Menteri Perdagangan, Budi Santoso menghadiri acara Silaturahmi Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) di Jakarta, Rabu (4 Jun).(Foto: Dok. Kemendag)
JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Busan menegaskan pentingnya semangat dan motivasi untuk menguasai pasar dalam negeri yang sangat besar. Ia menekankan bahwa daya saing produk lokal menjadi kunci agar produk-produk Indonesia semakin diminati oleh konsumen di tanah air.
“Kalau kita punya barang lokal yang berkualitas bagus, kita akan merasa nyaman. Konsumen juga tidak akan ragu untuk membeli dan menggunakan produk tersebut,” ujar Mendag Busan dalam pernyataannya.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong kemudahan akses terhadap produk lokal agar masyarakat makin percaya bahwa produk dalam negeri mampu bersaing. Salah satu program utama yang dijalankan adalah Pengamanan Pasar Dalam Negeri, yang bertujuan menciptakan ekosistem pendukung bagi pelaku UMKM agar produk mereka lebih mudah ditemukan oleh konsumen.
“Kami fasilitasi kerja sama dengan marketplace, mal, department store, dan ritel modern. Ekosistemnya kami bangun agar produk dalam negeri bisa menemukan pembelinya,” kata Busan.
Kemendag juga mengembangkan program UMKM BISA Ekspor (Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor) yang mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli mancanegara melalui jejaring perwakilan perdagangan RI (perwadag) di luar negeri. Dalam program ini, UMKM diberi kesempatan mempresentasikan produknya melalui sesi pitching kepada perwadag, yang kemudian akan membantu mencarikan pembeli potensial. Proses ini dilanjutkan dengan sesi business matching untuk mengikat kesepakatan.
“Kami tunggu para pengusaha, terutama yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Nasional (HPN), untuk memanfaatkan fasilitas ini. Silakan siapkan produk Bapak dan Ibu dengan baik agar menarik minat pembeli,” imbau Mendag Busan.
Sepanjang Januari hingga Mei 2025, program UMKM BISA Ekspor telah mencatat 296 kegiatan dengan 33 negara mitra, terdiri dari 197 sesi pitching dan 99 sesi business matching. Total nilai transaksi mencapai USD 68,65 juta, serta melibatkan lebih dari 800 UMKM.
Selain itu, Mendag Busan juga mengajak para pelaku usaha, termasuk anggota HPN, untuk ikut serta dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, pameran dagang internasional terbesar di Indonesia. Pameran ini akan diselenggarakan pada 15—19 Oktober 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
“TEI 2025 akan menjadi peluang emas bagi para pelaku usaha untuk bertemu langsung dengan pembeli luar negeri dan meningkatkan potensi transaksi ekspor,” tutup Mendag Busan.
Dengan dukungan program-program strategis ini, Kemendag berharap semakin banyak produk lokal yang menguasai pasar domestik sekaligus mampu menembus pasar global.
SATUJABAR, INDRAMAYU - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indramayu memanfaatkan momentum Hari Pers Nasional (HPN)…
SATUJABAR, NEW DELHI – Wakil Indonesia tunggal putri, Putri Kusuma Wardani terhenti langkahnya di babak…
SATUJABAR, NEW DELHI – Wakil tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie mampu mengatasi perlawanan pemain asal…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Antam Jum’at 16/1/2026 dikutip dari situs logammulia.com dijual Rp 2.675.000…
SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meminta penjelasan resmi dari Meta selaku penyelenggara…
JAKARTA – bank bjb dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) secara resmi menandatangani…
This website uses cookies.