Tutur

Padaringan: Ruang Publik Unik di Leuweung Awi yang Menggabungkan Seni, Budaya, dan Keberlanjutan

Di tengah keindahan alam Leuweung Awi, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Pemerintah Kota Bandung menciptakan sebuah ruang publik yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga mengandung nilai-nilai penting tentang pelestarian budaya dan pengelolaan lingkungan. Ruang publik ini diberi nama Padaringan, singkatan dari Pakarangan Dapur Seni Budaya Sareng Ibing, yang berarti sebuah taman atau halaman yang menggabungkan seni, budaya, dan pertunjukan.

Padaringan bukan sekadar tempat untuk berkumpul atau bersantai, tetapi juga sebuah inisiatif yang mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan budaya lokal serta pentingnya keberlanjutan lingkungan. Didesain dengan ornamen bambu yang indah, tempat ini memanfaatkan bahan alami yang ramah lingkungan. Setiap sudutnya mengusung konsep ramah lingkungan, dari penggunaan bambu sebagai material utama hingga pengelolaan lahan yang mengutamakan konservasi alam.

Di Padaringan, pengunjung dapat merasakan suasana yang asri sambil menikmati berbagai pertunjukan seni dan budaya yang diselenggarakan secara berkala. Mulai dari pertunjukan musik tradisional, tari-tarian khas Sunda, hingga pameran seni rupa yang melibatkan masyarakat lokal. Konsep yang diusung bukan hanya untuk menyajikan hiburan, tetapi juga untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Bandung kepada generasi muda, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.

(FOTO: Humas Pemkot Bandung)

Selain itu, Padaringan juga menjadi tempat untuk berbagai aktivitas kreatif, seperti workshop seni, pelatihan keterampilan, dan forum diskusi tentang keberlanjutan lingkungan. Konsep yang diterapkan di sini berfokus pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat, di mana setiap aktivitas yang diadakan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar dan para pengunjung.

Dengan adanya Padaringan, Pemkot Bandung berharap dapat menciptakan ruang yang tidak hanya memperkaya nilai-nilai budaya, tetapi juga berkontribusi pada pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Sebuah ruang yang tak hanya cantik di mata, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan alam sekitarnya.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Editor

Recent Posts

Meningkat, Kekerasan Perempuan Capai 4.472 Kasus Tahun 2025

SATUJABAR, JAKARTA--Kekerasan terhadap perempuan mengalami peningkatan di tahun 2025, tercatat mencapai 4.472 kasus. Dari data…

3 jam ago

India Open 2026: Jonatan Christie Melaju ke Perempatfinal

SATUJABAR, NEW DELHI – Wakil tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie mampu mengatasi perlawanan pemain asal…

4 jam ago

Polisi Cek Lokasi Pastikan Tidak Ada Ledakan di Tambang Antam Bogor

SATUJABAR, BOGOR--Polisi mendatangi lokasi tambang PT Antam di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk memastikan penyebab…

4 jam ago

OJK & Polri Perkuat Kolaborasi Penanganan Kejahatan Scam

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia…

5 jam ago

Utang Luar Negeri Indonesia November 2025 Turun

SATUJABAR, JAKARTA - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 menurun. Pada periode…

5 jam ago

Harga Emas Kamis 15/1/2026 Rp 2.675.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Antam Kamis 15/1/2026 dikutip dari situs logammulia.com dijual Rp 2.675.000…

10 jam ago

This website uses cookies.