Berita

Menteri Agus ‘Babat’ Habis Para Petugas dan Pejabat Imigrasi di Bandara Soetta, Ini Penyebabnya

Ada sekitar 30-an nama yang dicopot dari tingkat pejabat, sampai petugas di lapangan.

SATUJABAR, JAKARTA — Sikap tegas diambil Kementerian Imigrasi. Kementerian ini membenarkan kabar tentang pencopotan seluruh pejabat di Kantor Imigrasi Kelas-1 Bandar Udara (Bandara) Soekarno-Hatta.

Pencopotan pejabat dan petugas tersebut buntut dari nota protes pemerintahan Cina terhadap pemerintah Indonesia. Nota protes ini terkait dugaan pemerasan yang dilakukan petugas-petugas imigrasi bandara terhadap warga negara Tirai Bambu sepanjang 2024-2025.

Menteri Imigrasi Agus Andrianto mengatakan, pencopotan dilakukan untuk proses penyelidikan. “Kami sudah menerima informasi itu. Dan kami tarik (copot) semua terhadap nama-nama yang ada di data dari penugasan di Bandara Soekarno-Hatta,” kata Agus.

Mantan Kepala Bareskrim Polri itu menegaskan, akan memberikan sanksi lebih tegas terhadap para petugas, dan pejabat di Bandara Kelas-1 Soekarno-Hatta yang terbukti melakukan tindak pidana pemerasan tersebut. “Tindakan tegas juga akan kita lakukan jika nantinya benar terbukti melakukan kesalahan,” kata dia.

Agus belum bersedia membeberkan nama-nama para pejabat, maupun petugas Imigrasi Soekarno-Hatta yang dicopot itu. Tetapi, kata dia, ada sekitar 30-an nama yang dicopot dari tingkat pejabat, sampai petugas di lapangan.

Dari pemeriksaan sementara, ada sejumlah petugas yang melakukan pemerasan lebih dari satu kali. “Ada yang dua, dan tiga kali (melakukan pemerasan). Dan saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan,” ucap Agus.

Dia mengatakan, ‘pembabatan’ habis para petugas, dan pejabat imigrasi di bandara utama Indonesia ini, tak terkait dengan kasus warga negara Cina yang sempat viral mempublikasikan aksi pungli di bandara beberapa waktu lalu.

“Yang itu (video pungli) itu berbeda. Yang itu tidak benar. Kalau kasusnya yang ini berbeda,” ujar Agus.

Kasus publikasi bernarasi pungli oleh seorang warga Cina beberapa waktu lalu itu, kata Agus, sudah dilakukan penangkapan. Kata dia, terhadap pembuat video tersebut juga sudah dilakukan penangkapan dan dideportasi, dan penangkalan.

Kedutaan Besar Cina sebelumnya menyampaikan nota protes kepada pemerintah Indonesia. Isinya terkait dengan keluhan warga negara Cina yang menjadi korban pemerasan para petugas imigrasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dalam nota protes tersebut, otoritas Cina menyampaikan riwayat kasus warga negaranya yang diperas sepanjang Februari 2024 sampai Januari 2025. Dalam nota protes itu, pun terungkap sedikitnya ada 44 kasus pemerasan, yang dialami oleh 60 warga negara Cina. (yul)

Editor

Recent Posts

India Open 2026: Putri Kusuma Wardani Melaju ke Perempatfinal

SATUJABAR, NEW DELHI – Wakil tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani melaju ke babak perempat…

4 jam ago

Meningkat, Kekerasan Perempuan Capai 4.472 Kasus Tahun 2025

SATUJABAR, JAKARTA--Kekerasan terhadap perempuan mengalami peningkatan di tahun 2025, tercatat mencapai 4.472 kasus. Dari data…

7 jam ago

India Open 2026: Jonatan Christie Melaju ke Perempatfinal

SATUJABAR, NEW DELHI – Wakil tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie mampu mengatasi perlawanan pemain asal…

8 jam ago

Polisi Cek Lokasi Pastikan Tidak Ada Ledakan di Tambang Antam Bogor

SATUJABAR, BOGOR--Polisi mendatangi lokasi tambang PT Antam di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk memastikan penyebab…

8 jam ago

OJK & Polri Perkuat Kolaborasi Penanganan Kejahatan Scam

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia…

9 jam ago

Utang Luar Negeri Indonesia November 2025 Turun

SATUJABAR, JAKARTA - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 menurun. Pada periode…

9 jam ago

This website uses cookies.