Angin kencang dan hujan berdampak pada tumbangnya pohon randu gede berusia ratusan bahkan ribuan tahun. Pohon yang berada di depan rumah mantan Bupati Indramayu Irianto M Syaifudin atau yang dikenal dengan sebutan Yance di Desa Margasari, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, roboh pada Minggu (5/1/2025).(Foto:Satujabar.com)
Warga dilarang mendekati lokasi tumbangnya pohon keramat itu karena masih ada aliran listrik.
SATUJABAR, INDRAMAYU — Angin kencang dan hujan berdampak pada tumbangnya pohon randu gede berusia ratusan bahkan ribuan tahun. Pohon yang berada di depan rumah mantan Bupati Indramayu Irianto M Syaifudin atau yang dikenal dengan sebutan Yance di Desa Margasari, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, roboh pada Minggu (5/1/2025).
Di kalangan masyarakat Indramayu, pohon ini dikenal dengan pohon keramat. Pohon yang tumbuh di lokasi olahraga volo, basket dan bulutangkis ini, banyak menyimpan misteri mistik. Salah satunya isu yang menyebutkan, di dalam pohon itu ada seorang pertapa sakti mandra guna yang melindungi pohon itu dan keamanan warga sekitar.
Tumbangnya pohon keramat radu gede pada kulu 00.10 WIB Minggu dini hari itu, membuat warga setempat ketakuta. “Kayak ada gempa bumi, om. Bergetar dan suaranya cukup eras,” kata Wegis Alfarizi (23 tahun) warga yang tinggal sekitar 50 meter dari pohon randu gede.
“Untungnya, pohon itu jatuh ke arah jalan, tapi juga menimpa halaman rumah warga ,” tambahnya.
Peristiwa ini pun menjadi tontonan warga bahkwan ramai di media sosial. Petugas dari BPBD Kabupaten Indramayu, Damkar Kabupaten Indramayu, dan Para Relawan langsung turun ke lokasi guna mengamankan situasi.
Bahkan mereka melarang warga untuk mendekat, karena pohon tersebut jatuh menimpa kabel listrik. “Masih ada aliran listrik Mas. Warga dilarang mendekat di lokasi tumbangnya pohon,” ujar seorang petugas Damkar.
Di sisi lain, Tim Evakuasi mengalami kendala teknis dari alat senso yang terlalu kecil, banyaknya hewan melata. Dan non teknis, maklum pohon ini usianya ribuan tahun sehingga bisa dikatakan pohon keramat,” ujarnya.
Karenanya, ucap dia, alat senso sempat tidak berfungsi dan personel evakuasi sempat mengalami gangguan. “Berkat doa dan ritual dari salah satu warga, akhirnya proses evakuasi berjalan kembali,” ujarnya.
Pohon Randu Gede yang berusia ratusan bahkan mungkinn ribuan tahun itu akhirnya tumbang pada Minggu (5/1/2025) dinihari. BPBD Kabupaten Indramayu, Damkar Kabupaten Indramayu dan para relawansampai saat ini bahu membahu mengevakuasi pohon tumbang tersebut. (yul)
SATUJABAR, NEW DELHI – Wakil tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani melaju ke babak perempat…
SATUJABAR, JAKARTA--Kekerasan terhadap perempuan mengalami peningkatan di tahun 2025, tercatat mencapai 4.472 kasus. Dari data…
SATUJABAR, NEW DELHI – Wakil tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie mampu mengatasi perlawanan pemain asal…
SATUJABAR, BOGOR--Polisi mendatangi lokasi tambang PT Antam di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk memastikan penyebab…
SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia…
SATUJABAR, JAKARTA - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 menurun. Pada periode…
This website uses cookies.