Berita

Polisi Cek Lokasi Pastikan Tidak Ada Ledakan di Tambang Antam Bogor

SATUJABAR, BOGOR–Polisi mendatangi lokasi tambang PT Antam di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk memastikan penyebab munculnya kepulan asap, menyusul isu adanya ledakan yang mengakibatkan ratusan orang terjebak. Kepulan asap keluar dari dalam lubang tambang di kawasan PT Antam, yang masih ditelusuri.

Pihak kepolisian Polres Bogor yang mendatangi lokasi tambang PT Antam di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, belum bisa mendekati lubang tambang yang mengeluarkan asap. Kepulan asap tebal yang menyelimuti titik lubang tambang, juga membuat tim yang diterjunkan PT Antam belum bisa masuk untuk memastikan penyebabnya.

“Jadi, kita masih harus menunggu, karena saat ini titik api, atau titik munculnya asap dari mana, masih ditelusuri tim dari PT Antam. Tim sendiri belum bisa masuk ke dalam titik lokasi lubang tambang karena masih diselimuti asap,” ujar Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, dalam keterangannya, Kamis (15/01/2026).

Wikha mengatakan, penelusuran terkait penyebab munculnya asap baru bisa dilakukan secara menyeluruh, setelah kondisi di dalam lubang tambang dipastikan aman dimasuki oleh tim. Kadar karbon monoksidanya masih belum memungkinkan tim masuk ke dalam lokasi, karena bisa berbahaya.

Sementara itu, fakta yang dilaporkan PT Antam, kepulan asap diduga berasal dari terbakarnya kayu penyangga pada level, atau di kedalaman kurang lebih 700 meter. PT Antam membantah isu terjadi ledakan yang mengakibatkan ratusan orang terjebak.

“Fakta yang terjadi di lapangan, ada asap muncul di wilayah pertambangan dari PT Antam. Isu adanya ledakan yang mengakibatkan ratusan orang terjebak, itu tidak benar,” kata Wikha.

Menurut General Manager PT Antam UBPE Pongkor, Nilus Rahmat, area terdampak kepulan asap masih dalam kondisi normal. Namun, semua posisi pekerja standbye, tidak beraktifitas.

Nilus mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu kadar karbon monoksida yang ditimbulkan dari kepulan asap aman untuk manusia. Kadar karbon monoksida masih 100 ppm, masih belum normal.

“Kita masih menunggu nanti setelah cukup aman, kita masuk lokasi dan melakukan pembersihan. Penanganan api, atau kepulan asap yang masih tersisa, sekaligus menelusuri penyebab pastinya,” kata Nilus.

Editor

Recent Posts

BRIN Genjot Hilirisasi Komoditas Singkong dan Pisang

Indonesia merupakan penghasil ubi kayu terbesar kedua di dunia setelah Brazil, dengan produksi mencapai 21…

6 jam ago

Harga BBM Pertamina di Jawa Barat Per 19 April 2026

Harga BBM Pertamina di Jawa Barat Per 19 April 2026 SATUJABAR, BANDUNG – Berikut harga…

6 jam ago

Piala Thomas & Uber 2026: Tim Ganda Putra Kini Punya Pelatih Baru

Hendra yang bertahun-tahun menjadi andalan tim Thomas Indonesia di sektor ganda, kini akan duduk di…

7 jam ago

Piala Thomas & Uber 2026: Tim Indonesia Langsung Berlatih Keras

Pasangan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari mengatakan latihan pertama ini sangat penting untuk…

7 jam ago

Optimalisasi AI Bisa Dongkrak PDB 3,67 Persen

Ekosistem digital yang kuat dan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat menjadi modal penting dalam mendorong…

7 jam ago

Menkomdigi: Jurnalis Senior Kunci Jaga Standar Kerja Jurnalistik

Meutya menekankan tanpa proses pewarisan pengalaman, akan muncul kesenjangan antara standar yang dibangun oleh jurnalis…

7 jam ago

This website uses cookies.