Berita

PLTU Cirebon-1 dan Pelabuhan Ratu Pensiun Dini, Analisis: Cegah Beban Ekonomi Rp 124 Triliun

Terwujudnya perkembangan energi terbarukan akan mengamankan investasi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang adil di wilayah tersebut.

SATUAJABAR, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumukan ‘pensiun dini’ PLTU Cirebon-1 dan PLTU Pelabuhan Ratu. Penghentian ini akan membantu mencegah beban ekonomi sebesar 8,1 miliar dolar AS dan sekitar 11.400 kematian terkait polusi udara.

PLTU ini akan dimatikan pada 2035, tujuh tahun lebih awal dari yang dijadwalkan pada 2042. Kemudian, PLTU ini akan sepenuhnya digantikan dengan sistem energi terbarukan–gabungan dari sistem tenaga surya (700 MW dan 346 MW daya rendah), tenaga angin (1.000 MW), dan limbah menjadi energi (12 MW).

Sementara PLTU Pelabuhan Ratu yang merupakan proyek percontohan kedua dalam Just Energy Transition Partnership (JETP), direncanakan pensiun dini pada 2037.

Analis Centre for Research on Energy and Clean Air  (CREA) Katherine Hasan mengatakan, rencana Indonesia yang baru-baru ini diumumkan untuk mempercepat penghentian Cirebon-1 dan menggantikan pasokan sepenuhnya dengan energi terbarukan, merupakan langkah penting dalam memperkuat komitmen transisi energi negara.

Dikatakan dia, penghentian ini akan membantu mencegah beban ekonomi sebesar 8,1 miliar dolar AS dan sekitar 11.400 kematian terkait polusi udara. Menurut CREA, keuntungan ekonomi yang lebih besar akan dapat diperoleh jika penutupan kedua PLTU dibarengi dengan transisi ke energi terbarukan.

Dalam analisa Cirebon-1, Inisiatif Transisi Batubara ke Energi Terbarukan Pertama di Indonesia, CREA menemukan dengan menutup PLTU Cirebon-1, maka Indonesia dapat menghindari dampak polusi udara, dengan beban ekonomi Rp 67 triliun dan hampir 6.400 kematian selama 2036-2042.

“Indonesia juga dapat menghindari beban ekonomi Rp 57 triliun dan lebih dari 5.400 kematian selama 2038-2043 dengan menutup PLTU Pelabuhan Ratu,” ujarnya.

Katherine mengatakan, memastikan implementasi yang tepat waktu dan strategis dari semua proyek energi terbarukan yang prospektif di Jawa Barat yang merupakan provinsi dengan populasi terbanyak di Indonesia, akan membantu provinsi itu melampaui target kapasitas energi terbarukan yang sudah dipetakan.

Dia juga menegaskan, keuntungan ekonomi sebenarnya dari penghentian operasi lebih cepat PLTU Cirebon-1 dan Pelabuhan Ratu akan jauh melampaui kebutuhan pendanaan pensiun dini yang dialokasikan sebanyak 1,13 miliar dolar AS, yang dijabarkan sebagai salah satu fokus dari JETP.

Syaratnya, transisi harus dilakukan ke energi terbarukan untuk memanfaatkan keuntungan ekonomi ini, seperti yang ditegaskan dalam model ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS).

“Hal ini mengingat, pengumuman pensiun dini PLTU Cirebon-1 sejalan dengan ambisi transisi energi yang dipetakan dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Jawa Barat,” ujarnya.

Meskipun kapasitas energi terbarukan di Jawa Barat saat ini mencapai 3,7 gigawatt (GW), total proyek energi terbarukan prospektif sebesar 4,6 GW telah terpetakan dan tersebar di seluruh provinsi. Di mana proyek pembangkit listrik tenaga surya dan air memimpin dengan kapasitas prospektif total tertinggi.

Jawa Barat, ucap dia, dapat melampaui target 6,8 GW yang ditetapkan pada 2030 dengan memastikan tenaga surya dan air berjalan sesuai rencana. Dan juga mendorong upaya pemetaan proyek pembangkit listrik tenaga angin, panas bumi, dan bioenergi.

“Terwujudnya perkembangan energi terbarukan akan mengamankan investasi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang adil di wilayah tersebut, yang juga berperan sangat penting dalam mempercepat perkembangan di provinsi lainnya, di luar Jawa Barat,” ucap Katherine. (yul)

Editor

Recent Posts

Air Danau Toba Susut? Ini Penjelasan BRIN

Air Danau Toba susut menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akibat faktor yang berbeda-beda…

29 menit ago

Polda Jabar Limpahkan Berkas Perkara Kasus Taufik Hidayat ke Kejaksaan

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat telah melimpahkan berkas perkara kasus penyekapan dan penganiayaan berat YT, wanita…

1 jam ago

China Open 2026: Fadia/Tiwi Gagal ke 16 Besar

SATUJABAR, BANDUNG – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan…

1 jam ago

Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Kepala BMKG: Komitmen Dukung Ketahanan Nasional

SATUJABAR, JAKARTAR - Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-79 jatuh pada 21 Juli. Kepala Badan…

2 jam ago

Polda Jabar Bongkar Jaringan Judi Online Beromzet Rp.96 Miliar

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat berhasil membongkar jaringan judi online berskala besar dengan omzet mencapai Rp.96…

2 jam ago

Marak Begal, Polda Jabar Tempatkan Personel di Titik-Titik Rawan

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat memastikan, meningkatkan pengamanan dengan banyaknya kasus begal yang terjadi. Personel kepolisian…

3 jam ago

This website uses cookies.