• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 3 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Menkop Dukung KPBS Pangalengan Produksi Susu UHT dan Masuk Ekosistem MBG

Editor
Sabtu, 10 Januari 2026 - 06:41
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono.

SATUJABAR, BANDUNG – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa pihaknya akan mendukung penuh langkah Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan masuk ke sektor Industri Pengolahan Susu (IPS) memproduksi susu UHT, bukan hanya produk susu pasteurisasi. Sehingga, KPBS Pangalengan bisa memperluas peran dalam ekosistem program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saya berharap teknologi pasteurisasi disini bisa dikembangkan dengan membangun line pabrik baru untuk memproduksi susu UHT,” kata Menkop, saat melakukan kunjungan kerja ke KPBS Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akhir tahun lalu dilansir laman Kemenkop.

RelatedPosts

9 Ton Keripik Pisang Ini Diekspor Ke Malaysia

Kemenperin Dorong Percepatan Sertifikasi Halal di Daerah

Kementerian UMKM Dukung BKPM Percepat Legalitas Usaha Mikro

Dalam kesempatan yang sama, Menkop juga menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama antara KPBS Pangalengan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jayabaya 2 tentang pengadaan susu pasteurisasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penandatanganan perjanjian kerja sama antara KPBS Pangalengan dengan Kopdes Merah Putih Margamulya tentang pelatihan koperasi.

Menkop meyakinkan produk susu UHT dan pasteurisasi dari KPBS Pangalengan akan dijual di seluruh gerai milik Kopdes Merah Putih seluruh Indonesia. “Untuk keperluan industri UHT ini, saya juga pastikan LPDB Koperasi siap membantu bila KPBS Pangalengan membutuhkan tambahan pembiayaan,” ungkap Menkop.

Menkop menambahkan, selama ini industri pengolahan susu di Indonesia mendapatkan bahan bakunya dari impor susu bubuk skim, yang memang diperbolehkan masuk karena ada aturannya. Namun, saat ini, peraturan menteri tersebut sudah tidak ada lagi.

“Bila koperasi mampu membangun industri pengolahan susu, maka akan menyerap produk susu dari peternak sapi perah kita. Saya pastikan impor susu bubuk skim akan kita larang, karena itu akan mematikan para peternak sapi perah,” kata Menkop.

Bahkan, lanjut Menkop, seharusnya kita terus meningkatkan jumlah populasi sapi perah yang amat dibutuhkan para peternak. “Kita akan dukung program pemerintah untuk menambah populasi sapi perah dan kemudian akan dukung advokasinya untuk menghambat masuknya susu bubuk skim impor,” kata Menkop.

Menkop pun mendorong seluruh koperasi peternak sapi perah agar bisa sama dengan perusahaan-perusahaan swasta dengan bisa memproduksi susu bubuk sendiri. “Kita jangan mau kalah bersaing dengan yang punya swasta, agar dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ucap Menkop.

Bila dikaitkan dengan program MBG, maka Menkop berharap keberadaan SPPG di seluruh Indonesia bakal mampu membangun supply chain yang berasal dari koperasi, terutama Kopdes Merah Putih.

“Bukan hanya susu, tapi juga sayur-sayurannya juga nanti akan disuplai koperasi petani sayur dan lain sebagainya. Jadi, tujuan kita memang membangun ekosistem koperasi untuk mensuplai kebutuhan dari SPPG dalam program MBG,” kata Menkop.

Pasalnya, bagi Menkop, kualitas dan sertifikasi susu merupakan fondasi utama penguatan koperasi produsen sapi perah. Dimana susu adalah produk pangan strategis yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.

“Oleh karena itu, pemenuhan standar mutu dan keamanan pangan, serta sertifikasi dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi di tingkat peternak, pengolahan, hingga distribusi, harus menjadi perhatian utama koperasi,” jelas Menkop.

Menkop mengingatkan, peran kolektif koperasi inilah yang menjadi kunci dalam mendukung program MBG. Koperasi produsen susu harus mampu menjadi penyedia susu yang aman, layak konsumsi, terstandar, dan tersertifikasi, dengan sistem distribusi yang tertib dan akuntabel.

“Suplai untuk MBG tidak hanya menuntut ketersediaan produk, tetapi juga kesiapan koperasi dalam tata kelola, pencatatan, ketelusuran, dan manajemen rantai pasok. Di sinilah koperasi diuji untuk naik kelas menjadi mitra strategis program nasional,” papar Menkop.

Direktur Utama LPDB Krisdianto menambahkan, KPBS Pangalengan merupakan mitra LPDB yang masuk kategori baik. “Mereka juga sudah memiliki mitra offtaker seperti Ultra Jaya dan Frisian Flag, dan beberapa SPPG dalam program MBG,” kata Krisdianto.

Ke depan, Krisdianto berharap KPBS Pangalengan bisa menjadi suplier utama dari Kopdes Merah Putih, khususnya untuk aneka produk susu. “Koperasi ini pernah mendapat pembiayaan dana bergulir sebesar Rp15 miliar, dan sudah lunas,” ucap Krisdianto.

Sementara itu, Ketua KPBS Aun Gunawan menjelaskan, koperasi yang sudah berdiri sejak 1969 ini, kini sudah beranggotakan lebih dari 4.500 orang, dengan populasi sapi sebanyak 16 ribu, hingga mampu memproduksi susu 80 ton perhari.

Untuk mendukung produksi dan pemasaran susu segar, KPBS Pangalengan mengoperasikan 28 Tempat Pelayanan Koperasi (TPK) yang terintegrasi, yang semuanya dikelola melalui sistem berbasis Enterprise Resource Planning (ERP).

Diantara pusat-pusat ini, delapan diantaranya dilengkapi dengan sistem pendingin susu, yang memungkinkan proses lebih efisien. “Mulai dari pengumpulan susu di tingkat peternakan hingga pengiriman ke industri pengolahan susu,” kata Aun.

Saat ini, lanjut Aun, KPBS Pangalengan terlibat aktif dalam program MBG dengan memasok susu ke 50 SPPG. “Tapi, susu kita tidak didrop ke SPPG, tapi langsung ke sekolah bersamaan waktu dengan SPPG. Kita siapkan sekitar 700 ribu cup perbulan,” ujar Aun.

Tags: Ferry JuliantonoKPBS PangalenganMenteri Koperasi

Related Posts

Keripik pisang. (Foto: Dok. Kemendag)

9 Ton Keripik Pisang Ini Diekspor Ke Malaysia

Editor
28 Februari 2026

SATUJABAR, MEDAN - Menteri Perdagangan, Budi Santoso melepas ekspor sembilan ton keripik pisang kepok merek Archila ke Malaysia senilai Rp270...

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Kemenperin Dorong Percepatan Sertifikasi Halal di Daerah

Editor
27 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus memperkuat daya saing industri nasional melalui peningkatan layanan jasa industri dan percepatan sertifikasi halal....

(Foto: Dok. Kementerian UMKM)

Kementerian UMKM Dukung BKPM Percepat Legalitas Usaha Mikro

Editor
26 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendukung langkah Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)...

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kiri) dan Menteri Perdagangan Budi Santoso di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (24/2/2026).(Foto: Istimewa)

Kemenhub Sokong Produk UMKM Binaan Kemendag di Simpul Transportasi

Editor
25 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendukung penuh program Kementerian Perdagangan yang memberikan kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil,...

(Foto: Dok. Kemenperin)

Keren Nih! IKM Produsen Drone Indonesia Sudah Makin Maju

Editor
23 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus berupaya mengakselerasi tranformasi teknologi di sektor industri demi meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan...

Produk UMKM/IKM

Apakah Penghapusan Bea Masuk Hingga 0% Bagi 99% Produk Amerika Serikat Akan Mematikan UMKM?

Editor
23 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Pemerintah melalui Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Persidangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa pada dasarnya besaran...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.