• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 2 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Mendag Ajak Pelaku Waralaba Ikut Business Matching untuk Perluas Pasar Ekspor

Editor
Sabtu, 26 April 2025 - 06:23
Menteri Perdagangan, Budi Santoso membuka The 23rd Internasional Franchise, License and Business Concept Expo and Conference (IFRA) dan Internasional Culinary Expo (ICE) 2025 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, Jumat (25 Apr).(Foto: Humas Kemendag)

Menteri Perdagangan, Budi Santoso membuka The 23rd Internasional Franchise, License and Business Concept Expo and Conference (IFRA) dan Internasional Culinary Expo (ICE) 2025 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, Jumat (25 Apr).(Foto: Humas Kemendag)

BANDUNG – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak para pelaku usaha waralaba untuk aktif mengikuti program business matching yang digelar oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam upaya mendorong ekspansi pasar ke mancanegara. Hal ini disampaikan Mendag saat membuka acara The 23rd International Franchise, License and Business Concept Expo and Conference (IFRA) dan International Culinary Expo (ICE) 2025 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (25/4).

Mendag Budi meminta Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) untuk mulai menjajaki keterlibatan pelaku waralaba dalam business matching Kemendag pada Mei 2025 mendatang.

RelatedPosts

Timur Tengah Memanas, Jajaran Kemlu Eratkan Komunikasi Dengan WNI

Minta Maaf, Menag: Zakat Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

Kemenhaj Imbau Warga Tunda Umrah, Persiapan Haji Tetap Jalan

“Sampai saat ini belum ada pelaku waralaba yang ikut dalam business matching Kemendag. Sektor jasa seperti waralaba harus mulai digalakkan ekspornya. Kita butuh keragaman komoditas, tidak hanya barang, tapi juga jasa,” ujar Mendag Budi melalui keterangan resmi.

Program business matching Kemendag merupakan bagian dari strategi perluasan pasar ekspor melalui kerja sama dengan perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara, seperti Atase Perdagangan dan ITPC. Dalam sesi ini, pelaku usaha berkesempatan mempresentasikan produk mereka kepada calon pembeli potensial dari luar negeri.

Mendag menilai, sektor waralaba memiliki potensi besar untuk memperkuat struktur ekonomi nasional karena mampu memberikan akses mudah dalam memulai usaha, menawarkan sistem bisnis yang standar, serta dukungan berkelanjutan dari pemberi waralaba.

“Saat ini rasio kewirausahaan Indonesia baru 3,4 persen, masih tertinggal dari Malaysia, Thailand, hingga AS. Kita targetkan 10–12 persen, dan waralaba bisa menjadi pendorong penting dalam mencapai target tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan data Kemendag, sektor waralaba pada 2024 telah menyerap hampir 98 ribu tenaga kerja, mencatatkan omzet Rp143,25 triliun, dan mengelola lebih dari 48 ribu gerai, baik milik sendiri maupun yang diwaralabakan. Beberapa waralaba nasional bahkan telah menembus pasar internasional, seperti Alfamart, Ayam Gepuk Pak Gembus, Kebab Turki Baba Rafi, Taman Sari Royal Heritage Spa, dan Roti Ropi.

Ketua Umum AFI Anang Sukandar turut mendorong agar waralaba lokal terus dikembangkan untuk bersaing secara global. Ia menilai, sektor makanan dan minuman (mamin) masih menjadi andalan dalam industri waralaba, seperti yang terlihat di AS, Australia, dan Singapura, di mana 55 persen usaha waralaba bergerak di sektor tersebut.

“Indonesia punya banyak potensi kuliner khas. Saya kira sepuluh jenis masakan Indonesia bisa dikembangkan menjadi bisnis waralaba yang mendunia,” ujar Anang.

Sementara itu, Co-Founder waralaba Kopi Titik Koma, Ditya Wardhana, yang juga turut serta dalam pameran IFRA x ICE 2025, berharap agar pemerintah semakin mendukung pengembangan merek waralaba lokal, terutama dalam hal promosi, perizinan, dan perlindungan hukum.

“Target kami adalah memperkenalkan merek waralaba lokal ke pasar global dan mengajak lebih banyak orang menjadi mitra. Pemerintah perlu memberi dukungan konkret terhadap merek-merek dengan kandungan lokal tinggi,” kata Ditya.

Kemendag menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan waralaba sebagai bagian dari penguatan sektor jasa dan peningkatan rasio kewirausahaan nasional, sekaligus membuka peluang ekspor jasa yang lebih luas melalui platform business matching dan kemitraan global.

Tags: mendagMenteri Perdaganganumkmwaralaba

Related Posts

Smartphone

Timur Tengah Memanas, Jajaran Kemlu Eratkan Komunikasi Dengan WNI

Editor
1 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan Perwakilan RI di kawasan...

Menteri Agama Nasaruddin Umar.(Foto: Istimewa)

Minta Maaf, Menag: Zakat Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

Editor
1 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait zakat yang menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat....

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak.(Foto: Istimewa)

Kemenhaj Imbau Warga Tunda Umrah, Persiapan Haji Tetap Jalan

Editor
1 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang semakin dinamis dan tidak menentu. Dengan mempertimbangkan...

Bendungan Jatigede Sumedang

Mantap! Daya Saing Kabupaten Sumedang Peringkat Satu di Jawa Barat, Peringkat Lima Nasional

Editor
1 Maret 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Kabupaten Sumedang menempati peringkat pertama di Provinsi Jawa Barat dan peringkat kelima nasional berdasarkan hasil rilis Indeks...

Ilustrasi balapan liar.(Foto:Istimewa).

Balapan Liar di Garut Dibubarkan Polisi, 5 Pemuda dan 12 Sepeda Motor Diamankan

Editor
28 Februari 2026

SATUJABAR, GARUT--Aksi balapan liar di Bulan Ramadhan menjelang Sahur di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dibubarkan polisi. Lima pemuda berikut 12...

Ilustrasi wanita korban TPPO.(Foto:Istimewa)

Suami-Istri Pelaku TPPO 13 Warga Jabar ke NTT Ditahan Polisi

Editor
28 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Pasangan suami-istri, pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap 13 perempuan warga Jawa Barat ke Nusa Tenggara Timur (NTT),...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.