UMKM

Perajin Kampoeng Rajoet Binong Ubah Sampah Plastik Jadi Benang

Upaya mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai terus dikembangkan di Kampoeng Rajoet, Kampung Wisata Kreatif Binong Jati. Melalui inovasi pengolahan sampah anorganik, khususnya botol plastik, masyarakat di kawasan tersebut mengubah limbah menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai benang.

Pegiat Lingkungan Hidup Kelurahan Binong sekaligus bagian dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Wawan Setiawan mengatakan, inovasi tersebut lahir dari kepedulian terhadap persoalan sampah di lingkungan sekitar. Botol plastik yang berasal dari aktivitas masyarakat dikumpulkan dan ditampung untuk kemudian diolah kembali.

“Karena kita ada di Kota Bandung, kebetulan di kewilayahan kita itu lagi menata lingkungan. Memang lagi viralnya kita Bandung itu memang lagi darurat sampah. Jadi kita bisa olah, terutama bekas botol minuman yang biasanya dibuang pengunjung, kita tampung di rumah botol, kita olah lagi, kita cacah lagi,” ujar Wawan.

Proses pengolahan dimulai dari pengumpulan dan pemilahan botol plastik, kemudian dilanjutkan dengan pencacahan menggunakan mesin pengolah. Dari proses tersebut, sampah plastik diolah menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai benang.

Menurut Wawan, proses pengolahan botol plastik hingga menjadi bahan tersebut membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Inovasi ini menjadi salah satu upaya Pokdarwis untuk mengolah sampah anorganik agar memiliki manfaat dan nilai guna baru.

“Ini inovasi dari Pokdarwis untuk bisa mengolah sampah anorganik menjadi lebih bermanfaat,” tuturnya.

Selain mengurangi sampah yang berakhir sebagai limbah, pengolahan tersebut juga memberikan nilai ekonomi.

Wawan menyebut, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut.

Upaya pengelolaan sampah tersebut juga dilakukan melalui bank sampah. Dalam prosesnya, berbagai jenis sampah dipilah, mulai dari kardus hingga plastik. Khusus botol plastik yang dapat diolah melalui inovasi tersebut, pengurangan sampah mencapai sekitar 100 kilogram per bulan, berdasarkan penjelasan Wawan.

Wawan mengungkapkan, penerimaan masyarakat terhadap program pengelolaan sampah pada awalnya tidak selalu berjalan mudah. Sosialisasi mengenai pengelolaan sampah masih menghadapi pro dan kontra. Salah satunya karena keterbatasan sumber daya manusia. Namun, hasil nyata dari inovasi tersebut perlahan mendorong masyarakat untuk ikut mendukung.

“Kalau kita sosialisasi ke masyarakat itu memang susah menyadarkan masyarakat. Tapi kalau diperlihatkan dengan hasil karya kita, ternyata semuanya sekarang sudah mulai mendukung,” katanya.

Menurutnya, munculnya nilai ekonomi dari pengolahan sampah turut membuat masyarakat semakin tertarik untuk terlibat. Konsep tersebut kemudian mendorong penerapan ekonomi sirkular, ketika limbah yang sebelumnya tidak terpakai dapat kembali dimanfaatkan dan memiliki nilai.

Ke depan, Wawan berharap inovasi pengolahan sampah di Kampoeng Rajoet dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Bandung dalam menghadapi persoalan persampahan.

“Semoga dengan hasil karya kita, Kampung Wisata Kreatif Rajad Binong Jati ini, dengan inovasinya, pengolahan sampah organik, dari botol plastik menjadi benang, menjadikan inspirasi untuk Kota Bandung,” pungkasnya.

Melalui inovasi tersebut, Kampoeng Rajoet tidak hanya dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas kerajinan rajut, tetapi juga sebagai ruang yang mendorong pemanfaatan kembali sampah menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Dari botol plastik yang semula menjadi limbah, lahir bahan baru yang dapat kembali dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi karya.

 

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Editor

Recent Posts

Pesan Menko Airlangga Kepada Asosiasi Emiten

SATUJABAR, JAKARTA - Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, penguatan kepercayaan investor menjadi salah…

6 menit ago

Anggaran Infratruktur Jalan Kab. Sumedang Rp 100 Miliar

SATUJABAR, SUMEDANG - Anggaran infrastruktur jalan tahun 2027 meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk perbaikan infrastrutur…

24 menit ago

Alun-alun Bandung Dibuka 17 Agustus, Ada Pesta Rakyat

SATUJABAR, BANDUNG – Alun-alun Bandung akan dibuka oleh Pemerintah Kota Bandung bertepatan dengan momentum peringatan…

28 menit ago

Kasus Penyekapan Pria di Sumedang hingga Tewas, 8 Orang Ditetapkan Tersangka

SATUJABAR, SUMEDANG--Polres Sumedang, Jawa Barat, berhasil mengungkap kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap pria bernama Handi,…

2 jam ago

Kasus Penyekapan Pria di Sumedang hingga Tewas Dipicu Uang Sewa Rental Mobil

SATUJABAR, SUMEDANG -- Kasus penyekapan pria bernama Handi, berusia 40 tahun, hingga tewas, di Kabupaten…

2 jam ago

BI dan Kemenpar Perkuat Daya Saing Desa Wisata Ramah Muslim

SATUJABAR, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melalui Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) menginisiasi program…

3 jam ago

This website uses cookies.