Berita

Pemkab Bogor Kaji Pembangunan Kereta Gantung di Puncak

BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus menyiapkan pengembangan sarana transportasi sebagai bagian dari strategi mengatasi persoalan konektivitas dan kepadatan lalu lintas, khususnya di kawasan wisata Puncak.

Selain pengembangan transportasi berbasis bus listrik, Pemkab Bogor juga tengah mengkaji rencana pembangunan kereta gantung atau angkutan massal berbasis kabel di kawasan Puncak.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan rencana tersebut merupakan bagian dari arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk menghadirkan alternatif transportasi yang dapat menunjang mobilitas masyarakat sekaligus wisatawan.

“Rencana pembangunan kereta gantung di kawasan Puncak merupakan salah satu alternatif pengembangan transportasi untuk meningkatkan konektivitas sekaligus mengurangi tekanan lalu lintas di jalur Puncak,” kata Ajat melalui keterangan resmi.

Menurutnya, konsep kereta gantung nantinya diarahkan untuk menghubungkan sejumlah titik strategis di kawasan Puncak. Dengan begitu, masyarakat maupun wisatawan memiliki pilihan moda transportasi selain kendaraan pribadi.

Selain sebagai sarana transportasi, kereta gantung juga diharapkan mampu memberikan dampak terhadap pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.

“Selain fungsi transportasi, kereta gantung diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal, termasuk UMKM dan destinasi wisata di kawasan Puncak,” ujarnya.

Meski demikian, Ajat menegaskan rencana tersebut masih berada dalam tahap kajian. Pemkab Bogor perlu memastikan pembangunan kereta gantung memenuhi berbagai aspek teknis dan tata kelola sebelum direalisasikan.

Kajian tersebut antara lain mencakup trase, kapasitas angkutan, aspek keselamatan, dampak lingkungan, kesesuaian tata ruang, kebutuhan lahan, integrasi dengan moda transportasi lain hingga kelayakan investasi.

“Rencana ini masih memerlukan kajian komprehensif, baik dari sisi teknis, keselamatan, lingkungan, tata ruang, kebutuhan lahan, integrasi moda transportasi maupun kelayakan investasinya,” kata Ajat.

Ia menambahkan, pengembangan transportasi di kawasan Puncak diharapkan tidak hanya menjadi solusi kemacetan, tetapi juga bagian dari penataan kawasan wisata secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Editor

Recent Posts

Gereja di Cianjur Kebakaran, Diduga Dipicu Percikan Api dari Pendingin Ruangan

SATUJABAR, CIANJUR--Peristiwa kebakaran menimpa Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Penyebab kebakaran…

2 jam ago

Di Usia Berapa Kamu Baru Tahu Jenis SIM dan Peruntukkannya

JAKARTA - Pengguna kendaraan bermotor wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai dengan jenis kendaraan…

3 jam ago

Harga Emas Senin 24/8/2026 Antam Rp 2.750.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Senin 24/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…

3 jam ago

Kejuaraan Dunia BWF 2026: Daftar Lengkap Juara

NEW DELHI — Kejuaraan Dunia BWF 2026 memasuki babak final pada Minggu, 23 Agustus 2026,…

4 jam ago

Kemenhut Tegaskan Penegakan Hukum Karhutla di Sumsel

PALEMBANG - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperketat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera…

5 jam ago

BNPB Perkuat Etika Aparat dalam Distribusi Logistik

MAUMERE - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., mengimbau…

5 jam ago

This website uses cookies.