Berita

Pengerukan Sedimen Sungai Cimande untuk Atasi Banjir di Sumedang

BANDUNG – Pengerukan sedimen Sungai Cimande di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, dimulai sejak Kamis (27/2/2025) dengan menggunakan alat berat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pasca-banjir yang melanda daerah tersebut pada Jumat, 21 Februari 2025.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, yang terus memantau perkembangan situasi dari Akademi Militer (Akmil) Magelang, menyampaikan bahwa sejak terjadinya banjir di Cimanggung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang bersama berbagai elemen terkait telah bekerja keras menangani dampak banjir tersebut.

“Sejak terjadi banjir di Cimanggung, BPBD Sumedang, dibantu berbagai elemen, terus berupaya mengatasi masalah ini. Sedimen sudah berhasil diangkut, dan kondisi sungai kembali dalam,” kata Bupati Dony, Jumat (28/2/2025) dilansir situs Pemkab Sumedang.

Banjir yang terjadi pada 21 Februari lalu disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi, yang menyebabkan pendangkalan sungai dan penumpukan sampah, sehingga aliran sungai tidak lancar. Akibatnya, banjir melanda empat desa, yakni Desa Cihanjuang, Sindangpakuon, Sindanggalih, dan Desa Sukadana.

Untuk mengatasi permasalahan ini, BPBD Sumedang telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Barat dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk mendatangkan alat berat. Kecamatan Cimanggung juga menurunkan dump truck untuk mengangkut material yang menyumbat Sungai Cimande. Sementara itu, BPBD Provinsi Jawa Barat menerjunkan excavator mini untuk membersihkan area sekitar Jembatan Sungai Cimande.

BBWS Citarum pun turut serta dengan menurunkan alat berat berupa excavator long arm di dekat jembatan Sungai Cimande. Selain itu, BBWS juga melakukan pengerukan sedimen di Sungai Citarum di dekat jembatan tersebut dan memindahkan material yang dikeruk ke dump truck untuk dibuang ke tempat pembuangan yang telah disiapkan.

BPBD Jawa Barat membantu merapikan hasil pengerukan sedimen dengan menggunakan excavator mini di area tanah kosong yang sudah disiapkan. Dengan langkah ini, diharapkan masalah pendangkalan sungai dapat teratasi, dan aliran air kembali lancar, mencegah terjadinya banjir serupa di masa depan.

Editor

Recent Posts

Rp 4,1 Triliun BOS Madrasah & BOP RA Tahap II Segera Cair, Cek Jadwal Pengajuannya!

SATUJABAR, JAKARTA - Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama tengah memproses…

3 jam ago

Bupati Cup 2026 Tour Malasari Halimun Salak Digelar

SATUJABAR, CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bekerjasama dengan KONI Kabupaten Bogor, Cycling Federation Kabupaten…

3 jam ago

Desa Wisata Gunung Malang dan Tugu Utara Bogor Masuk Top 15 Jabar

SATUJABAR, CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Disparekraf terus mendorong pengembangan desa wisata dengan…

3 jam ago

Gerhana Matahari Total 12 Agustus Tak Terlihat di Indonesia

Gerhana Matahari Total yang terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026 mendatang, tidak dapat diamati dari…

6 jam ago

Festival Budaya Lembah Baliem Dorong Ekonomi Wamena

Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2026 menjadi salah satu pengungkit pariwisata sekaligus ekonomi masyarakat di…

6 jam ago

Mainkan Jali-Jali, Tim Angklung Bandung Buka Indonesia Shopping Festival 2026 di Jakarta

JAKARTA (7/8/2026) - Tim Muhibah Angklung dari Bandung, Jawa Barat, yang aktif memperkenalkan angklung ke…

9 jam ago

This website uses cookies.