Tutur

Paseban Tri Panca Tunggal: Menjaga dan Melestarikan Warisan Wayang di Kuningan

Paseban Tri Panca Tunggal yang berdiri sejak tahun 1960 terus berkomitmen untuk merawat dan melestarikan warisan budaya wayang di Kabupaten Kuningan. Hal ini disampaikan oleh Ar. Farid, B.A, MA, PhD, dalam sebuah acara yang bertujuan untuk mempromosikan nilai-nilai keindahan dan keluhuran dalam seni tradisional.

Menurut Ar. Farid, dalam pidatonya, saat ini banyak yang mengapresiasi keindahan seni, namun tidak boleh dilupakan bahwa warisan leluhur, seperti karya wayang, juga mempertahankan aspek keluhuran yang mendalam. “Wayang dari para leluhur merupakan warisan berharga yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Dian menegaskan bahwa Seren Tahun, sebuah perayaan tahunan di Kabupaten Kuningan, adalah bukti konkret dari kerukunan antaragama dan keberagaman budaya. “Kami mengundang semua elemen masyarakat untuk berpartisipasi tanpa memandang perbedaan, demi memperkuat persatuan dan melestarikan nilai-nilai budaya yang adiluhung,” katanya.

Lebih lanjut, Ibu Ratu Dewi Kanti menyoroti keberadaan Wayang Kulit corak Gehang Kinatar yang berusia lebih dari 200 tahun. “Wayang ini merupakan satu-satunya peninggalan dari periode tersebut yang masih mempertahankan kualitas aslinya. Keindahan ukiran dan kemampuan wayang ini menarik perhatian banyak pemerhati budaya terkemuka seperti Alm. Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Prof. Mattew Isac Cohen dari Yale University,” paparnya.

Dalam konteks ini, upaya untuk menjaga dan mempromosikan keberlanjutan warisan budaya ini mendapat dukungan penuh dari Pemkab Kuningan dan berbagai pihak terkait. “Pelestarian wayang bukan hanya mempertahankan benda, tetapi juga filosofi kehidupan yang terkandung di dalamnya,” tambah Ibu Ratu.

Acara tersebut diakhiri dengan harapan bersama untuk terus menguatkan kegiatan pelestarian budaya dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap nilai-nilai tradisional yang menjadi identitas bangsa.

 

Sumber: Pemkab Kuningan

Dalam bentuk berita, informasi dari sumber asli telah disusun dengan mempertahankan esensi dan fokus utama dari pidato serta komentar yang disampaikan oleh para narasumber.

Editor

Recent Posts

Kasus ‘Yogi Starlink’, Menkomdigi: Hormati Proses Hukum, Tapi Perlu Pembinaan

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital…

5 jam ago

Kemenhut Jatuhkan Sanksi 6 Perusahaan Terkait Karhutla

JAKARTA - Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan…

5 jam ago

ChocoRun 2026 Dorong Perempuan Aktif di Kota Bogor Jaga Kesehatan

BOGOR - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim…

7 jam ago

PSO BRT Capai Rp56 Miliar, Tunggu Kesepakan Daerah

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan anggaran hingga sekitar Rp56 miliar untuk mendukung operasional…

7 jam ago

Layanan Isbat Nikah Gratis di Kabupaten Bogor

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk,…

8 jam ago

Agribisnis Kabupaten Bogor Menggeliat di Pasar Hewan Jonggol

JONGGOL – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Dikanak) dan arahan Bupati Bogor,…

8 jam ago

This website uses cookies.