Berita

Pemeriksaan ‘Gage’ Sebabkan Antrean Kendaraan 2,5 Km di Jalur Puncak

Rekayasa lalin untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan itu berupa sistem ganjil genap kendaraan serta sistem satu arah atau one way secara situasional.

SATUJABAR, BOGOR — Masa liburan panjang hari besar keagamaan Isra Miraj dan Imlek, dimanfaatkan warga untuk berwisata dan juga pulang kampung. Dampaknya, arus kendaraan di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, mengalami kemacetan cukup panjang.

Kepolisian Resor Bogor menyebutkan, antrean kendaraan sepanjang 2,5 kilometer di jalur wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, karena adanya pemeriksaan saat rekayasa lalu lintas berupa sistem ganjil genap (gage).

“Secara kasatmata, antrean kendaraan mencapai lebih dari 2,5 km dari Simpang Gadog karena hambatan pemeriksaan ganjil genap,” kata Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian di Simpang Gadog, Ciawi, Minggu.

Ardian menjelaskan, kepolisian memberlakukan sistem ganjil genap kendaraan sejak pukul 06.00 WIB. Pada pemeriksaan yang berlangsung di Simpang Gadog itu, kendaraan dengan pelat nomor genap diperkenankan masuk jalur Puncak, sementara kendaraan berpelat nomor ganjil putar balik.

Berbarengan dengan pelaksanaan ganjil genap pada pukul 06.00 WIB, pihaknya juga memberlakukan sistem contraflow atau berlawanan arus mulai dari pintu Tol Ciawi bagi kendaraan yang hendak mengarah ke Sukabumi.

Sejak pukul 07.00 WIB, Satlantas Polres Bogor juga memberlakukan sistem satu arah atau one way ke arah Puncak untuk mengurai kepadatan kendaraan.

“Secara data memang dari pukul 00.00 sampai dengan 07.00 WIB arus kendaraan yang melintasi wilayah Puncak Bogor sekitar 12.000 kendaraan sehingga kami berlakukan untuk rekayasa one way dari Jakarta menuju Puncak,” ujar Ardian.

Kasatlantas Polres Bogor AKP Rizky Guntama menyebutkan, selama liburan Isra Miraj dan Tahun Baru Imlek 2025 pihaknya juga memberlakukan rekayasa lalu lintas di jalur wisata Puncak sejak Jumat (24/1) hingga Rabu (29/1).

Rekayasa lalin untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan itu berupa sistem ganjil genap kendaraan serta sistem satu arah atau one way secara situasional.

“One way bersifat situasional. Jika dari Jakarta menuju Puncak ramai, kami berlakukan one way menuju ke atas. Biasanya yang akan berangkat naik ke atas pagi hari, siang hari kembali ke rumah masing-masing,” kata AKP Rizky.(yul)

Editor

Recent Posts

Bocah Hilang Saat Mencari Belut Di Garut Ditemukan Tewas

SATUJABAR, GARUT--Bocah berusia 9 tahun bernama Robi, yang dilaporlkan hilang di Sungai Cikandang, Kabupaten Garut,…

8 jam ago

Ini Dia Harga Acuan CPO dan Biji Kakao Periode Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) untuk penetapan…

9 jam ago

Lebaran 2026: Mudik Unik Pakai Kereta Panoramik

SATUJABAR, JAKARTA - PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menyiapkan total 30.712 tempat duduk layanan…

9 jam ago

Warga Bisa Saksikan Gerhana Bulan Total Selasa 3 Maret Mulai Pukul 18.00 WIB

SATUJABAR, JAKARTA – Sebuah pemandangan menakjubkan akan hadir ke tengah-tengah kita. Masyarakat dapat melihat salah…

10 jam ago

Harga Tiket FIFA Series™ 2026, Ini Dia Daftarnya

SATUJABAR, JAKARTA - Timnas Indonesia akan berlaga di Turnamen FIFA Series™ 2026 yang berlangsung di…

10 jam ago

Info Penting Nih! Pengaturan Lalu Lintas serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Balik Angkutan Lebaran 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Korps Lalu…

10 jam ago

This website uses cookies.