Berita

Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan I 2026 Defisit 9,1 Miliar Dolar AS

SATUJABAR, JAKARTA – Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I 2026 tetap terjaga. Defisit transaksi berjalan tetap rendah di tengah perlambatan ekonomi global. Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat defisit yang tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Menurut data Bank Indonesia, Neraca Pembayaran Indonesia pada triwulan I 2026 mencatat defisit 9,1 miliar dolar AS dan posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2026 tetap tinggi sebesar 148,2 miliar dolar AS, atau setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi cadangan devisa tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah. Pada triwulan I 2026, transaksi berjalan mencatat defisit 4,0 miliar dolar AS (1,1% dari PDB), setelah pada triwulan IV 2025 mencatat defisit 2,5 miliar dolar AS (0,7% dari PDB).

Neraca perdagangan nonmigas tetap membukukan surplus meskipun lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya, sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global serta terganggunya rantai pasok perdagangan antarnegara. Defisit neraca perdagangan migas juga menurun di tengah aktivitas ekonomi domestik yang tetap terjaga. Defisit neraca pendapatan primer meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran kupon/bunga. Sementara itu, kinerja neraca jasa membaik sejalan dengan penurunan impor jasa freight.

BACA JUGA: 9 WNI Dibebaskan Israel, Menlu Indonesia Apresiasi Turki

Kinerja transaksi modal dan finansial tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Investasi langsung tetap mencatatkan surplus sebagai cerminan dari persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi domestik yang tetap terjaga. Investasi portofolio juga tetap mencatat surplus, meskipun lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2025 sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian global. Sementara itu, investasi lainnya mencatat defisit dipengaruhi oleh pembayaran pinjaman luar negeri yang jatuh tempo serta penempatan kas dan simpanan, serta aset lainnya di luar negeri. Dengan perkembangan tersebut, transaksi modal dan finansial pada triwulan I 2026 mencatat defisit 4,9 miliar dolar AS, setelah pada triwulan sebelumnya mencatat surplus 9,0 miliar dolar AS.

Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan, didukung sinergi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat ketahanan eksternal. Kinerja NPI 2026 diprakirakan tetap baik dengan defisit transaksi berjalan yang rendah dalam kisaran defisit 1,3% sampai dengan 0,5% dari PDB.

SIMAK JUGA: Begini Cara Menggapai Financial Freedom

Editor

Recent Posts

Kuda Laut Marak Diperdagangkan, BRIN Dorong Aksi Nasional

SATUJABAR, JAKARTA - Kuda laut kini tidak lagi sekadar tangkapan sampingan (bycatch), tetapi juga telah…

8 jam ago

Tokoh Ekonomi Nasional Beri Masukan Ke Presiden

Tokoh nasional yang hadir pernah menjabat sebagai menteri maupun Gubernur Bank Indonesia. Mereka antara lain…

8 jam ago

BGN: Tidak Ada Intervensi Formula Bayi dalam Program MBG

BGN justru mengacu pada prinsip Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) serta regulasi nasional yang…

11 jam ago

Commuter Line Surabaya Tambah Tempat Duduk

Commuter Line Surabaya. KRD seri sebelumnya hanya 64 tempat duduk per kereta. Sedangkan Ekonomi K3,…

11 jam ago

Korlantas Polri Luncurkan SIM Digital

SATUJABAR, JAKARTA –  Korlantas Polri luncurkan SIM Digital atau Surat Izin Mengemudi Digital pada Jum’at…

11 jam ago

Gubernur Bank Indonesia Lantik 3 Pimpinan Satker

SATUJABAR, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, melantik 3 Pemimpin Satuan Kerja Bank Indonesia,…

12 jam ago

This website uses cookies.