Berita

OJK Cirebon Imbau Warga Ciayumajakuning Waspada Investasi Bodong

Modus yang digunakan entitas ilegal ini cukup beragam, mulai dari penawaran kerja paruh waktu hingga investasi berbasis kecerdasan buatan

SATUJABAR, CIREBON — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mengimbau masyarakat di Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) untuk lebih waspada terhadap tawaran investasi dan pinjaman online (pinjol) bodong (ilegal) yang masih marak beredar. Hal ini menyusul temuan terbaru dari Satgas PASTI yang menghentikan delapan entitas keuangan tanpa izin.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran investasi maupun pinjol ilegal. Hal ini menyusul temuan terbaru dari Satgas PASTI yang menghentikan delapan entitas keuangan tanpa izin,” kata Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib dalam keterangannya di Cirebon.

Dia mengatakan, delapan entitas tersebut, menawarkan berbagai skema investasi dan layanan keuangan yang tidak terdaftar di otoritas berwenang.

OJK Cirebon, kata dia, meminta masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap berbagai tawaran investasi maupun pinjaman online yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Dia mengajak, masyarakat di Ciayumajakuning agar selalu memeriksa entitas yang menawarkan layanan keuangan, apakah telah terdaftar dan diawasi oleh OJK atau tidak.

“Kami meminta masyarakat untuk selalu mengecek legalitas layanan keuangan melalui situs resmi OJK atau kontak layanan OJK sebelum melakukan transaksi guna menghindari risiko dari praktik keuangan ilegal,” ujarnya.

Menurut dia, modus yang digunakan entitas ilegal ini cukup beragam, mulai dari penawaran kerja paruh waktu hingga investasi berbasis kecerdasan buatan (AI). “Selain imbauan, kami pun rutin melaksanakan kegiatan edukasi keuangan agar masyarakat terhindar dari aktivitas ilegal ini,” tuturnya.

Agus mengatakan, sejak 2017 hingga 31 Desember 2024, Satgas PASTI telah menghentikan 12.185 entitas keuangan ilegal. Jumlah tersebut terdiri atas 1.737 merupakan entitas investasi ilegal, 10.197 entitas pinjol ilegal, serta 251 entitas gadai ilegal.

“Pinjaman ilegal tidak hanya memberikan bunga yang sangat tinggi, namun sering kali menyalahgunakan data pribadi peminjam. Ini sangat berbahaya dan bisa berujung pada intimidasi atau penyebaran data pribadi,” ucap dia. (yul)

Editor

Recent Posts

Pelajar Tewas di Sungai Citarum Dirampok Bukan Korban Bentrok Supporter

SATUJABAR, KARAWANG-- Pelajar tewas di bantaran Sungai Citarum, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dipastikan korban perampokan,…

7 jam ago

Thailand Open 2026: Dua Wakil Indonesia di Delapan Besar

SATUJABAR, BANGKOK – Thailand Open 2026 memasuki babak delapan besar yang akan digelar pada Jum’at…

7 jam ago

Ubed & Thalita Tumbang di 16 Besar Thailand Open

SATUJABAR, BANGKOK – Ubed atau Mohammad Zaki Ubeidillah takluk pemain Korea Selatan Jeon Hyeok Jin…

7 jam ago

Thalita Tumbang, Jafar/Felish Tersingkir Thailand Open 2026

SATUJABAR, BANGKOK – Thalita Ramadhani Wiryawan harus tumbang meski sudah memberikan perlawanan sengit saat melawan…

7 jam ago

1 Kg Sabu Diedarkan di Karawang, 2 Pengedar Ditangkap

SATUJABAR, KARAWANG--Polres Karawang, Jawa Barat, berhasil membongkar jaringan peredaran gelap narkoba jenis sabu dengan barang…

9 jam ago

Drone Pelacak Ladang Ganja Ilegal, Dikembangkan BRIN-BNN

SATUJABAR, BANDUNG - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) mengembangkan…

11 jam ago

This website uses cookies.