Berita

Pembacok Pelajar SMK hingga Tewas di Bandung Ditangkap, Motif Sakit Hati

SATUJABAR, BANDUNG–Pelaku pembacokan yang menewaskan pelajar di Kota Bandung, Jawa Barat, ditangkap. Pelaku bernama Tino alias Noy, 21 tahun, mengaku sakit hati, hingga nekad membacok korban menggunakan celurit di bawah pengaruh minuman keras (miras).

Aksi pembacokan dilakukan Tino alias Noy, 21 tahun, terhadap pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),.berinisial ZA, 17 tahun, di area sebuah bengkel sepeda motor di Jalan Cikuda, Kelurahan Pasirbiru, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Jumat (01/08/2025) malam. Kejadiannya sekitar pukul 20.30.WIB, saat korban yang sedang melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) di bengkel sepeda motor, didatangi pelaku.

Korban tewas mengenaskan di lokasi kejadian, dengan luka bacokan mengenai bagian dada. Pelaku berhasil ditangkap Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Panyileukan, setelah sempat melarikan diri.

“Pelaku langsung membacokan senjata tajam celurit sebanyak dua kali. Bacokan pertama tidak mengenai korban, kemudian bacokan kedua mengenai bagian dada sebelah kiri,” ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Budi Sartono, kepada wartawan, di Markas Polrestabes (Mapolrestabes) Bandung, Senin (04/08/2025).

Budi mengatakan, Unit Reskrim Polsek Panyileukan dan Satreskrim Polrestabes Bandung yang melakukan proses penyelidikan, berhasil melacak keberadaan pelaku. Setelah ditangkap, pelaku langsung digelandang ke Markas Polsek (Mapolsek) Panyileukan, untuk menjalani pemeriksaan.

Motif aksi pembacokan, karena pelaku merasa sakit hati atas ucapan korban, yang menantangnya berkelahi dengan mengirim pesan WA (WhatsApp). Pelaku yang mengaku juga pernah dianiaya korban, mendatangi nengkel motorr setelah sebelummya menenggak minuman keras.

“Pengakuan pelaku, sakit hati atas ucapan korban, dan sebelummya juga pernah dianiaya, dipukul dan ditendang. Kami masih mendalami terkait motif pelaku atas tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata Budi.

Pelaku membacok korban menggunakan celurit dari bengkel. Pelaku awalnya datang menemui korban dengan tangan kosong di bawah pengaruh minuman keras.

Pelaku yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, dijerat Pasal 338 junto 351 ayat 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pelaku terancam hukuman pidana hingga maksimal 15 tahun kurungan penjara.

Editor

Recent Posts

Piala Dunia 2026 Grup L: Ghana VS Panama 1-0

SATUJABAR, TORONTO - Piala Dunia 2026 berlangsung 11 Juni- 19 Juli 2026 waktu setempat atau…

29 detik ago

Hotel Sultan Sedang Dieksekusi, Ini Profilnya

Hotel Sultan pada 18 Juni 2026 menjalani eksekusi PN Jakarta Pusat yang merupakan lahan negara…

1 jam ago

Industri AMDK Wajib SNI Oktober 2026, Ini Langkah Kemenperin

Industri AMDK wajib SNI diatur dalam Permenperin Nomor 62 Tahun 2024 mencakup lima kategori produk,…

2 jam ago

Parfum Stick Balm “Timeless by Six” Berawal dari Tugas Kuliah

Jumat pagi (12/6/2026) di Auditorium Andi Hakim Nasution, IPB University, Bogor, Jawa Barat. Auditorium ramai…

2 jam ago

Ngobeng Ikan di Bawah Jembatan Baru Dibangun

Suasana berbeda terlihat di bawah Jembatan Tentara Pelajar Batalyon 400 Brigade XVII, Desa Cijemit, Kecamatan…

3 jam ago

Bupati Bogor Kunjungi Yamagen Koi Farm

SATUJABARM, CISEENG - Bupati Bogor Rudy Susmanto melakukan kunjungan ke Yamagen Koi Farm di Ciseeng,…

3 jam ago

This website uses cookies.