Berita

Mortir Meledak 3 Warga Tewas di Bandung Barat, TNI Tunggu Hasil Puslabfor

SATUJABAR, BANDUNG – Tiga warga Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat tewas setelah sebuah mortir yang diduga berasal dari area latihan Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Cipatat, meledak. Pusdikif belum memastikan, mortir berasal dari satuannya, karena masih menunggu hasil uji laboratorium forensik untuk memastikan jenis dan kepemilikan amunisi tersebut.

Peristiwa ledakan berasal dari mortir yabg menewaskan tiga warga Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terjadi Rabu (08/07/2026) siang, sekitar pukul 10.30 WIB. Mortir yang diduga berasal dari area latihan Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Cipatat, meledak, setelah sebelumnya dipungut korban dari kawasan latihan militer untuk dijual sebagai barang rongsokan.

“Ledakan mortir terjadi di samping rumah salah satu korban. Ada tiga korban meninggal dunia akibat ledakan mortir 81 komando,” ujar Kapolsek Cipatat, Kompol DMS Andriani Sapin.

Andriani mengatakan, warga yang mendengar suara ledakan, mendapatkan ketiga korban sudah tergeletak bersimbah darah. Dua korban sudah tidak bernyawa, satu korban dalam kondisi luka berat, tidak tertolong setelah dilarikan ke rumah sakit.

Ketiga korban, masing-masing bernama Ade, berusia 21 tahun, Suhri, berusia 40 tahun, dan Rodiana, berusia 40 tahun. Ketia korban warga Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Andriani menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, korban biasa memulung selongsong maupun proyektil dari area latihan militer Pusdikif, padahal sudah dilarang TNI. Proses penyelidikan masih dilakukan bersama pihak TNI, dengan memasang garis polisi di lokasi kejadian.

Sementara itu, Kepala Departemen Teknis Pusdikif, Letkol Inf. Sunarya mengatakan, identifikasi amunisi sepenuhnya masih menjadi kewenangan tim Gegana dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Pihaknya belum bisa menyimpulkan terkait asal mortir yang meledak, hingga menewaskan tiga orang warga.

“Saat ini kami masih menunggu dari Tim Gegana Polri, untuk menyampaikan hasil uji laboratorium forensik, apakah itu granat dari kami (Pusdikif), atau granat dari mana,” ujar Sunarya dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (09/07/2026).

Sunarya mengungkapkan, kawasan latihan militer di Cipatat tidak hanya digunakan oleh Pusdikif. Sejumlah kesatuan lain, diantaranya Pusdikkav, juga ikut memanfaatkan area tersebut, untuk kegiatan latihan militer.

“Yang di sini latihan bukan cuma Pusdikif, tapi ada juga diantaranya Pusdikkav. Makanya, kita tunggu dulu saja kepastian jenis dan kepemilikan granatnya (mortir),” ungkap Sunarya.

Sunarya memastikan, setiap pelaksanaan kegiatan latihan militer selalu diawali dengan pemberitahuan kepada masyarakat sekitar. Selain itu, prosedur penggunaan amunisi telah mengikuti standar operasional prosedur yang berlaku di lingkungan TNI.

Sunarya menjelaskan, sirene peringatan selalu dibunyikanx sejak pukul 06.00 WIB, sebelum latihan dimulai. Apabila ditemukan amunisi yang gagal meledak, kegiatan latihan akan dihentikan sementara hingga amunisi tersebut ditemukan dan dimusnahkan.

“Karena dari hasil prosedur-prosedur yang ada di militer, apabila granat itu tidak meledak maka dihentikan kegiatan. Dicarikan granat itu, kemudian dilaksanakan disposal (peledakan),” jelas Sunarya.

Lokasi terjadinya ledakan masih dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Penanganan lebih lanjut telah diserahkan kepada Puslabfor Polri guna mengidentifikasi jenis amunisi yang meledak.

Editor

Recent Posts

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

SATUJABAR, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina International Shipping memastikan kapal tanker Very Large…

2 jam ago

Gadis 19 Tahun di Tasikmalaya Disekap dan Diperkosa Pria Kenalan di Medsos

SATUJABAR, TASIKMALAYA - Kasus penyekapan disertai pemerkosaan terhadap gadis berusia 19 tahun di Kabupaten Tasikmalaya,…

4 jam ago

Vaksin Dengue mRNA Dikembangkan Indonesia-Tiongkok

SATUJABAR, JAKARTA - Teknologi mRNA yang sebelumnya dikenal melawan virus COVID-19 kini dikembangkan untuk pertama…

4 jam ago

22 PSE Belum Penuhi Wajib Daftar, Komdigi Keluarkan Peringatan

SATUJABAR, JAKARTA - Komdigi keluarkan surat peringatan kepatuhan kewajiban pendaftaran kepada 22 Penyelenggara Sistem Elektronik…

4 jam ago

Tembus Pasar Eurasia, Indonesia Teken 7 MoU pada INNOPROM 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia terus mendorong perluasan jaringan pasar industri domestik ke kancah…

5 jam ago

Presiden Prabowo Bertemu Thaksin di Kertanegara, Ini yang Dibahas

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus memperkuat jejaring komunikasi dengan para pemimpin dan tokoh dunia…

5 jam ago

This website uses cookies.