Berita

Operasi SAR Pencarian Korban Longsor Cisarua Resmi Ditutup

SATUJABAR, BANDUNG–Operasi SAR pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, resmi ditutup. Hingga 22 hari pelaksanaan operasi pencarian korban terrimbun material longsor, Tim SAR gabungan menemukan dan mengevakuasi total 101 bodypack (kantong jenazah), sebanyak 64 dari 86 jenazah yang berhasil diidentifikasi, merupakan warga setempat.

Operasi SAR pencarian korban dilakukan sejak bencana tanah longsor menerjang Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, 24 Januari 2026. Operasi SAR resmi ditutup setelah 22 hari upaya pencarian korban tertimbun materia longsor, Jumat (13/02/2026).

“Basarnas secara resmi menutup Operasi SAR bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, setelah pencarian berlangsung 22 hari,” ujar SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana, Jum’at (13/02/2026).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat sebelumnya telah mencabut status tanggap darurat bencana tanah longsor, Jum’at (06/02/2026). Penutupan operasi SAR diputuskan berdasarkan pertimbangan seluruh upaya pencarian dan evaluasi teknis di lapangan telah dilaksanakan maksimal oleh Tim SAR gabungan.

“Keputusan penghentian operasi SAR diambil melalui evaluasi menyeluruh, dengan mempertimbangkan aspek teknis, efektivitas pencarian, serta keselamatan personel Tim SAR gabungan di lapangan,” kata Ade Dian.

Hingga 22 operasi pencarian korban tertimbun material longsor, Tim SAR gabungan telah menemukan dan mengevakuasi total 101 bodypack (kantong jenazah) korban. Dari 101 bodypack, 86 jenazah telah berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.

“Tim SAR gabungan telah menemukan dan mengevakuasi total 101 bodypack selama upaya pencarian korban tanah longsor. Warga setempat, dalam hal ini Desa Pasirlangu, teridentifikasi sebanyak 64 orang, dan seluruh jenazah sudah diserahkan dan dimakamkan pihak keluarga,” jelas Ade Dian.

Basarnas menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban, sekaligus permohonan maaf apabila selama pelaksanaan operasi belum sepenuhnya memenuhi harapan. Tidak ada kata yang mampu menggantikan kehilangan anggota keluarga, namun dipastikan setiap upaya telah dilakukan secara maksimal.

Pasca status tanggap darurat berakhir hingga operasi SAR resmi ditutup, Basarnas bersama unsur gabungan selalu hadir mendampingi proses rehabilitasi, rekontruksi, hingga pemulihan. Basarna hadir di lapangan, termasuk memperbarui setiap informasi dan penemuan korban baru yang berhasil ditemukan Tim SAR.

Editor

Recent Posts

Beraksi di Kabupaten Bandung, 29 Pelaku Curanmor Diringkus Barang Bukti 72 Sepeda Motor Disita

SATUJABAR, BANDUNG--Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berhasil diungkap polisi.…

9 jam ago

Kasus Ujaran Kebencian Youtuber ‘Resbob’ Disidangkan 23 Februari

SATUJABAR, BANDUNG--Youtuber sekaligus Streamer, Muhammad Adimas Firdaus alias Resbob, tersangka ujaran kebencian di media sosial,…

14 jam ago

Bandung bjb Tandamata Siap Menangi Laga di Seri Bojonegoro Yang Krusial

BOJONEGORO – Tim bolavoli putri Bandung bjb Tandamata masih berpeluang kantongi satu dari tiga tiket…

14 jam ago

Jelang Ramadan & Idulfitri 2026, Bank Indonesia Kembali Hadirkan ‘Serambi’

SATUJABAR, JAKARTA - Bank Indonesia bersama perbankan kembali memperkuat layanan penukaran uang Rupiah untuk menjawab…

14 jam ago

Presiden Prabowo: MBG Jangkau 60 Juta Penerima Manfaat

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai…

14 jam ago

Saung Angklung Udjo Tampil di Summarecon Mall Bandung Saat Imlek 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Supermusic, Summarecon Mall Bandung menghadirkan pertunjukan budaya melalui kolaborasi dengan Saung Angklung…

14 jam ago

This website uses cookies.