SATUJABAR, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan luas panen padi pada Februari 2026 sebesar 0,94 juta hektare, mengalami kenaikan sebesar 0,18 juta hektare atau 23,62 persen dibandingkan luas panen padi di Februari 2025 yang sebesar 0,76 juta hektare.
Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) pada Februari 2026 diperkirakan sebanyak 6,04 juta ton GKP, mengalami kenaikan sebanyak 1,32 juta ton GKP atau 27,97 persen dibandingkan produksi padi GKP di Februari 2025 yang sebanyak 4,72 juta ton GKP.
Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada Februari 2026 diperkirakan sebanyak 5,05 juta ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 1,09 juta ton GKG atau 27,41 persen dibandingkan produksi padi GKG di Februari 2025 yang sebanyak 3,96 juta ton GKG.
Produksi beras pada Februari 2026 untuk konsumsi pangan penduduk diperkirakan sebanyak 2,91 juta ton beras, mengalami kenaikan sebanyak 0,62 juta ton beras atau 27,37 persen dibandingkan produksi beras di Februari 2025 yang sebanyak 2,28 juta ton beras.
NTP Maret 2026
Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Maret 2026 sebesar 125,35 atau turun 0,08 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 0,33 persen lebih rendah dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,41 persen.
Pada Maret 2026 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,53 persen. Kenaikan IKRT tertinggi terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki.
Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) nasional Maret 2026 sebesar 130,92 atau naik 0,14 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.







