barat Juli 2026 Turun 51,36 Persen

BANDUNG – Wisman ke Jawa Barat melalui Bandara Kertajati pada Juli 2026 tercatat sebanyak 232…

2 jam ago

Mengitimidasi dan Memeras ASN di Sekolah di Sukabumi, Pria Mengaku Wartawan Positif Narkoba Ditangkap

SATUJABAR, SUKABUMI--Viral di media sosial, seorang pria mengaku-ngaku sebagai wartawan, mengamuk di sebuah Sekolah Dasar…

3 jam ago

Ekspor Jawa Barat Januari-Juli 2026 Naik 6,43 Persen

BANDUNG - Ekspor Jawa Barat Januari-Juli 2026 mencapai USD 23,58 miliar atau naik 6,43 persen…

3 jam ago

Inflasi Jabar Agustus 2026 Sebesar 3,13 Persen (Y-no-Y)

BANDUNG - Inflasi Jabar Agustus 2026 year on year (y-on-y) di Jawa Barat sebesar 3,13…

3 jam ago

Polda Jabar Bongkar Kasus Pornografi dan Ekploitasi Anak, 8 Orang Ditangkap

SATUJABAR, BANDUNG--Waspada buat para orangtua atas terjadinya kasus pornografi dan eksploitasi seksual terhadap anak di…

4 jam ago

Luas Panen Jagung Pipilan Juli 2026 Turun 6,06 persen

JAKARTA - Luas panen jagung pipilan Juli 2026 sebesar 0,23 juta hektare, mengalami penurunan sebesar…

4 jam ago

This website uses cookies.