Panen raya padi
SATUJABAR, JAKARTA – Luas panen padi Mei 2026 sebesar 0,96 juta hektare, mengalami penurunan sebesar 0,02 juta hektare atau 2,35 persen dibandingkan luas panen padi di Mei 2025 yang sebesar 0,98 juta hektare.
Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) 1 Juli 2026 menyebutkan produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) pada Mei 2026 sebanyak 5,87 juta ton GKP, mengalami penurunan sebanyak 0,20 juta ton GKP atau 3,31 persen dibandingkan produksi padi GKP di Mei 2025 yang sebanyak 6,07
juta ton GKP.
Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada Mei 2026 sebanyak 4,92 juta ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 0,17 juta ton GKG atau 3,43 persen dibandingkan produksi padi GKG di Mei 2025 yang sebanyak 5,09 juta ton GKG. Produksi beras pada Mei 2026 untuk konsumsi pangan penduduk sebanyak 2,84 juta ton beras, mengalami penurunan sebanyak 0,10 juta ton beras atau 3,43 persen dibandingkan produksi beras di Mei 2025 yang sebanyak 2,94 juta ton beras.
Potensi luas panen bulan Juni–Agustus 2026 diperkirakan mencapai 2,88 juta hektare, mengalami kenaikan sebesar 0,04 juta hektare dibandingkan luas panen padi bulan Juni–Agustus 2025.
BACA JUGA: Inflasi Nasional Juni 2026 Capai 3,34 Persen
SIMAK JUGA: Begini Cara Meraih Financial Freedom
Nilai ekspor Indonesia Januari–Mei 2026 mencapai US$115,36 miliar atau naik 3,02 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$110,19 miliar naik 3,89 persen.
Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) 1 Juli 2026, menyebutkan nilai ekspor Indonesia Mei 2026 mencapai US$23,20 miliar atau turun 5,73 persen dibanding ekspor Mei 2025. Ekspor nonmigas Mei 2026 mencapai US$22,45 miliar, turun 4,50 persen dibanding Mei 2025.
Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari–Mei 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah nikel dan barang daripadanya sebesar US$2,05 miliar (60,88 persen). Sementara komoditas dengan penurunan tertinggi adalah logam mulia dan perhiasan/permata yang turun sebesar US$1,01 miliar (23,73 persen).
Ekspor nonmigas Januari–Mei 2026 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$28,54 miliar, disusul Amerika Serikat US$12,73 miliar, dan India US$7,43 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,20 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$22,13 miliar dan US$7,99 miliar.
Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Mei 2026 naik 6,80 persen dibanding periode yang sama tahun 2025, sedangkan ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 24,95 persen, demikian juga ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 8,14 persen.
SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang menyiagakan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang bersiaga siang malam di…
SUMEDANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Sumedang melakukan perbaikan lampu penerangan umum (PJU) di kawasan Cadas…
Kasus kebakaran di Kabupaten Garut sepanjang tahun 2026, berdasarkan data penanganan kebakaran hingga 13 Agustus…
ASN Pemkot Bogor diduga jatuh di aliran Sungai Cisadane, tepatnya di Kelurahan Cipaku, Bogor Selatan,…
Pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6% disepakati Pemerintah bersama DPR dalam Asumsi Dasar Ekonomi Makro dalam…
SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores…
This website uses cookies.