SATUJABAR, JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut antusias kabar resmi bergabungnya Miliano Jonathans sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Proses pengambilan sumpah kewarganegaraan berlangsung pada Rabu (3/9/2025) di Gedung Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta.
“Ini hari yang luar biasa. Proses ini tidak akan terjadi tanpa dukungan penuh dari pemerintah, khususnya Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” ujar Erick Thohir. Ia juga mengapresiasi Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, yang memimpin langsung proses sumpah Miliano.
Miliano kini resmi menjadi bagian dari skuad Garuda. Pemuda kelahiran Arnhem, Belanda, 5 April 2004 itu memiliki darah Indonesia dari kakeknya yang berasal dari Depok, Jawa Barat. Ia dikenal sebagai penyerang muda berbakat—posisi yang sangat dibutuhkan oleh timnas saat ini.
“Naturalisasi Miliano bukan sekadar formalitas. Ini bagian dari strategi besar PSSI untuk memperkuat timnas Indonesia, demi mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia,” lanjut Erick dikutip dari laman PSSI.
PSSI, kata Erick, terus membangun kekuatan tim dengan menyiapkan pemain terbaik, pertandingan uji coba berkualitas, dan semangat menjaga marwah bangsa. Ia juga mendorong para pemain diaspora untuk ikut ambil bagian mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, menegaskan bahwa naturalisasi ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap kemajuan olahraga nasional. “Langkah ini sangat strategis, tidak hanya untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026, tapi juga Piala Asia 2027. Target kita jelas: masuk 100 besar dunia dan 10 besar Asia,” katanya.
Dengan status barunya sebagai WNI, Miliano dijadwalkan langsung bergabung dengan timnas senior Indonesia untuk laga FIFA Matchday melawan Tiongkok Taipei dan Lebanon di Surabaya. Namun, keputusan apakah ia akan bermain atau tidak, akan ditentukan oleh tim pelatih berdasarkan kondisi fisiknya.
Sebagai informasi, Miliano memiliki garis keturunan Indonesia dari marga Jonathans—salah satu dari 12 marga Belanda yang menetap di Depok sejak abad ke-18 dan mendapat warisan dari Cornelis Chastelein pada tahun 1714.